alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Terinspirasi Film Bollywood, Gadis Ini Koleksi Barang Asli India

KANIGARAN, Radar Bromo – Film Bollywood, tak asing lagi di telinga. Termasuk bagi warga Probolinggo dan Pasuruan. Alur cerita yang dramatis diselingi nyanyian dan tarian khas India, menjadi ciri khas film ini. Busana dan pernak-pernik yang digunakan juga menjadi daya tarik tersendiri. Seperti dialami Nazla.

Sebuah garasi di sebuah rumah di Gang Siam Nomor 57, di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Kanigaran, Kota Probolinggo, terlihat penuh busana. Bukan busana biasa. Seakan penuh dengan payet. Ada yang bordirannya menyeluruh. Hampir memenuhi seluruh bagian pakaian. Semuanya terlihat tertata rapi di manekin.

Di sana juga terlihat pernak-pernih yang tak biasa. Memenuhi sejumlah etalase. Mulai dari gelang, kalung, sampai hiasan kepala layaknya mahkota. Inilah koleksi Nazla. Di tempat ini belasan koleksi busana dan pernak-pernik India miliknya disimpan.

DITATA: Nazla menata pernak pernik pelengkap busana India. Seperti hiasan kepala, kalung, dan gelang. (Achmad Arianto/Radar Bromo)

Garasi yang sebelumnya tidak terawat, diubah menjadi sebuah ruangan menyerupai galeri koleksi. Kecintaannya terhadap busana dan pernak-pernik India dimulai sejak 2012.

Ia mengaku tertarik mengoleksi pakaian India, setelah menonton film India. Dalam film itu balutan busananya membuatnya tertarik. Kemudian berkeinginan memiliknya. Meski hanya sekadar pajangan.

“Melihat busana India nampak begitu anggun. Jadi timbul keinginan untuk punya satu saja untuk koleksi di rumah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (9/9) lalu.

Perempuan berusia 27 tahun inipun mencari penjual busana India. Sembari menjadi reseller busana dan aksesoris, ia berkenalan dengan seseorang warga India. Rekannya itu bekerja di Jakarta. Dari situlah keinginannya mengoleksi pakaian dan pernak-pernik mulai dilakukan.

MIRIP DI FILM: Sejumlah model mengenakan busana koleksi Nazla. Lengkap dengan pernak-perniknya. (Nazla for Radar Bromo)

Mulai dari mengoleksi dua potong busana wanita. Lengkap dengan hiasan kepala, kalung, gelang tangan, dan gelang kaki, serta pernak-pernik lainnya. Hingga tak terasa pada 2019, koleksinya sudah mencapai belasan busana. Semua asli dari India. Begitu juga dengan puluhan pernak-pernik pelengkap busananya.

“Saya belinya tidak langsung banyak. Saat ada keuntungan usaha reseller langsung saya belikan. Belinya juga titip sama kenalan orang India yang tinggal di Jakarta,” ujarnya.

KANIGARAN, Radar Bromo – Film Bollywood, tak asing lagi di telinga. Termasuk bagi warga Probolinggo dan Pasuruan. Alur cerita yang dramatis diselingi nyanyian dan tarian khas India, menjadi ciri khas film ini. Busana dan pernak-pernik yang digunakan juga menjadi daya tarik tersendiri. Seperti dialami Nazla.

Sebuah garasi di sebuah rumah di Gang Siam Nomor 57, di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Kanigaran, Kota Probolinggo, terlihat penuh busana. Bukan busana biasa. Seakan penuh dengan payet. Ada yang bordirannya menyeluruh. Hampir memenuhi seluruh bagian pakaian. Semuanya terlihat tertata rapi di manekin.

Di sana juga terlihat pernak-pernih yang tak biasa. Memenuhi sejumlah etalase. Mulai dari gelang, kalung, sampai hiasan kepala layaknya mahkota. Inilah koleksi Nazla. Di tempat ini belasan koleksi busana dan pernak-pernik India miliknya disimpan.

DITATA: Nazla menata pernak pernik pelengkap busana India. Seperti hiasan kepala, kalung, dan gelang. (Achmad Arianto/Radar Bromo)

Garasi yang sebelumnya tidak terawat, diubah menjadi sebuah ruangan menyerupai galeri koleksi. Kecintaannya terhadap busana dan pernak-pernik India dimulai sejak 2012.

Ia mengaku tertarik mengoleksi pakaian India, setelah menonton film India. Dalam film itu balutan busananya membuatnya tertarik. Kemudian berkeinginan memiliknya. Meski hanya sekadar pajangan.

“Melihat busana India nampak begitu anggun. Jadi timbul keinginan untuk punya satu saja untuk koleksi di rumah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (9/9) lalu.

Perempuan berusia 27 tahun inipun mencari penjual busana India. Sembari menjadi reseller busana dan aksesoris, ia berkenalan dengan seseorang warga India. Rekannya itu bekerja di Jakarta. Dari situlah keinginannya mengoleksi pakaian dan pernak-pernik mulai dilakukan.

MIRIP DI FILM: Sejumlah model mengenakan busana koleksi Nazla. Lengkap dengan pernak-perniknya. (Nazla for Radar Bromo)

Mulai dari mengoleksi dua potong busana wanita. Lengkap dengan hiasan kepala, kalung, gelang tangan, dan gelang kaki, serta pernak-pernik lainnya. Hingga tak terasa pada 2019, koleksinya sudah mencapai belasan busana. Semua asli dari India. Begitu juga dengan puluhan pernak-pernik pelengkap busananya.

“Saya belinya tidak langsung banyak. Saat ada keuntungan usaha reseller langsung saya belikan. Belinya juga titip sama kenalan orang India yang tinggal di Jakarta,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU