alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Curhat Tenaga Kontrak RSUD dr Saleh yang Diberhentikan

“Saya satu-satunya tulang punggung keluarga. Meski saat ini saya hanya tinggal bersama anak, namun jika saya tidak bekerja, bagaimana saya memenuhi kebutuhannya?” tuturnya.

Karenanya, ia berharap ada solusi dari pemerintah. Paling tidak, dirinya bisa ditempatkan di lokasi lainnya. Meski tidak lagi bekerja di RSUD. Sehingga ia tetap bisa menghidupi dirinya dan keluarga.

“Saya berharap bisa bekerja lagi. Meski tidak di rumah sakit, mungkin bisa di OPD lain,” harapnya.

Keke sendiri menilai, seleksi yang diikutinya kurang jelas prosedurnya. Dia menjabarkan, tes dilakukan pada 17 Desember 2021. Lalu, pada pertengahan Januari 2022 ia menandatangani kontrak perpanjangan sampai 31 Desember 2022.

“Jadi setelah tanda tangan kontrak, tiba-tiba saya dikasih lembar hasil tes. Katanya tidak lulus. Ini aneh. Tidak jelas prosedurnya,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Moch Iqbal Maulana, 27. Lelaki yang yang bekerja sudah 10 tahun sebagai petugas di IGD itu pun berharap sama. Memang, dia belum menikah. Namun, mencari pekerjaan kembali saat ini sangat sulit.

“Cari kerja saat ini sangat sulit. Makanya dari 128 karyawan yang diputus kontraknya, rata-rata tidak ada yang bekerja lagi sekarang. Ada satu dua yang melanjutkan usaha ayahnya. Tapi, mayoritas belum bekerja. Dan lagi banyak yang jadi tulang punggung,” tambah warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu.

“Saya satu-satunya tulang punggung keluarga. Meski saat ini saya hanya tinggal bersama anak, namun jika saya tidak bekerja, bagaimana saya memenuhi kebutuhannya?” tuturnya.

Karenanya, ia berharap ada solusi dari pemerintah. Paling tidak, dirinya bisa ditempatkan di lokasi lainnya. Meski tidak lagi bekerja di RSUD. Sehingga ia tetap bisa menghidupi dirinya dan keluarga.

“Saya berharap bisa bekerja lagi. Meski tidak di rumah sakit, mungkin bisa di OPD lain,” harapnya.

Keke sendiri menilai, seleksi yang diikutinya kurang jelas prosedurnya. Dia menjabarkan, tes dilakukan pada 17 Desember 2021. Lalu, pada pertengahan Januari 2022 ia menandatangani kontrak perpanjangan sampai 31 Desember 2022.

“Jadi setelah tanda tangan kontrak, tiba-tiba saya dikasih lembar hasil tes. Katanya tidak lulus. Ini aneh. Tidak jelas prosedurnya,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Moch Iqbal Maulana, 27. Lelaki yang yang bekerja sudah 10 tahun sebagai petugas di IGD itu pun berharap sama. Memang, dia belum menikah. Namun, mencari pekerjaan kembali saat ini sangat sulit.

“Cari kerja saat ini sangat sulit. Makanya dari 128 karyawan yang diputus kontraknya, rata-rata tidak ada yang bekerja lagi sekarang. Ada satu dua yang melanjutkan usaha ayahnya. Tapi, mayoritas belum bekerja. Dan lagi banyak yang jadi tulang punggung,” tambah warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/