alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Cerita Jubir Satgas Covid-19 Kab Probolinggo; Swab 2 Minggu Sekali

Sejak Agustus 2020, dr. Dewi Vironica ditunjuk Bupati Probolinggo menjadi juru bicara ketua pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo. Sejak itu pula, dia harus membuat rilis perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo setiap hari.

ARIF MASHUDI, Dringu, Radar Bromo

MENCARI waktu luang untuk bertemu dr. Dewi Vironica tidaklah mudah. Jubir ketua pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo (selanjuatnya disebut jubir Satgas Penanganan Covid-19) itu sering sekali mengikuti rapat koordinasi (rakor). Belum lagi kegiatan lain di luar rakor.

Dokter Dewi misalnya, juga mernjadi koordinator pelaksanaan swab antigen masal di Kabupaten Probolinggo. Tidak heran, dia sering berada di lokasi swab antigen masal.

”Baru selesai kegiatan swab antigen di Pasar Semampir Kraksaan. Ini baru (siang) selesai,” kata dokter kelahiran Balikpapan, 24 April 1981 itu.

Dewi mengaku, dirinya ditunjuk sebagai jubir Satgas Pelaksanaan Covid-19 pada Agustus 2020. Tidak pernah terpikir dan tidak ada keinginan menjadi jubir satgas yang menangani pandemi itu sebelumnya. Bahkan, saat ditunjuk sebagai jubir di sebuah rakor kepala OPD, dirinya malah tidak ikut rakor tersebut.

”Tidak pernah ada omongan atau penawaran sebelumnya menjadi jubir. Intinya, dipilih yang tahu soal Covid-19. Tidak harus berlatar belakang dokter sebenarnya. Tapi saya tidak tahu alasan pasnya,” tuturnya.

Menjadi jubir, diakui Dewi, tidak ada yang istimewa. Beratnya bukan sebagai jubir. Tapi, mengemban amanah untuk merekap data perkembangan penyebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.

TAK LEPAS MASKER: Selama beraktivitas di kantor dr. Dewi Vironica selalu memakai masker. Dia tidak pernah melepas masker, baik di dalam maupun di luar ruangan. (Istimewa)

Beruntung, sebelumnya Dewi mendapat tanggung jawab yang mirip selama pandemi. Mulai rekap data, kegiatan pengambilan rapid test, dan hasil rapid test dilaporkan pada dirinya. Bahkan, hasil rapid test valid atau tidak valid harus dikonfirmasi pada dirinya.

Tidak heran.

Dewi merupakan Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Dinkes Kabupaten Probolinggo. Karena itu, pandemi yang menular ini pun menjadi tanggung jawabnya.

”Sebelum menjadi jubir, sudah ribet dengan tanggung jawab sebagai kasie. Saat menjadi jubir, tetap banyak kegiatan yang melekat di saya,” ujarnya.

Karena padatnya kegiatan dan tanggung jawab yang harus di-handle, dia pun merasa membutuhkan asisten pribadi. Tujuannya, agar bisa menjawab dan merespons semua yang dibutuhkan pihak terkait. Termasuk memberi respons pada media yang meminta konfirmasi tentang perkembangan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.

”Rumah saya di kota (Probolinggo). Tiap hari sampai rumah itu sekitar magrib. Nah, selepas itu saya harus rekap data perkembangan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dan membuat rilisnya. Supaya bisa lebih mudah dipahami,” kata lulusan S-2 Universitas Airlangga Surabaya itu.

PANTAU TES SWAB MASAL: Dokter Dewi Vironica saat memantau tes swab antigen masal, beberapa waktu lalu. Dia adalah koordinator tes swab antigen masal di Kabupaten Probolinggo. (Istimewa)

Meski kegiatannya padat, Dewi mengaku enjoy melaksanakan tugasnya. Dia bahkan merasa senang saat bisa menyampaikan informasi pada masyarakat dan bermanfaat. Terutama bermanfaat untuk kesehatan masyarakat, khususnya Kabupaten Probolinggo. ”Semoga saja informasi yang kami sampaikan bisa bermanfaat untuk masyarakat luas,” harapnya.

Karena padatnya aktivitas dan kesibukan yang dijalaninya, Dewi pun selalu memperhatikan kondisi kesehatan dirinya. Mulai menjaga imun dan menerapkan protokol kesehatan begitu ketat. Bahkan, dirinya berupaya tidak lepas masker. Baik itu di luar maupun di dalam ruang kerja.

”Saya tiap pagi selalu menyempatkan olahraga ringan dan sarapan. Harus memastikan benar-benar sehat sebelum berangkat bekerja. Tiap dua minggu sekali, saya jalani tes swab untuk memastikan kondisi tidak terpapar Covid-19,” terangnya. (hn)

MOST READ

BERITA TERBARU