alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Mengintip Pembinaan Warga Binaan Rutan Bangil: Ada Pengajian hingga Karaoke

Hidup di lingkungan yang serba terbatas, membuat warga binaan Rutan Bangil kerap dihantui rasa stres. Untuk menghindari stres, warga binaan harus diberi sejumlah aktivitas positif.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

Lantunan ayat suci Alquran terdengar nyaring di musala Rutan Bangil. Ayat-ayat suci itu mereka dengungkan dengan seirama. Cukup lama, sekitar 45 menit.

Pemandangan itu, hampir bisa disaksikan setiap harinya. Mulai hari Senin hingga Kamis. Pihak Rutan sengaja mengajak mereka ngaji bersama-sama untuk meningkatkan ketakwaan masing-masing.

Seperti yang terpantau Kamis (12/9). Sejumlah warga binaan perempuan di Rutan Bangil, terlihat khusyuk mengaji. Mereka mengaji bersama dengan dipandu seorang ustad yang sengaja didatangkan oleh pihak Rutan Bangil.

“Kegiatan ngaji ini, dilakukan bergiliran. Pagi sekitar pukul pukul 07.00 sampai 08.00, warga binaan laki-laki yang mengaji. Selanjutnya, pukul 08.00 hingga 08.45, giliran warga binaan perempuan,” kata Wahyu Indarto, kepala Rutan Bangil.

Menurut Wahyu –sapaan akrabnya-, kegiatan mengaji merupakan hal rutin yang dilakoni warga binaan. Bahkan, menjadi hal wajib bagi warga binaan muslim.

Bila tidak, ada sanksi yang diberikan. Yakni, tidak diperkenankan untuk kunjungan. Menurut Wahyu, kegiatan pengajian tersebut, bukan tanpa manfaat.

Selain untuk meningkatkan ketakwaan, juga dimaksudkan untuk mengisi waktu lenggang. Sehingga, warga binaan di Rutan Bangil tidak berpikir hal macam-macam hingga berujung stres.

“Ini merupakan upaya agar warga binaan semakin bertakwa dan mencegah hal-hal negatif. Seperti stres dan keinginan untuk kabur,” sampainya.

Sebab, potensi tahanan stres yang akhirnya berniatan kabur tetap saja ada. Beberapa kali, pihaknya menemukan warga binaan nyaris kabur. Ada yang dengan menaiki pagar saat warga binaan lain dan petugas salat Jumat.

Ada pula yang hendak membakar ruangan, dengan korek yang “diselundupkan”. “Untungnya, hal itu cepat diketahui. Sehingga, rencana kabur dan melakukan pembakaran Rutan tak sampai terjadi,” sambungnya.

Selain kegiatan pengajian, ada kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan. Untuk Jumat dan Sabtu misalnya, warga binaan diajak untuk senam bersama. Sementara untuk Minggu, agendanya bersih-bersih bersama di Rutan Bangil.

Banyaknya kegiatan di Rutan Bangil ini sengaja dibuat agar 558 warga binaan tersebut tidak nganggur. Mereka punya aktivitas positif sehingga mencegah hal-hal negatif.

Bahkan, ketika hari Minggu, warga binaan diajak “senang-senang”. Mulai nonton film bersama hingga karaoke bersama. “Kebetulan, kalau Minggu kan tidak ada kunjungan. Makanya diisi kegiatan yang menyenangkan,” urainya.

Menurut Wahyu, warga Binaan Rutan Bangil juga diberi keterampilan. Keterampilan itu sengaja diberikan agar bisa berguna ketika mereka sudah keluar tahanan. (mie)

Hidup di lingkungan yang serba terbatas, membuat warga binaan Rutan Bangil kerap dihantui rasa stres. Untuk menghindari stres, warga binaan harus diberi sejumlah aktivitas positif.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

Lantunan ayat suci Alquran terdengar nyaring di musala Rutan Bangil. Ayat-ayat suci itu mereka dengungkan dengan seirama. Cukup lama, sekitar 45 menit.

Pemandangan itu, hampir bisa disaksikan setiap harinya. Mulai hari Senin hingga Kamis. Pihak Rutan sengaja mengajak mereka ngaji bersama-sama untuk meningkatkan ketakwaan masing-masing.

Seperti yang terpantau Kamis (12/9). Sejumlah warga binaan perempuan di Rutan Bangil, terlihat khusyuk mengaji. Mereka mengaji bersama dengan dipandu seorang ustad yang sengaja didatangkan oleh pihak Rutan Bangil.

“Kegiatan ngaji ini, dilakukan bergiliran. Pagi sekitar pukul pukul 07.00 sampai 08.00, warga binaan laki-laki yang mengaji. Selanjutnya, pukul 08.00 hingga 08.45, giliran warga binaan perempuan,” kata Wahyu Indarto, kepala Rutan Bangil.

Menurut Wahyu –sapaan akrabnya-, kegiatan mengaji merupakan hal rutin yang dilakoni warga binaan. Bahkan, menjadi hal wajib bagi warga binaan muslim.

Bila tidak, ada sanksi yang diberikan. Yakni, tidak diperkenankan untuk kunjungan. Menurut Wahyu, kegiatan pengajian tersebut, bukan tanpa manfaat.

Selain untuk meningkatkan ketakwaan, juga dimaksudkan untuk mengisi waktu lenggang. Sehingga, warga binaan di Rutan Bangil tidak berpikir hal macam-macam hingga berujung stres.

“Ini merupakan upaya agar warga binaan semakin bertakwa dan mencegah hal-hal negatif. Seperti stres dan keinginan untuk kabur,” sampainya.

Sebab, potensi tahanan stres yang akhirnya berniatan kabur tetap saja ada. Beberapa kali, pihaknya menemukan warga binaan nyaris kabur. Ada yang dengan menaiki pagar saat warga binaan lain dan petugas salat Jumat.

Ada pula yang hendak membakar ruangan, dengan korek yang “diselundupkan”. “Untungnya, hal itu cepat diketahui. Sehingga, rencana kabur dan melakukan pembakaran Rutan tak sampai terjadi,” sambungnya.

Selain kegiatan pengajian, ada kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan. Untuk Jumat dan Sabtu misalnya, warga binaan diajak untuk senam bersama. Sementara untuk Minggu, agendanya bersih-bersih bersama di Rutan Bangil.

Banyaknya kegiatan di Rutan Bangil ini sengaja dibuat agar 558 warga binaan tersebut tidak nganggur. Mereka punya aktivitas positif sehingga mencegah hal-hal negatif.

Bahkan, ketika hari Minggu, warga binaan diajak “senang-senang”. Mulai nonton film bersama hingga karaoke bersama. “Kebetulan, kalau Minggu kan tidak ada kunjungan. Makanya diisi kegiatan yang menyenangkan,” urainya.

Menurut Wahyu, warga Binaan Rutan Bangil juga diberi keterampilan. Keterampilan itu sengaja diberikan agar bisa berguna ketika mereka sudah keluar tahanan. (mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/