alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Pedagang Pasar Poncol Berharap Pengunjung Berlipat setelah MPP Beroperasi

Ketika malam hari, lebih banyak lapak yang buka. Tapi, kata Cak Mas, lebih banyak pedagangnya ketimbang pembeli yang datang. “Namanya dagang kan nggak pasti. Ada satu dua yang beli, tetap disyukuri,” ungkapnya.

Dia berharap dengan adanya MPP nantinya bisa berimbas positif terhadap usaha pedagang di Pasar Poncol. Setidaknya orang yang datang ke MPP, bisa mampir-mampir ke pasar. Meski sebentar.

Pengennya kalau mal itu jalan lagi ya bisa ikut nguripi pedagang di sini. Siapa tahu orang ngurus KTP sandalnya putus, kan bisa beli di sini,” kata Cak Mas sedikit berkelakar.

Nawir, pedagang yang lain juga masih berharap nasib mujur segera datang. Dia menyadari jika berdagang memang tergantung nasib. “Mau sambat, sambat ke siapa? Kalau kerja di pasar memang tergantung nasib. Rezeki kan sudah ada yang ngatur,” kata pria yang berdagang sejak 2005 silam.

Dia juga merasakan betul imbas tutupnya mal di depan pasar itu. Dia menyebut orang mengenal Pasar Poncol juga sejak adanya mal tersebut. Karena pengunjung mal bukan dari Kota Pasuruan saja. Kadang-kadang juga berasal dari luar kota. Sebagian peziarah yang datang ke makam K.H. Abdul Hamid.

Tapi, penjualannya kemudian merosot tajam seiring tidak beroperasinya mal tersebut. Nawir dulunya bisa dapat sepuluh pembeli setiap harinya. “Sekarang laku tiga saja sudah untung-untungan. Yang penting cukup buat makan,” ungkap warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, itu.

Tapi, terkadang Nawir juga harus pulang dengan tangan hampa. Alias tak membawa penghasilan sama sekali. Sebab, dagangannya tak laku. “Lha wong pas ada PPKM saja sering nggak laku sama sekali. Kalau pas sepi begitu, bayar cicilannya harus ditunda dulu,” bebernya.

Ketika malam hari, lebih banyak lapak yang buka. Tapi, kata Cak Mas, lebih banyak pedagangnya ketimbang pembeli yang datang. “Namanya dagang kan nggak pasti. Ada satu dua yang beli, tetap disyukuri,” ungkapnya.

Dia berharap dengan adanya MPP nantinya bisa berimbas positif terhadap usaha pedagang di Pasar Poncol. Setidaknya orang yang datang ke MPP, bisa mampir-mampir ke pasar. Meski sebentar.

Pengennya kalau mal itu jalan lagi ya bisa ikut nguripi pedagang di sini. Siapa tahu orang ngurus KTP sandalnya putus, kan bisa beli di sini,” kata Cak Mas sedikit berkelakar.

Nawir, pedagang yang lain juga masih berharap nasib mujur segera datang. Dia menyadari jika berdagang memang tergantung nasib. “Mau sambat, sambat ke siapa? Kalau kerja di pasar memang tergantung nasib. Rezeki kan sudah ada yang ngatur,” kata pria yang berdagang sejak 2005 silam.

Dia juga merasakan betul imbas tutupnya mal di depan pasar itu. Dia menyebut orang mengenal Pasar Poncol juga sejak adanya mal tersebut. Karena pengunjung mal bukan dari Kota Pasuruan saja. Kadang-kadang juga berasal dari luar kota. Sebagian peziarah yang datang ke makam K.H. Abdul Hamid.

Tapi, penjualannya kemudian merosot tajam seiring tidak beroperasinya mal tersebut. Nawir dulunya bisa dapat sepuluh pembeli setiap harinya. “Sekarang laku tiga saja sudah untung-untungan. Yang penting cukup buat makan,” ungkap warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, itu.

Tapi, terkadang Nawir juga harus pulang dengan tangan hampa. Alias tak membawa penghasilan sama sekali. Sebab, dagangannya tak laku. “Lha wong pas ada PPKM saja sering nggak laku sama sekali. Kalau pas sepi begitu, bayar cicilannya harus ditunda dulu,” bebernya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/