Petugas Damkar dan DLH Siaga Suplai Air Bersih selama Air PDAM Mampet

Selama aliran air PDAM Kota Probolinggo mati sejak Sabtu (8/2), 19 ribu lebih pelanggan di kota kekurangan air bersih. Dan sejak Senin (10/2), distribusi air bersih diberikan oleh sejumlah intansi di Kota Probolinggo.

RIZKY PUTRA DINASTI, Probolinggo, Radar Bromo

Ribuan liter air didistribusikan ke sejumlah titik di Kota Probolinggo melalui truk tangki. Puluhan petugas dari sejumlah instansi terlibat proses itu.

Mulai BPBD Kabupaten Probolinggo, Kota, dan Kabupaten Pasuruan. Lalu, Yon Zipur 10 Probolinggo, Damkar, dan DLH Kota Probolinggo. Serta, Polresta Probolinggo dan Kodim 0820.

Bukan tanpa alasan. Terhitung sejak Sabtu (8/2) sambungan pipa utama PDAM Kota Probolinggo mengalami kebocoran. Sebanyak 19 ribu lebih pelanggan pun terdampak. Mereka kekurangan air bersih.

Demi memenuhi kebutuhan air bersih, sejumlah pihak dilibatkan untuk menyuplai air bersih pada warga yang terdampak. Seperti yang terlihat Jalan Ikan Kerapu, Mayangan.

Selasa (11/2) itu, dua petugas DLH Kota Probolinggo sedang menyambungkan pipa dari truk tangki ke slang di sebuah rumah warga. Matahari yang tepat di atas kepala tak menggoyahkan semangat mereka untuk menyuplai air bersih. Keringat menetes dari dahi para petugas ini. Namun, mereka bisa tertawa.

Surya, 35, warga Kelurahan Mangunharjo dan Saleh, 54, warga Kelurahan Sukabumi, menyambungkan pipa ke rumah warga. Maklum saja, truk penyuplai air bersih hanya bisa berhenti di depan gang. Selanjutnya, dengan menyambungkan slang, diharapkan warga dapat menerima air bersih.

“Truknya tidak bisa masuk. Jadi, terpaksa truk ada di depan gang dan untuk suplai air, kami sambung dengan slang. Sehingga, warga yang ada di gang 4 ini tidak terlalu jauh mengambilnya,” terang Surya.

Menurut Surya, sebanyak enam unit truk tangki milik DLH kota diturunkan untuk membantu suplai air bersih. Namun, air itu tidak direkomendasikan untuk minum.

“Truk tangkinya kami bersihkan dulu. Lalu, kami mengambil air langsung di sumber mata air di Jalan Supriyadi. Hanya saja, saya menyarankan tidak untuk diminum,” terang Surya.

Maklum saja, truk tangki itu biasa digunakan untuk menyiram tanaman. Penyuplaian air bersih itu menurutnya dilakukan mulai Senin (10/2).

“Pada hari Senin kami mulai menyuplai air pada pukul 18.00 hingga pukul 21.00. Sebab, perintah dari atasan pukul 21.00 ke atas dipakai untuk istirahat,” terangnya.

Distribusi air dilanjutkan Selasa (11/2) pukul 05.30. Hingga Selasa siang, Surya beserta rekannya terus menyuplai titik-titik yang membutuhkan air.

“Jadi banyak warga yang minta air lewat 112 dan diteruskan ke DLH. Selanjutnya, DLH kontak petugas lapangan untuk merapat ke titik yang membutuhkan suplai air bersih,” bebernya.

Meski tugasnya betambah, tak hanya menyiram tanaman, Saleh mengaku senang. Sebab, bisa membantu warga yang saat ini sedang membutuhkan air bersih.

“Kami harus siaga selama PDAM masih mati. Siaga bolak balik isi tangki untuk menyuplai warga. Namun, kami bangga dan senang bisa membantu,” bebernya.

Hal serupa dirasakan petugas Damkar Kota Probolinggo, Abdullah. Bersama timnya, Kasi Damkar itu bolak-balik mengisi air bersih di tangki. Bahkan, Selasa siang itu, mereka 10 kali mengisi air bersih.

“Mulai Senin, kami siap suplai air bersih. Bahkan, dua truk tangki selalu kami siapkan,” bebernya.

Selasa (11/2) saat ditemui, Abdullah beserta dua unit damkar berukuran kecil dan besar sedang menyuplai air bersih di Jl Lumba-Lumba, Mayangan. “Yang kecil berkapasitas 2 ribu liter ini kami isi penuh air. Sementara yang berkapasitas 10 ribu liter untuk tandon dan suplai jika dibutuhkan,” tandasnya. (hn)