alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Friday, 24 September 2021

Hilangkan Trauma Anak-Anak Korban Ledakan Bondet Gondang Wetan

Ledakan hebat bondet yang terjadi Sabtu (11/9) di Dusun Macanputih, Desa Pekangkungan, Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, menyebabkan ketakutan pada anak-anak di sekitar. Polres Pasuruan Kota (Polresta) pun melakukan pendampingan untuk menghilangkan ketakutan tersebut.

MUKHAMAD ROSYIDI, Gondang Wetan, Radar Bromo

SIANG itu, lagu Naik-naik ke Puncak Gunung terdengar di Dusun Macanputih. Suara nyanyian itu terdengar cukup riang. Tawa ceria sesekali terdengar dari teras rumah seorang warga.

Di situ, sekitar 25 anak-anak berkumpul. Mereka bernyanyi dan bermain bersama. Wajah mereka terlihat sangat ceria. Tidak ada wajah ketakutan seperti saat ledakan bom ikan itu terjadi di sana.

Sejumlah anggota polisi dari Polres Pasuruan Kota ada di sekitar mereka. Menemani dan menghibur mereka. Seorang petugas kepolisian dengan rompi bertuliskan “Psikologi Kepolisian” mengajak anak-anak itu bermain tebak-tebakan.

NYANYI BARENG: Sejumlah bocah korban ledakan bondet di Gondang Wetan saat dihibur petugas. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Sesekali, beberapa anak diminta berdiri dan ditanyai seputar kegiatan mereka sehari-hari. Mulai sekolah, makan, hingga bermain.

Ada yang malu-malu dan ada juga yang dengan cepat maju. Mereka sepertinya telah lupa dengan ledakan yang baru saja terjadi itu.

“Ayo nyanyi lagi,” kata seorang Polwan yang bertugas memandu acara tersebut.

“Ayo, ayo, nyanyi apa bu,” jawan anak-anak itu serempak

Tidak menunggu persetujuan, Polwan itu pun langsung menyanyikan lagu anak-anak yang mudah dikenal. Sontak, anak- anak itu langsung mengikuti.

Mereka kembali menyanyikan lagu dengan riang gembira. Kesedihan yang sebelumnya menyelimuti, seketika hilang dan kembali ceria.

Blaarr, Bapak-Anak di Gondang Wetan Tewas usai Rumahnya Meledak

Rombongan Wakil Bupati Pasuruan Abdul Mujib Imron didampingi Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman dan Dandim 0819 Pasuruan Letkol Infanteri Nyarman sempat mengikuti kegiatan itu. Bahkan, mereka juga ikut menghibur anak-anak dengan memberikan hadiah berupa jajanan.

Hadiah jajanan itu diberikan pada anak-anak yang berani menjawab pertanyaan. Setelah itu, beberapa anak lain yang tidak menjawab juga diberi jajanan.

DN, 8, sempat berbincang dengan Jawa Pos Radar Bromo. Ia menceritakan apa yang dialaminya kala ledakan terjadi. Ia sendiri tidak begitu ingat seperti apa suasana yang terjadi kala itu. Namun, yang diingatnya adalah suara ledakan yang begitu kencang dan memekakan telinga.

Karena itu, ia ketakutan dan sempat gemetar. “Saya takut, suaranya kencang sekali,” katanya bercerita singkat.

Kejadian itu masih diingatnya kemarin. “Tidak nangis sih. Cuma takut kayak ada perang bom jatuh,” ujarnya.

Ledakan hebat bondet yang terjadi Sabtu (11/9) di Dusun Macanputih, Desa Pekangkungan, Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, menyebabkan ketakutan pada anak-anak di sekitar. Polres Pasuruan Kota (Polresta) pun melakukan pendampingan untuk menghilangkan ketakutan tersebut.

MUKHAMAD ROSYIDI, Gondang Wetan, Radar Bromo

SIANG itu, lagu Naik-naik ke Puncak Gunung terdengar di Dusun Macanputih. Suara nyanyian itu terdengar cukup riang. Tawa ceria sesekali terdengar dari teras rumah seorang warga.

Di situ, sekitar 25 anak-anak berkumpul. Mereka bernyanyi dan bermain bersama. Wajah mereka terlihat sangat ceria. Tidak ada wajah ketakutan seperti saat ledakan bom ikan itu terjadi di sana.

Sejumlah anggota polisi dari Polres Pasuruan Kota ada di sekitar mereka. Menemani dan menghibur mereka. Seorang petugas kepolisian dengan rompi bertuliskan “Psikologi Kepolisian” mengajak anak-anak itu bermain tebak-tebakan.

NYANYI BARENG: Sejumlah bocah korban ledakan bondet di Gondang Wetan saat dihibur petugas. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Sesekali, beberapa anak diminta berdiri dan ditanyai seputar kegiatan mereka sehari-hari. Mulai sekolah, makan, hingga bermain.

Ada yang malu-malu dan ada juga yang dengan cepat maju. Mereka sepertinya telah lupa dengan ledakan yang baru saja terjadi itu.

“Ayo nyanyi lagi,” kata seorang Polwan yang bertugas memandu acara tersebut.

“Ayo, ayo, nyanyi apa bu,” jawan anak-anak itu serempak

Tidak menunggu persetujuan, Polwan itu pun langsung menyanyikan lagu anak-anak yang mudah dikenal. Sontak, anak- anak itu langsung mengikuti.

Mereka kembali menyanyikan lagu dengan riang gembira. Kesedihan yang sebelumnya menyelimuti, seketika hilang dan kembali ceria.

Blaarr, Bapak-Anak di Gondang Wetan Tewas usai Rumahnya Meledak

Rombongan Wakil Bupati Pasuruan Abdul Mujib Imron didampingi Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman dan Dandim 0819 Pasuruan Letkol Infanteri Nyarman sempat mengikuti kegiatan itu. Bahkan, mereka juga ikut menghibur anak-anak dengan memberikan hadiah berupa jajanan.

Hadiah jajanan itu diberikan pada anak-anak yang berani menjawab pertanyaan. Setelah itu, beberapa anak lain yang tidak menjawab juga diberi jajanan.

DN, 8, sempat berbincang dengan Jawa Pos Radar Bromo. Ia menceritakan apa yang dialaminya kala ledakan terjadi. Ia sendiri tidak begitu ingat seperti apa suasana yang terjadi kala itu. Namun, yang diingatnya adalah suara ledakan yang begitu kencang dan memekakan telinga.

Karena itu, ia ketakutan dan sempat gemetar. “Saya takut, suaranya kencang sekali,” katanya bercerita singkat.

Kejadian itu masih diingatnya kemarin. “Tidak nangis sih. Cuma takut kayak ada perang bom jatuh,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU