Budidayakan Tanaman Pacar Air di Sawah, Banyak Diburu untuk Nyekar

SAMPINGAN: Kholifah saat ditemui di lahan miliknya yang ditanami pacar air. Tanaman ini banyak diburu untuk ziarah ke makam. Terutama jelang Ramadan dan Idul Fitri. (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Memiliki tanah yang luas memberikan kesempatan bagi Kholifah dan suaminya Sunarto untuk bercocok tanam. Awalnya Tanaman pacar bunga hanya digunakan untuk tanaman pagar, namun memberikan penghasilan dari penjualan bunganya.

RIDHOWATI SAPUTRI, Kademangan

Suasana di kawasan pesisir pantai Ketapang, Sabtu (15/9) terasa tenang. Jalan yang melintasi pemukiman warga RT 7/RW 1, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo itu tidak tampak lalu lalang warga. Hanya ada beberapa anak-anak bermain bulu tangkis di lapangan.

Jalan beraspal yang sebagian telah rusak ini memiliki panjang sekitar 1 kilometer hingga bibir pantai Ketapang. Kanan kirinya masih berupa area persawahan. Sisi kanan merupakan sawah tanah aset milik pemkot. Sedangkan di sisi kiri merupakan tanah milik warga bernama Kholifah, 50.

Tanah milik Kholifah terbentang cukup luas dari utara sampai selatan. Berdasarkan penuturan Kholifah, luasnya sekitar 1.600 meter persegi. “Lahan ini tidak saya tanami padi, karena biaya alat dan pupuk, tidak sepadan sama hasil. Seringnya saya tanam bawang merah. Tapi sekarang saya coba tanam kacang tanah,” ujarnya.

Sedangkan sawah sisi utara digunakan Kholifah dan suaminya Sunarto untuk budidaya ikan gurami. Tampak salah satu kolam masih terisi dengan ikan. “Musim kemarau, isi airnya pakai air bor. Kalau pas musim hujan pakai air sungai,” ujarnya. Disela-sela kolam ikan yang dibuatnya, ada tanaman-tanaman dengan bunga warna-warni. Ada yang berwarna merah dan merah muda.

“Bunga-bunga ini ya dijual. Tapi yang paling laku itu yang warnanya merah. Orang menyebutnya tanaman pacar banyu,” ujarnya. Kholifah mengaku belum lama menanam tanaman pacar air di sawahnya. Seingatnya panen bunga pertama kali sebelum Idul Adha. “Waktu besar (Idul Adha, Red) itu panen pertamanya. Kalau tanamnya jauh sebelum itu,” ujarnya.

Ibu 3 anak ini mengungkapkan, tanaman pacar air ini biasanya dicampur dengan bunga sedap malam untuk nyekar. “Biasanya ada yang cari setiap Rabu untuk dijual lagi. Tapi ada juga yang beli pas hari Kamis buat nyekar. Saya beri harga Rp 5 ribu per plastik kecil,” ujarnya.

Namun ada juga pedagang yang membeli bunga pacar banyu secara borongan. Biasanya dijual dalam satu kantong plastik yang cukup besar. “Satu kantong plastik besar itu dihargai Rp 20-30 ribu. Bahkan bisa lebih mahal lagi kalau hari-hari tertentu. Seperti jelang Ramadhan dan jelang Idul Fitri,” ujarnya,

Namun, Kholifah tidak menghitung secara pasti pendapatan dari tanaman pacar banyu ini. Kholifah sendiri tidak tahu asal bibit bunga ini. Karena yang mencari adalah suaminya, Sunarto, 50. “Saya cari di Gending, di Desa Sumber Kerang. Tapi di sana bunganya ndak dijual, cuma sebagai tanaman pagar saja,” ujar Sunarto.

Sunarto menceritakan, awal mulanya tanaman pacar banyu yang ditanam cuma untuk tanaman pagar di sekitar kolam ikan yang dibuatnya. Tapi ternyata ada beberapa orang yang tertarik untuk membeli bunga dengan alasan campuran untuk bunga nyekar. “Akhirnya ya terus dijual ini,” ujarnya.

Menanam tanaman pacar banyu ini merupakan pekerjaan sampingan. Tanaman yang utama adalah bawang merah, serta beberapa jenis tanaman kacang yang ditanam di pinggir sawah. (rf)