alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Mbah Lowo Ijo yang Dikenal Ulama Pendiri Ponpes Cangaan Bangil

MBAH Lowo Ijo merupakan salah satu ulama salaf yang banyak menurunkan nasab kiai dari Bangil. Salah satunya, Mbah Kholil Bangkalan. Makamnya yang berada di Pogar, Kecamatan Bangil, kerap dikunjungi peziarah hingga saat ini.

Kisah Mbah Lowo Ijo terdiri atas beberapa versi. Ada yang menyebut beliau itu merupakan Mbah Jalaludin atau Kiai Sayyidin. Namun, ada pula yang menyebut mereka orang berbeda.

Muhammad Imam Harromain, tokoh agama asal Bangil yang memiliki silsilah dengan Mbah Lowo Ijo menguraikan, Mbah Lowo Ojo hidup di masa penjajahan Belanda. Di kisaran abad 16 dan 17 Masehi. Beliau dikenal sebagai salah satu bagian keluarga dari Sunan Ampel Surabaya. Karena berhasil mempersunting cucu dari Sunan Ampel, Sa’diyyah.

Mbah Lowo Ijo sendiri berguru pada Sunan Bonang yang tak lain putra dari Sunan Ampel. Beliau tinggal di Bangil untuk menyebarkan ilmu di kota santri tersebut.

Dikisahkan, kedatangan beliau hingga sampai di Bangil tidaklah mudah. Mbah Lowo Ijo yang kala itu bersama saudaranya Mbah Sayyidono, hijrah ke Bangil dengan menaiki kayu jati besar dari Tuban. Mereka menyusuri lautan hingga akhirnya sampai di Sungai Kedunglarangan, Bangil.

Sampai di Bangil, Mbah Lowo Ijo kemudian mendirikan pondok pesantren Cangaan. Nama Cangaan itu diambil dari salah satu tempat yang ada di Jawa Tengah.

“Mbah Lowo Ijo dengan Mbah Sayyidono memiliki keilmuan berbeda. Mbah Lowo Ijo lebih pada ilmu batin. Sementara Mbah Sayyidono lebih pada ilmu kanuragan,” kisah Gus Romi -panggilan Muhammad Imam Harromain-.

MBAH Lowo Ijo merupakan salah satu ulama salaf yang banyak menurunkan nasab kiai dari Bangil. Salah satunya, Mbah Kholil Bangkalan. Makamnya yang berada di Pogar, Kecamatan Bangil, kerap dikunjungi peziarah hingga saat ini.

Kisah Mbah Lowo Ijo terdiri atas beberapa versi. Ada yang menyebut beliau itu merupakan Mbah Jalaludin atau Kiai Sayyidin. Namun, ada pula yang menyebut mereka orang berbeda.

Muhammad Imam Harromain, tokoh agama asal Bangil yang memiliki silsilah dengan Mbah Lowo Ijo menguraikan, Mbah Lowo Ojo hidup di masa penjajahan Belanda. Di kisaran abad 16 dan 17 Masehi. Beliau dikenal sebagai salah satu bagian keluarga dari Sunan Ampel Surabaya. Karena berhasil mempersunting cucu dari Sunan Ampel, Sa’diyyah.

Mbah Lowo Ijo sendiri berguru pada Sunan Bonang yang tak lain putra dari Sunan Ampel. Beliau tinggal di Bangil untuk menyebarkan ilmu di kota santri tersebut.

Dikisahkan, kedatangan beliau hingga sampai di Bangil tidaklah mudah. Mbah Lowo Ijo yang kala itu bersama saudaranya Mbah Sayyidono, hijrah ke Bangil dengan menaiki kayu jati besar dari Tuban. Mereka menyusuri lautan hingga akhirnya sampai di Sungai Kedunglarangan, Bangil.

Sampai di Bangil, Mbah Lowo Ijo kemudian mendirikan pondok pesantren Cangaan. Nama Cangaan itu diambil dari salah satu tempat yang ada di Jawa Tengah.

“Mbah Lowo Ijo dengan Mbah Sayyidono memiliki keilmuan berbeda. Mbah Lowo Ijo lebih pada ilmu batin. Sementara Mbah Sayyidono lebih pada ilmu kanuragan,” kisah Gus Romi -panggilan Muhammad Imam Harromain-.

MOST READ

BERITA TERBARU

/