alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Perkenalkan Hysteroctomy, Band Metal yang Mengangkat Tema Islami

Tidak banyak band beraliran metal yang mengusung lagu dengan tema Islami dalam bermusik. Namun di Kota Pasuruan, ada Hysteroctomy. Band ini rutin manggung saat ada kegiatan atau pentas seni di Kota Pasuruan.

—————

HYSTEROCTOMY dibentuk pada 2015. Sejak awal dibentuk, band ini memilih untuk bermusik dalam genre metal. Tapi berbeda dengan band metal lain, Hysteroctomy mengusung tema Islami dalam lagu-lagu mereka.

Pertama kali dibentuk, Hysteroctomy memiliki dua personel tetap. Yakni, Muhammad Agus Kuncoro Adi sebagai gitaris dan Muhammad Aldi Arifin sebagai vokalis. Dan hingga kini, personel ini tidak berubah.

“Bisa dibilang kami ini satu-satunya band metal di Pasuruan yang membawakan lagu bertemakan Islami. Memang sejak awal kami ingin musik bukan hanya hobi. Namun juga berdakwah lewat jalur ini,”ungkap Bagus.

Ia menjelaskan, pilihan ini tidak terlepas dari latar belakang keduanya yang merupakan lulusan pesantren. Mereka ingin agar generasi muda tidak hanya menikmati musik dari nadanya. Namun lirik yang disampaikan harus mengandung muatan positif. Sehingga, ada sisi positif yang bisa diambil.

“Selama ini masyarakat menilai anak metal itu urakan, suka mabuk. Pokoknya tidak ada hal positif yang bisa diambil. Di sini kami membuktikan bahwa anak metal juga bisa memberikan dampak positif. Melalui musik yang liriknya bertemakan religi,” sebutnya.

Aldi menerangkan, sejauh ini Hysteroctomy sudah menghasilkan tiga buah lagu. Yakni, dua lagu berjudul Saladin dan Jahiliyah yang dibuat pada 2015. Dan lagu berjudul Umar yang dibuat pada 2020. Semua lirik lagu dikerjakan bersama-sama.

Ketiga lagu ini sudah diproduki dalam bentuk digital dan CD. Selama ini pemasaran memang terbatas di kalangan teman dan sesama pecinta musik metal.

Lirik lagu yang diciptakan Hysteroctomy menurutnya lebih ke sejarah. Misalnya lagu Umar, menceritakan kisah keislaman dan bagaimana Islam mencapai kejayaan di masa Umar bin Khattab memerintah. Diharapkan pecinta musik metal bisa mengambil pelajaran dari kisah yang disampaikan dalam lagu tersebut.

Di luar itu, Hysteroctomy juga kerap manggung di sejumlah tempat. Baik di Pasuruan saat ada pentas seni maupun di luar Pasuruan. Seperti Malang atau Sidoarjo.

Respons yang diterima penonton pun pro dan kontra. Banyak yang mencibir soal tema religi yang dibawakan bandnya. Apalagi musik religi lebih identik dengan gambus atau pop.

“Saat manggung, style pakaian seperti kebanyakan anak metal. Tapi satu yang harus ada, yaitu musala. Jadi kalau pas masuk waktu salat, ya berhenti dahulu. Kami tidak mau kalah dari Rhoma Irama yang berdakwah lewat lagu,” pungkasnya. (riz/fun)

Tidak banyak band beraliran metal yang mengusung lagu dengan tema Islami dalam bermusik. Namun di Kota Pasuruan, ada Hysteroctomy. Band ini rutin manggung saat ada kegiatan atau pentas seni di Kota Pasuruan.

—————

HYSTEROCTOMY dibentuk pada 2015. Sejak awal dibentuk, band ini memilih untuk bermusik dalam genre metal. Tapi berbeda dengan band metal lain, Hysteroctomy mengusung tema Islami dalam lagu-lagu mereka.

Pertama kali dibentuk, Hysteroctomy memiliki dua personel tetap. Yakni, Muhammad Agus Kuncoro Adi sebagai gitaris dan Muhammad Aldi Arifin sebagai vokalis. Dan hingga kini, personel ini tidak berubah.

“Bisa dibilang kami ini satu-satunya band metal di Pasuruan yang membawakan lagu bertemakan Islami. Memang sejak awal kami ingin musik bukan hanya hobi. Namun juga berdakwah lewat jalur ini,”ungkap Bagus.

Ia menjelaskan, pilihan ini tidak terlepas dari latar belakang keduanya yang merupakan lulusan pesantren. Mereka ingin agar generasi muda tidak hanya menikmati musik dari nadanya. Namun lirik yang disampaikan harus mengandung muatan positif. Sehingga, ada sisi positif yang bisa diambil.

“Selama ini masyarakat menilai anak metal itu urakan, suka mabuk. Pokoknya tidak ada hal positif yang bisa diambil. Di sini kami membuktikan bahwa anak metal juga bisa memberikan dampak positif. Melalui musik yang liriknya bertemakan religi,” sebutnya.

Aldi menerangkan, sejauh ini Hysteroctomy sudah menghasilkan tiga buah lagu. Yakni, dua lagu berjudul Saladin dan Jahiliyah yang dibuat pada 2015. Dan lagu berjudul Umar yang dibuat pada 2020. Semua lirik lagu dikerjakan bersama-sama.

Ketiga lagu ini sudah diproduki dalam bentuk digital dan CD. Selama ini pemasaran memang terbatas di kalangan teman dan sesama pecinta musik metal.

Lirik lagu yang diciptakan Hysteroctomy menurutnya lebih ke sejarah. Misalnya lagu Umar, menceritakan kisah keislaman dan bagaimana Islam mencapai kejayaan di masa Umar bin Khattab memerintah. Diharapkan pecinta musik metal bisa mengambil pelajaran dari kisah yang disampaikan dalam lagu tersebut.

Di luar itu, Hysteroctomy juga kerap manggung di sejumlah tempat. Baik di Pasuruan saat ada pentas seni maupun di luar Pasuruan. Seperti Malang atau Sidoarjo.

Respons yang diterima penonton pun pro dan kontra. Banyak yang mencibir soal tema religi yang dibawakan bandnya. Apalagi musik religi lebih identik dengan gambus atau pop.

“Saat manggung, style pakaian seperti kebanyakan anak metal. Tapi satu yang harus ada, yaitu musala. Jadi kalau pas masuk waktu salat, ya berhenti dahulu. Kami tidak mau kalah dari Rhoma Irama yang berdakwah lewat lagu,” pungkasnya. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/