alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Ketika Atlet Panjat Tebing Berlatih dengan Alat Buatan Sendiri

Panjat tebing memang bukan olahraga yang “murah”. Selain wall climbing, alat-alat pelengkapnya juga terbilang mahal. Tapi demi prestasi, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo, punya cara supaya tetap bisa berlatih dengan alat mumpuni.

————-

SELASA (16/11) siang suasana GOR A Yani nampak lengang. Hanya terlihat sejumlah orang yang tengah berlatih di wall climbing yang ada di sana. Tepatnya di basecamp FPTI Kota Probolinggo.

Nampak terlihat Iwan Rosidi. Pria 43 tahun yang sudah melanglang buana dan aktif di dunia panjat tebing itu, tengah melatih anak didiknya. Beberapa kali dia melihat papan panjat tebing dengan poin yang terpasang di sana.

Sejumlah perlengkapan yang ada di basecamp FPTI Kota Probolinggo memang belum lengkap. Bahkan mayoritas yang ada di basecamp, adalah milik Iwan Rosidi pribadi. Hal itu dia lakukan atas dedikasinya terhadap olahraga yang sangat dia gemari tersebut.

Pria peraih Radar Bromo Award 2021 yang pernah menjadi pelatih kepala panjat tebing Bengkulu, menjadikan basecamp sebagai rumah keduanya. Hampir separo lebih waktu hidupnya dihabiskan di basecamp. Maklum saja, memang dari kecil, pria satu anak itu sudah terbiasa hidup dari kesekretariatan satu ke kesekretariatan lainnya.

“Semuanya ada di sini mas mulai dari alat-alat perlengkapan pertukangan, seperti gerinda, bor, alat las dan alat panjat termasuk wall ini, milik saya semua yang saya taruh di sini. Jadi, jika waktu luang, saya pakai ngopi di sini dan mikir-mikir apa yang kurang,” terangnya saat ditemui.

Panjat tebing memang bukan olahraga yang “murah”. Selain wall climbing, alat-alat pelengkapnya juga terbilang mahal. Tapi demi prestasi, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo, punya cara supaya tetap bisa berlatih dengan alat mumpuni.

————-

SELASA (16/11) siang suasana GOR A Yani nampak lengang. Hanya terlihat sejumlah orang yang tengah berlatih di wall climbing yang ada di sana. Tepatnya di basecamp FPTI Kota Probolinggo.

Nampak terlihat Iwan Rosidi. Pria 43 tahun yang sudah melanglang buana dan aktif di dunia panjat tebing itu, tengah melatih anak didiknya. Beberapa kali dia melihat papan panjat tebing dengan poin yang terpasang di sana.

Sejumlah perlengkapan yang ada di basecamp FPTI Kota Probolinggo memang belum lengkap. Bahkan mayoritas yang ada di basecamp, adalah milik Iwan Rosidi pribadi. Hal itu dia lakukan atas dedikasinya terhadap olahraga yang sangat dia gemari tersebut.

Pria peraih Radar Bromo Award 2021 yang pernah menjadi pelatih kepala panjat tebing Bengkulu, menjadikan basecamp sebagai rumah keduanya. Hampir separo lebih waktu hidupnya dihabiskan di basecamp. Maklum saja, memang dari kecil, pria satu anak itu sudah terbiasa hidup dari kesekretariatan satu ke kesekretariatan lainnya.

“Semuanya ada di sini mas mulai dari alat-alat perlengkapan pertukangan, seperti gerinda, bor, alat las dan alat panjat termasuk wall ini, milik saya semua yang saya taruh di sini. Jadi, jika waktu luang, saya pakai ngopi di sini dan mikir-mikir apa yang kurang,” terangnya saat ditemui.

MOST READ

BERITA TERBARU

/