alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Cerita Pasutri Perajin Mutiara Pasuruan Nekat Resign dari Bank

Keduanya memasarkan produk aksesori mutiara itu ke tetangga dan teman-temannya. Di awal merintis usaha itu, pesanan yang masuk antara tujuh hingga delapan buah sehari.

Proses pembuatan dengan sistem preorder (PO) maksimal tiga hari. Namun, jika ada order masuk dan meminta cepat, maka order itu didahulukan.

Usaha ini terus berkembang. Hingga akhirnya, pada 2018 Adip memutuskan resign atau mengundurkan diri dari profesinya di dunia perbankan. Dia dan istri lantas menekuni penuh usaha itu.

“Alhamdulillah pemasaran usaha ini semakin meningkat setiap bulannya. Pada Juli 2018 saya memutuskan resign dan membantu istri penuh di usaha aksesori mutiara ini,” tutur Adip.

Agar produknya semakin dikenal, keduanya memasarkan door to door produk mereka ke perumahan-perumahan di Kota Pasuruan. Mereka juga sering mengikuti pameran yang digelar oleh Pemkot Pasuruan dan di luar Kota Pasuruan. Produknya pun semakin laris. Mereka lantas semakian memperluas pemasarannya.

Saat ini, usaha aksesori mutiara yang diberi nama Aononie Pearls ini dipasarkan melalui e-commerce, medsos, hingga kerja sama dengan dua hotel di Pasuruan dan satu hotel di Probolinggo. Setiap harinya mereka bisa menerima order hingga 15 paket dan memiliki 100 reseller di seluruh Indonesia.

Dengan permintaan yang makin banyak, kini kerajinan itu tidak bisa lagi hanya dikerjakan mereka berdua. Karena itu, keduanya pun merekrut karyawan. Kini, ada tujuh karyawan yang mereka pekerjakan.

Keduanya memasarkan produk aksesori mutiara itu ke tetangga dan teman-temannya. Di awal merintis usaha itu, pesanan yang masuk antara tujuh hingga delapan buah sehari.

Proses pembuatan dengan sistem preorder (PO) maksimal tiga hari. Namun, jika ada order masuk dan meminta cepat, maka order itu didahulukan.

Usaha ini terus berkembang. Hingga akhirnya, pada 2018 Adip memutuskan resign atau mengundurkan diri dari profesinya di dunia perbankan. Dia dan istri lantas menekuni penuh usaha itu.

“Alhamdulillah pemasaran usaha ini semakin meningkat setiap bulannya. Pada Juli 2018 saya memutuskan resign dan membantu istri penuh di usaha aksesori mutiara ini,” tutur Adip.

Agar produknya semakin dikenal, keduanya memasarkan door to door produk mereka ke perumahan-perumahan di Kota Pasuruan. Mereka juga sering mengikuti pameran yang digelar oleh Pemkot Pasuruan dan di luar Kota Pasuruan. Produknya pun semakin laris. Mereka lantas semakian memperluas pemasarannya.

Saat ini, usaha aksesori mutiara yang diberi nama Aononie Pearls ini dipasarkan melalui e-commerce, medsos, hingga kerja sama dengan dua hotel di Pasuruan dan satu hotel di Probolinggo. Setiap harinya mereka bisa menerima order hingga 15 paket dan memiliki 100 reseller di seluruh Indonesia.

Dengan permintaan yang makin banyak, kini kerajinan itu tidak bisa lagi hanya dikerjakan mereka berdua. Karena itu, keduanya pun merekrut karyawan. Kini, ada tujuh karyawan yang mereka pekerjakan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/