Beginilah Rutinitas Tahanan dan Polisi di Mapolres Pasuruan Kota Tiap Hari Jumat

Upaya menyadarkan para tahanan dari perbuatan kriminal, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengajak penghuni tahanan mengaji bersama. Tak hanya ngaji bareng, para tahanan juga dibelikan sarapan. Usai mengaji, para tahanan pun bisa makan secara berjamaah.

MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan

Dibalik terali besi, terlihat puluhan pria duduk bersila. Beberapa diantaranya mengenakan sarung. Namun sebagian besar hanya berpakaian seadanya. Celana pendek dengan setelan kaus oblong. Yang jelas, hampir semuanya berkopyah.

Jarum jam menunjukkan pukul 08.00. Puluhan tahanan di sel Mapolres Pasuruan Kota itu mulai beraktivitas. Mereka berkumpul, duduk bersila dengan rapi. Sebagian di antaranya membawa tasbih. Tanpa komando, mereka dengan kompak membaca Surat Yasin.

Bacaan kalam ilahi itu pun terdengar hampir ke seluruh penjuru ruangan. Tak terkecuali dari pos penjagaan yang jaraknya dari sel sekitar 10 meter. Secara bersama-sama, para tahanan itu melantunkan 83 ayat dalam surat Yasin. Sekitar 15 menit berselang, suasana mendadak sunyi setelah bacaan yasin rampung.

Seorang tahanan yang berada di sudut sel langsung memimpin teman-temannya. Lantunan tahlil dan surat-surat pendek pun kembali menggema. Selanjutnya ditutup dengan bacaan doa. Para tahanan serentak menengadahkan kedua tangan sembari mengcupakan “amin”.

Selama kegiatan berlangsung, seorang petugas kepolisian berdiri dari luar sel. Ia tak lain ialah Iwan Yudi Prasetyo. Polisi berpangkat Bripka itu juga mengikuti pengajian yang digelar para tahanan. Menurut Iwan, ngaji bareng tahanan itu memang menjadi agenda rutin. Semula, ngaji bareng digelar setiap Kamis pagi. Namun beberapa bulan terakhir, agenda itu diganti pada Jumat pagi.

Iwan sendiri juga rutin mengikuti ngaji bareng tahanan yang bertajuk “Jumat Berkah” tersebut. Maklum, jabatannya kini sebagai Admin Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) memang membuatnya dekat dengan para tahanan.

Sejak menjabat Juli silam, Iwan hampir tak pernah luput mengagendakan kegiatan sarapan bareng tahanan. Ya, selepas ngaji bareng, ia membagikan nasi bungkus untuk para tahanan. Iwan membeli nasi bungkus untuk para tahanan itu dari kantong pribadinya.

“Sebelum berangkat ke kantor saya pesan nasi bungkus sesuai dengan jumlah tahanan yang ada,” katanya. Begitu ngaji bareng usai, makanan pun tiba di Mapolresta dengan diantarkan sang penjual. Iwan sendiri yang membagi rata nasi bungkus itu ke para tahanan. Semua itu dilakukan, tanpa kepentingan apapun.

Bahkan, Iwan sendiri mengaku ada beberapa rekan kerjanya yang bertanya-tanya. Untuk apa ia melakukan semua itu. “Ada teman yang mengira saya punya nazar. Ya saya jawab saja, cuma ingin berbagi,” jawabnya singkat.

Mendapat perhatian semacam itu, tahanan merasa senang. Salah satunya diungkapkan oleh Kowim, tahanan perkara penyalahgunaan narkoba. Sejak dua bulan terakhir, ia mendekam dibalik sel tahanan.

Selama itu pula ia giat mengikuti ngaji bareng tahanan lainnya. Kowim mengakui, kegiatan tersebut memberikan dampak positif pada tahanan. “Terutama yang juga saya rasakan sendiri. Saya menjadi tenang dan damai,” terangnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Agus yang juga ditahan atas perkara penyalahgunaan narkoba. Ia mengaku, rutinitas “Jumat Berkah” itu memang banyak mendatangkan manfaat. Selain ketenangan pribadi, Agus juga merasakan kebersamaan yang kuat antarsesama tahanan.

“Setelah ngaji bareng kita dapat nasi bungkus dari petugas. Jadi senang saja, selain dapat makan dari jatah yang diberikan. Kita makan bersama, ada rasa persaudaraan dan kebersamaan,” katanya. (fun)