alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Begini Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Pasuruan

Warga disabilitas masih kerap dianggap warga kelas dua. Lewat peringatan hari Disabilitas Internasional di Pasuruan, mereka unjuk kemampuan untuk menegaskan bahwa mereka ada.

—————-

Puluhan anak berusia belasan tahun duduk-duduk di kafe minuman depan area swalayan Carrefour Pasuruan. Penampilan mereka seperti remaja lainnya. memakain celana jins, kemeja, dan sneakers. Mereka pun berbincang dan bercanda satu sama lain. Namun, percakapan mereka tanpa suara. Hanya dengan isyarat tangan.

Ya, Sabtu (14/12) malam di Carrefour Pasuruan memang ada peringatan Hari Disabilitas Internasional yang rutin dirayakan pada 3 Desember. Di Pasuruan, puncak peringatan diadakan dengan kegiatan talkshow dan unjuk bakat. Dengan tema “Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul,” teman disabilitas ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal mereka.

Kegiatan yang dipusatkan di dalam swalayan, memang cukup menarik perhatian pengunjung. Bahkan, tak sedikit pengunjung yang kemudian melihat aksi teman-teman disabilitas. Ada yang berpantomim meskipun tunarungu, menari tari tradisional meskipun tuli, dan bermain musik meskipun tunanetra, tunadaksa, sampai tunagrahita.

ATRAKTIF: Lentera Band dari penyandang tunanetra dan tunadaksa. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Seperti yang dilakukan Putri Mauludia bersama tiga temannya dari SMALB Kota Pasuruan. Kendati tunarungu, mereka menarikan tari Pasuruan Kondang. Kendati tak bisa mendengar, mereka bisa menari dengan cara menghitung ketukan. Sehingga, gerakan mereka pas dengan irama musik.

“Memang keliatannya sulit, tapi mereka berlatih cuma satu minggu. Jadi, mereka pakai hitungan agar gerakan bisa sesuai dengan musik,” ujar Laras, guru pendamping mereka.

Mauludin, ketua Komunitas Penyandang Disabilitas Kota Pasuruan (KPDP) mengatakan, sosialisasi teman disabilitas ini rutin dilakukan. Termasuk Hari Disabilitas Internasional yang dijadikan momentum agar masyarakat lebih mengenal teman-teman yang keadaan fisiknya tak sempurna.

“Kami ingin masyarakat umum bisa mengenal teman-teman disabilitas. Tidak kaget saat ketemu mereka dan bisa membaur dengan mereka,” terangnya.

Di Kota Pasuruan, teman disabilitas memang mulai banyak dilibatkan. Tidak hanya di sekolah inklusi. Namun, beberapa fasilitas umum mulai ada yang ramah disabilitas.

“Fasilitas umum sudah mulai ada yang ramah disabilitas, namun tidak semua. Harapan kami ke depan semua bisa ramah. Seperti di kantor pemerintahan, trotoar, dan fasum lainnya,” terangnya.

Mauludin sendiri menilai, Pemkot Probolinggo sudah mengapresiasi mereka. Salah satunya, warga disabilitas mulai dilibatkan dalam kegiatan pemerintah. Harapannya, teman disabilitas ini bisa diberi kesempatan yang sama.

Mahrus Ali, distrik koordinator Pasuruan Lembaga Pelatihan dan Konsultan Inovasi Pendidikan Indonesia (LPKIPI) mitra Unicef mengatakan, pada awalnya, masyarakat di Pasuruan belum banyak mengenal teman disabilitas, termasuk sekolah inklusi. “Namun dengan rutin sosialisasi, masyarakat Pasuruan kini mulai mengenal mereka. Bahkan, bisa menerima dan membaur jika ada teman-teman disabilitas di sekitar mereka,” terangnya.

Harapannya, masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata dan tidak membeda-bedakan mereka. Bahkan, menurutnya, masyarakat Pasuruan kini cukup terbuka untuk menerima teman disabilitas.

“Masyarakat Pasuruan ini justru saya lihat lebih terbuka dibanding daerah lain. Bahkan, penerimaan terhadap teman disabilitas juga terbuka dan tidak memandang sebelah mata,” terangnya.

Salah satu pengunjung swalayan, Sahid, 51, warga Purworejo, Kota Pasuruan, mengaku terharu dan bangga melihat teman disabilitas yang tampil menunjukkan bakat mereka. “Saya terenyuh dan memang jarang melihat teman disabilitas. Bagi saya mereka sama saja seperti yang lain. Bahkan, kalau diberikan kesempatan dan diwadahi, mereka bisa berkontribusi yang sama seperti masyarakat lain,” ungkapnya.

Denny Kurniawan, sekretaris KPDP Kota Pasuruan yang juga penyandang disabilitas netra mengatakan, dengan talkshow dan unjuk kreatif kemarin, harapannya masyarakat umum bisa termuka menerima mereka. “Jadi, juga berharap masyarakat, pemerintah, dan stakeholder bisa memberikan fasilitas. Termasuk memberikan wadah bagi kami untuk mengembangkan bakat,” terangnya.

Saat Denny tidak memungkiri, masih banyak teman disabilitas lain yang dipingit di rumah lantaran dianggap kurang bisa mandiri oleh keluarganya. Padahal, jika diberi kepercayaan, teman disabilitas bisa berkontribusi sama seperti masyarakat umum. Karena setiap kekurangan yang dimiliki, ada kelebihan yang bisa bisa diberikan. (eka/hn/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Jembatan Kedungasem Dibangun, Jalan Nasional Ditutup 8 Bulan  

Ditargetkan pertengahan November 2020, kontrak pengerjaan pembangunan jembatan yang fondasinya ambrol tersebut bisa dimulai.

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi...

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.