alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Proyek Wisata Religi Terintegrasi Berjalan Bikin PKL Kucing-kucingan

Dimulainya proyek pembangunan kawasan wisata religi terintegrasi di Kota Pasuruan, membuat pedagang kaki lima di alun-alun harus sabar. Mereka harus berjualan di titik relokasi yang sudah ditentukan Pemkot Pasuruan. Ada yang menerima, tetapi juga ada yang bandel.

FUAD ALYZEN, Panggungrejo, Radar Bromo

TEPAT pukul 16.00 mobil patroli milik Satpol PP melintas di kawasan Alun-alun Pasuruan. Di bak belakang mobil itu terdapat lima belas personel yang berseragam coklat. Ada pula dua personel polisi dan Dishub yang ikut.

Belum saja personel turun dari mobil, dua lelaki terlihat mendorong gerobaknya. Mereka langsung masuk ke sebuah gang kecil. Tetapi ada pula yang tetap berjalan, meski akhirnya dihentikan petugas.

SUDAH DIKASIH TEMPAT: Sebelum penertiban, PKL sudah diberi lokasi untuk berjualan. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

“Mohon maaf Pak, sekarang tidak boleh berjualan di alun-alun. Selama ada proyek, kawasan di sini tidak diperkenankan untuk berjualan,” kata salah satu petugas, Selasa (12/7) sore.

Mendapat teguran dari Satpol PP, PKL yang akrab disapa Mas Kacong itu berkilah. Dia membela diri. “Saya ini gak jualan. Lihat saja gerobak saya tak ada isinya,” kata Mas Kacong sembari mendorong rombong birunya.

Dimulainya proyek pembangunan kawasan wisata religi terintegrasi di Kota Pasuruan, membuat pedagang kaki lima di alun-alun harus sabar. Mereka harus berjualan di titik relokasi yang sudah ditentukan Pemkot Pasuruan. Ada yang menerima, tetapi juga ada yang bandel.

FUAD ALYZEN, Panggungrejo, Radar Bromo

TEPAT pukul 16.00 mobil patroli milik Satpol PP melintas di kawasan Alun-alun Pasuruan. Di bak belakang mobil itu terdapat lima belas personel yang berseragam coklat. Ada pula dua personel polisi dan Dishub yang ikut.

Belum saja personel turun dari mobil, dua lelaki terlihat mendorong gerobaknya. Mereka langsung masuk ke sebuah gang kecil. Tetapi ada pula yang tetap berjalan, meski akhirnya dihentikan petugas.

SUDAH DIKASIH TEMPAT: Sebelum penertiban, PKL sudah diberi lokasi untuk berjualan. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

“Mohon maaf Pak, sekarang tidak boleh berjualan di alun-alun. Selama ada proyek, kawasan di sini tidak diperkenankan untuk berjualan,” kata salah satu petugas, Selasa (12/7) sore.

Mendapat teguran dari Satpol PP, PKL yang akrab disapa Mas Kacong itu berkilah. Dia membela diri. “Saya ini gak jualan. Lihat saja gerobak saya tak ada isinya,” kata Mas Kacong sembari mendorong rombong birunya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/