alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Bersama Tim Penanganan Genangan Kota Pasuruan yang Selalu Standby

Di musim hujan seperti sekarang, mereka menjadi sekelompok orang yang paling sibuk. Terutama saat ada saluran air yang bermasalah atau air yang meluap ke jalan. Di saat seperti itu, mereka lebih mudah dijumpai. Mereka adalah Tim Penanganan Genangan.

———————

HAMPIR seluruh wilayah Kota Pasuruan diguyur hujan, Minggu (14/2) malam. Dan esok harinya atau Senin (15/2), belasan pria mulai bergegas menjalankan tugas.

Mereka lantas membagi tugas menjadi empat tim. Masing-masing tim berangkat ke lokasi berbeda. Bukan sembarang lokasi. Melainkan lokasi-lokasi saluran air yang bermasalah atau tersumbat.

Merekalah Tim Penanganan Genangan yang dibentuk Dinas PUPR Kota Pasuruan. Salah satu tim menuju ke saluran air di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gadingrejo.

Dengan mengenakan bot, dua petugas turun ke dalam saluran di Jalan Ahmad Yani itu. Begitu turun ke saluran, air setinggi leher menyambut mereka.

Lalu, keduanya mulai menarik timbunan sampah yang menyumbat saluran. Seorang petugas yang berdiri di atas saluran, mengumpulkan sampah-sampah yang sudah ditarik. Dengan menggunakan garpu sampah, ia meraih sampah-sampah yang mengapung di atas air.

TERSUMBAT: Tim Penanganan Genangan saat membersihkan saluran air yang tersumbat di Jalan Ahmad Yani Kota Pasuruan.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko menguraikan, Tim Penanganan Genangan dibentuk sejak 2017. Sebagaimana namanya, tim itu bertugas untuk mengantisipasi genangan akibat saluran yang tak berfungsi normal. “Mereka terdiri dari 12 personel,” kata Gustap.

Belasan personel itu bertugas sesuai wilayah kerjanya masing-masing. Satu tim bertanggung jawab mengatasi permasalahan saluran air di sisi barat sungai Gembong. Lalu, satu lagi bertugas di wilayah timur sungai dan tim lainnya bekerja di wilayah perkotaan dan pesisir.

Tim Penanganan Genangan itu sendiri bertugas selama musim hujan. Hal itu dilakukan agar saluran air yang tersumbat bisa segera teratasi. Sehingga, tidak sampai menimbulkan genangan di jalan atau banjir.

“Jadi mereka ini yang menyisir setiap lokasi jalan yang terdampak genangan akibat hujan lebat,” kata Gustap.

Upaya antisipasi genangan itu memang sangat diperlukan ketika musim hujan seperti sekarang. Sebab, saluran yang dipenuhi sampah membuat air tidak mengalir secara lancar. Sehingga, besar kemungkinan meluap ke jalan dan menimbulkan banjir.

“Tim juga bertanggung jawab memantau titik genangan, mencari tahu penyebabnya, hingga mengambil tindakan taktis untuk jalan keluar,” imbuhnya.

Gustap menyebut, ada lebih dari 50 titik saluran yang menjadi tanggung jawab tim tersebut. Namun ada beberapa yang memerlukan perhatian khusus di musim hujan seperti sekarang. Salah satunya saluran di Jalan Ahmad Yani.

“Berdasarkan pengalaman, memang ada beberapa saluran yang sering bermasalah ketika musim hujan. Jadi sifatnya urgen, kami turunkan tim itu. Selebihnya bisa ditangani dengan pemeliharaan rutin,” bebernya. (tom/fun)

Di musim hujan seperti sekarang, mereka menjadi sekelompok orang yang paling sibuk. Terutama saat ada saluran air yang bermasalah atau air yang meluap ke jalan. Di saat seperti itu, mereka lebih mudah dijumpai. Mereka adalah Tim Penanganan Genangan.

———————

HAMPIR seluruh wilayah Kota Pasuruan diguyur hujan, Minggu (14/2) malam. Dan esok harinya atau Senin (15/2), belasan pria mulai bergegas menjalankan tugas.

Mereka lantas membagi tugas menjadi empat tim. Masing-masing tim berangkat ke lokasi berbeda. Bukan sembarang lokasi. Melainkan lokasi-lokasi saluran air yang bermasalah atau tersumbat.

Merekalah Tim Penanganan Genangan yang dibentuk Dinas PUPR Kota Pasuruan. Salah satu tim menuju ke saluran air di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gadingrejo.

Dengan mengenakan bot, dua petugas turun ke dalam saluran di Jalan Ahmad Yani itu. Begitu turun ke saluran, air setinggi leher menyambut mereka.

Lalu, keduanya mulai menarik timbunan sampah yang menyumbat saluran. Seorang petugas yang berdiri di atas saluran, mengumpulkan sampah-sampah yang sudah ditarik. Dengan menggunakan garpu sampah, ia meraih sampah-sampah yang mengapung di atas air.

TERSUMBAT: Tim Penanganan Genangan saat membersihkan saluran air yang tersumbat di Jalan Ahmad Yani Kota Pasuruan.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko menguraikan, Tim Penanganan Genangan dibentuk sejak 2017. Sebagaimana namanya, tim itu bertugas untuk mengantisipasi genangan akibat saluran yang tak berfungsi normal. “Mereka terdiri dari 12 personel,” kata Gustap.

Belasan personel itu bertugas sesuai wilayah kerjanya masing-masing. Satu tim bertanggung jawab mengatasi permasalahan saluran air di sisi barat sungai Gembong. Lalu, satu lagi bertugas di wilayah timur sungai dan tim lainnya bekerja di wilayah perkotaan dan pesisir.

Tim Penanganan Genangan itu sendiri bertugas selama musim hujan. Hal itu dilakukan agar saluran air yang tersumbat bisa segera teratasi. Sehingga, tidak sampai menimbulkan genangan di jalan atau banjir.

“Jadi mereka ini yang menyisir setiap lokasi jalan yang terdampak genangan akibat hujan lebat,” kata Gustap.

Upaya antisipasi genangan itu memang sangat diperlukan ketika musim hujan seperti sekarang. Sebab, saluran yang dipenuhi sampah membuat air tidak mengalir secara lancar. Sehingga, besar kemungkinan meluap ke jalan dan menimbulkan banjir.

“Tim juga bertanggung jawab memantau titik genangan, mencari tahu penyebabnya, hingga mengambil tindakan taktis untuk jalan keluar,” imbuhnya.

Gustap menyebut, ada lebih dari 50 titik saluran yang menjadi tanggung jawab tim tersebut. Namun ada beberapa yang memerlukan perhatian khusus di musim hujan seperti sekarang. Salah satunya saluran di Jalan Ahmad Yani.

“Berdasarkan pengalaman, memang ada beberapa saluran yang sering bermasalah ketika musim hujan. Jadi sifatnya urgen, kami turunkan tim itu. Selebihnya bisa ditangani dengan pemeliharaan rutin,” bebernya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/