alexametrics
25C
Probolinggo
Thursday, 21 January 2021

Produk Setir Mobil Buatan Warga Desa Bandaran di Winongan yang Tembus Luar Negeri

Sebagian besar warga Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, masih mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian mereka. Namun, usaha mandiri terus bermunculan. Salah satunya pembuatan setir mobil yang sampai dikirim keluar negeri.

————-

Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, punya ciri khas tersendiri. Terletak di Jalan Raya Winongan, lokasi Desa Bandaran cukup strategis.

Di sini, banyak muncul usaha perdagangan di pinggir-pinggir jalan. Juga banyak usaha mandiri bermunculan. Mulai pembenihan ikan, tas plastik daur, percetakan, mebel, sampai pembuatan setir mobil. Pendek kata, beragam usaha dilakukan warga Desa Bandaran.

Tohari, kades Bandaran mengatakan, bahwa perkembangan usaha mandiri di desanya memang terus meningkat. Bahkan, usaha-usaha itu cukup banyak menyerap tenaga kerja. Sehingga, mampu memperbaiki ekonomi masyarakat.

“Salah satunya usaha mandiri pembuatan setir mobil. Usaha tersebut kini menjadi salah satu potensi desa yang terus berkembang,” terangnya.

Salah satu warga setempat yang memproduksi setir mobil yaitu Abdul Muntholib. Dia sudah menjalankan usaha ini puluhan tahun.

Hasil produksinya, tidak hanya dipasarkan di lokal. Namun, juga dikirim keluar negeri. Seperti ke Malaysia, Korea, sampai Eropa melalui distributor setir ekspor.

Kualitas setir Abdul Muntholib pun tak kalah dengan buatan pabrik. Bahkan, diklaim lebih nyaman dipakai dibanding buatan pabrik. Sebab, handmade atau dibuat oleh perajin berpengalaman.

Ukuran setir mobil yang diproduksi, bervariasi. Ada yang ukuran mobil lokal, biasanya ukuran 13, 14. Ini dipasarkan di Surabaya, Malang, dan sekitarnya. Ada juga ukurang yang lebih besar untuk setir truk dan sebagainya.

Menurut Tohari, usaha setir mobil tersebut banyak menyerap tenaga kerja lokal, utamanya perempuan. “Sehingga, mampu membantu warga sekitar untuk mendapatkan tambahan pendapatan bagi keluarga,” terangnya.

Namun, usaha ini memang masih ada kendala. Yaitu, tambahan modal untuk pengembangan usaha. Selama ini menurutnya, pesanan distributor belum terpenuhi karena modal yang terbatas. Termasuk, terbatasnya peralatan dan tenaga SDM.

“Padahal, potensi pasar lokal juga jauh lebih besar. Namun, karena modal dan peralatan terbatas, sehingga belum bisa berkembang pesat,” pungkasnya. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU