alexametrics
24.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Saat Sampah Dihargai Emas di Bank Sampah Kenari Indah Probolinggo

Banyak cara dilakukan untuk menarik minat warga memilah sampah. Salah satunya mengubah sampah menjadi tabungan emas. Hal ini cukup efektif untuk menarik nasabah baru di Bank sampah Kenari Indah, Jrebeng Wetan.

RIDHOWATI SAPUTRI, Kedopok, Radar Bromo

Sampai saat ini pengelolaan sampah masih menjadi masalah tersendiri di Kota Probolinggo. Bahkan, TPA Bestari saat ini kapasitasnya semakin terbatas.

Memilah sampah pun menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA Bestari. Sayangnya, belum semua warga memiliki inisiatif untuk memilah sampah. Sehingga, residu sampah yang masuk ke TPA berkurang.

Di antara warga yang sedikit dan bersedia mengelola sampah itu adalah Syaifudin Zuhri, penanggung jawab bank sampah Kenari Indah di Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok. Berawal dari sosialisasi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo pada 2014, Syaifudin berinisiatif mengembangkan bank sampah di lingkungannya.

“Kebetulan saya ketua RW 3. Jadi saya ajak warga memilah sampah dan menjualnya di bank sampah. Barang-barang itu dikumpulkan di rumah saya awalnya. Baru kemudian dijual ke bank sampah induk di TPA Anggrek,” ujarnya.

Pada tahun 2014, ada 35 KK di lingkungannya yang aktif menyetorkan sampah untuk dikirim ke bank sampah Kenari Indah. Namun, jumlah itu sempat tersisa 20-25 KK. Meski demikian, kondisi itu tidak menyurutkan pengurus Bank sampah kenari Indah untuk melanjutkan programnya memilah, mengolah dan memanfaatkan sampah.

Lalu pada tahun 2019, Bank Sampah Kenari Indah mendapat tawaran dari Pegadaian untuk terlibat dalam pengelolaan sampah. “Tahun 2019 itu, Pegadaian memiliki program kerja sama dengan bank sampah. Untuk wilayah Probolinggo, Lumajang, jember, Situbondo, kami yang dipilih untuk dilibatkan kerja sama dengan pegadaian,” ujarnya.

Dalam program ini, hasil penjualan sampah warga disetorkan dalam bentuk tabungan emas. Hasil penjualan dengan nominal yang seperti Rp 10 ribu pun bisa disetorkan dalam tabungan emas.

“Jadi, setiap nasabah itu punya tabungan emas. Mereka juga bisa mengecek tabungan emas melalui aplikasi di ponsel androidnya,” ujarnya.

Ternyata, inovasi menggabungkan program bank sampah dengan tabungan emas menarik antusiasme masyarakat. Sampai saat ini sudah ada 200 nasabah yang bergabung di bank sampah Kenari Indah.

“Tidak hanya dari RW III yang menjadi nasabah, tapi dari RW lain di Jrebeng Wetan. Ada yang menabung secara individual, ada yang secara kolektif untuk kelompok,” ujarnya.

Saat ditemui kemarin di gudang Bank Sampah Kenari Indah, Syaifudin sedang memilah sampah dibantu oleh pengurus bank sampah lain. Ada istrinya, Listijowati sebagai sekretaris, juga ada manajer Bank Sampah Wulan Suci serta seorang mahasiswi KKN asal IAIN Jember. Mereka sibuk menimbang sampah.

“Biasanya penimbangan dan pemilahan sampah dilakukan dua minggu sekali. Sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Seperti kertas, botol kaca, botol plastik bening, botol plastik berwarna. Lalu, plastik kertas dipilah berdasarkan jenisnya. Sekali kirim ke bank sampah induk bisa sampai 2 kuintal,” ujarnya.

Beruntung, Bank Sampah Kenari Indah telah memiliki 1 unit kendaraan operasional bantuan dari Pegadaian. Kendaraan roda tiga ini yang digunakan untuk mengangkut sampah yang dikumpulkan oleh warga ke bank sampah induk.

“Kami juga menerima minyak jelantah dari warga. Ada yang dikumpulkan ke pengepul, ada juga yang diolah dan didaur ulang untuk sabun dan lilin,” ujarnya.

Beberapa produk daur ulang karya nasabah Bank Sampah Kenari Indah juga dipajang di galeri yang ada di sekretariat bank sampah. Beberapa barang daur ulang seperti sabun tangan dan lilin berwarna warni juga ikut dipajang.

“Sementaa ini, baru dibuat untuk sabun cuci tangan dan lilin. Nanti bertahap untuk sabun mandi,” ujarnya.

Syaifudin juga menunjukkan beberapa botol hias berwarna-warni yang juga kreasi nasabah bank sampah.

“Botolnya ini terbuat dari botol bekas. Kemudian dilapis dengan gypsum dan dicat warna warni. Barang-barang ini bisa dipesan untuk suvenir pernikahan,” ujarnya. (hn)

Banyak cara dilakukan untuk menarik minat warga memilah sampah. Salah satunya mengubah sampah menjadi tabungan emas. Hal ini cukup efektif untuk menarik nasabah baru di Bank sampah Kenari Indah, Jrebeng Wetan.

RIDHOWATI SAPUTRI, Kedopok, Radar Bromo

Sampai saat ini pengelolaan sampah masih menjadi masalah tersendiri di Kota Probolinggo. Bahkan, TPA Bestari saat ini kapasitasnya semakin terbatas.

Memilah sampah pun menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA Bestari. Sayangnya, belum semua warga memiliki inisiatif untuk memilah sampah. Sehingga, residu sampah yang masuk ke TPA berkurang.

Di antara warga yang sedikit dan bersedia mengelola sampah itu adalah Syaifudin Zuhri, penanggung jawab bank sampah Kenari Indah di Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok. Berawal dari sosialisasi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo pada 2014, Syaifudin berinisiatif mengembangkan bank sampah di lingkungannya.

“Kebetulan saya ketua RW 3. Jadi saya ajak warga memilah sampah dan menjualnya di bank sampah. Barang-barang itu dikumpulkan di rumah saya awalnya. Baru kemudian dijual ke bank sampah induk di TPA Anggrek,” ujarnya.

Pada tahun 2014, ada 35 KK di lingkungannya yang aktif menyetorkan sampah untuk dikirim ke bank sampah Kenari Indah. Namun, jumlah itu sempat tersisa 20-25 KK. Meski demikian, kondisi itu tidak menyurutkan pengurus Bank sampah kenari Indah untuk melanjutkan programnya memilah, mengolah dan memanfaatkan sampah.

Lalu pada tahun 2019, Bank Sampah Kenari Indah mendapat tawaran dari Pegadaian untuk terlibat dalam pengelolaan sampah. “Tahun 2019 itu, Pegadaian memiliki program kerja sama dengan bank sampah. Untuk wilayah Probolinggo, Lumajang, jember, Situbondo, kami yang dipilih untuk dilibatkan kerja sama dengan pegadaian,” ujarnya.

Dalam program ini, hasil penjualan sampah warga disetorkan dalam bentuk tabungan emas. Hasil penjualan dengan nominal yang seperti Rp 10 ribu pun bisa disetorkan dalam tabungan emas.

“Jadi, setiap nasabah itu punya tabungan emas. Mereka juga bisa mengecek tabungan emas melalui aplikasi di ponsel androidnya,” ujarnya.

Ternyata, inovasi menggabungkan program bank sampah dengan tabungan emas menarik antusiasme masyarakat. Sampai saat ini sudah ada 200 nasabah yang bergabung di bank sampah Kenari Indah.

“Tidak hanya dari RW III yang menjadi nasabah, tapi dari RW lain di Jrebeng Wetan. Ada yang menabung secara individual, ada yang secara kolektif untuk kelompok,” ujarnya.

Saat ditemui kemarin di gudang Bank Sampah Kenari Indah, Syaifudin sedang memilah sampah dibantu oleh pengurus bank sampah lain. Ada istrinya, Listijowati sebagai sekretaris, juga ada manajer Bank Sampah Wulan Suci serta seorang mahasiswi KKN asal IAIN Jember. Mereka sibuk menimbang sampah.

“Biasanya penimbangan dan pemilahan sampah dilakukan dua minggu sekali. Sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Seperti kertas, botol kaca, botol plastik bening, botol plastik berwarna. Lalu, plastik kertas dipilah berdasarkan jenisnya. Sekali kirim ke bank sampah induk bisa sampai 2 kuintal,” ujarnya.

Beruntung, Bank Sampah Kenari Indah telah memiliki 1 unit kendaraan operasional bantuan dari Pegadaian. Kendaraan roda tiga ini yang digunakan untuk mengangkut sampah yang dikumpulkan oleh warga ke bank sampah induk.

“Kami juga menerima minyak jelantah dari warga. Ada yang dikumpulkan ke pengepul, ada juga yang diolah dan didaur ulang untuk sabun dan lilin,” ujarnya.

Beberapa produk daur ulang karya nasabah Bank Sampah Kenari Indah juga dipajang di galeri yang ada di sekretariat bank sampah. Beberapa barang daur ulang seperti sabun tangan dan lilin berwarna warni juga ikut dipajang.

“Sementaa ini, baru dibuat untuk sabun cuci tangan dan lilin. Nanti bertahap untuk sabun mandi,” ujarnya.

Syaifudin juga menunjukkan beberapa botol hias berwarna-warni yang juga kreasi nasabah bank sampah.

“Botolnya ini terbuat dari botol bekas. Kemudian dilapis dengan gypsum dan dicat warna warni. Barang-barang ini bisa dipesan untuk suvenir pernikahan,” ujarnya. (hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/