Pipa PDAM di Ronggojalu Rusak, Pekerja Perbaiki Pipa 24 Jam

Di balik macetnya layanan air PDAM Kota Probolinggo, ada 35 pekerja yang saat ini berjibaku memperbaiki sambungan pipa yang bocor. Perbaikan dilakukan 24 jam secara bergantian, nyaris tanpa henti. Pekerja bahkan baru bisa istirahat di hari keempat.

RIDHOWATI SAPUTRI, Tegalsiwalan, Radar Bromo,

Jalan bergelombang menyambut saat wartawan Jawa Pos Radar Bromo mendatangi lokasi perbaikan pipa PDAM Kota Probolinggo di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Terlihat beberapa bagian yang masih beraspal, namun sebagian besar menyisakan batu-batu tajam.

Lokasi titik perbaikan pipa berada sekitar 50 meter dari rumah warga terdekat. Bersebelahan dengan kandang ternak milik warga.

Tidak jauh dari titik perbaikan, didirikan dua tenda berwarna biru bertuliskan PDAM Kota probolinggo. Tenda berukuran sekitar 3 x 3 meter itu berfungsi serbaguna. Menjadi tempat istirahat para pekerja, juga untuk tempat rapat membahas solusi perbaikan pipa PDAM.

Selasa (11/2) sekitar pukul 09.00, tidak banyak aktivitas yang dilakukan pekerja. Hanya ada beberapa pria dengan menggunakan cangkul sedang meratakan tanah berlumpur di sekitar lokasi. Salah satu di antaranya sedang membawa slang air yang digunakan untuk menyedot air.

“Sebelum bagian pipa yang bocor dilas, air yang ada di galian ini harus dikeluarkan dulu. Kalau sedang proses ngelas ada air, nanti malah meletas,” ujar Aris Asahi, salah satu pekerja yang terlibat dalam proses perbaikan pipa PDAM.

Lokasi pipa yang sedang diperbaiki berada di kedalaman 3 meter. Kondisinya bukan kondisi yang aman, mengingat tanah di sekelilingnya lunak karena air yang keluar dari pipa.

“Makanya kami pasang gedek dari bambu untuk menahan tanah supaya tidak longsor,” ujarnya.

Sahi –sapaan Aris Asahi- tampak terpekur sambil berjongkok di gundukan tanah, tepat di atas pipa yang sedang diperbaiki. Seolah banyak pikiran karena pekerjaan yang dilakukan tak kunjung selesai.

“Di luar banyak pelanggan yang mengeluhkan air PDAM mati. Di sini kami berusaha untuk segera menyelesaikan proses perbaikan,” ujarnya.

Ada 35 orang pekerja yang melakukan perbaikan pipa di Ronggojalu. Terdiri atas pekerja yang bertugas menguruk tanah dan pekerja yang mengelas bagian pipa yang bocor.

“Bahkan, kami berkerja ditemani Direktur PDAM, termasuk staf juga datang ke sini,” ujarnya menceritakan.

Pekerjaan pengelasan terakhir dilakukan Senin (10/2). Saat itu, pengelasan dilakukan sebelum magrib sampai jam 3 dini hari, Selasa (11/2). Setelah itu, dilakukan uji coba.

“Kami menyalakan pompa air dari pompa 1, 2, dan 3. Ketika pompa ketiga dinyalakan, ternyata masih bocor,” ujarnya.

Akhirnya tim yang bertugas melakukan perbaikan ini memutuskan untuk istirahat. Istirahat dilakukan hari Selasa (11/2). Dan ini adalah istirahat pertama yang dilakukan setelah proses perbaikan selama hampir empat hari tanpa jeda.

“Empat hari penuh dilakukan perbaikan. Baru bisa istirahat jam 3 dini hari tadi sampai nanti. Tapi, belum diputuskan mulai jam berapa kami melakukan perbaikan lagi,” ujarnya.

Namun belum istirahat terlalu lama, pekerja diminta memulai lagi perbaikan. Tidak semua memang. Ada 3-4 orang yang meratakan tanah di sekitar lokasi perbaikan pipa. Lalu, satu orang sekitar pukul 09.00 memulai lagi perbaikan di dekat pipa yang rusak.

Suara bertalu-talu terdengar dari dalam lubang sedalam 3 meter. Suara itu berasal dari benturan benda yang cukup keras.

“Tadi sempat pulang sebentar cuma buat ganti baju. Terus balik ke sini lagi. Kami ingin segera tuntas perbaikan ini. Kami berusaha bisa segera selesai,” ujar pemilik bengkel las di Kota Probolinggo itu.

Di lokasi tersebut juga terdapat beberapa staf PDAM yang memantau perbaikan pipa. Termasuk mendengarkan saran dari pekerja yang melakukan perbaikan.

“Kalau menggunakan tenaga manusia untuk pengerukan tanah pasti akan lama. Lebih baik pakai alat seperti backhoe yang kecil,” ujar salah satu pegawai PDAM yang datang melihat lokasi perbaikan.

“Memang, pasti terdampak sengonnya. Itu sudah jelas,” tambahnya dalam diskusi singkat dengan beberapa staf yang berada di pos kecil, berjarak sekitar 20 meter dari tempat penggalian pipa.

Sementara itu, Muhammad Erick, staf PDAM Bagian Perencanaan mengungkapkan, sejak Sabtu (8/2), proses perbaikan pipa terus dilakukan. Beberapa kali proses perbaikan berhasil dilakukan, namun tidak lama kemudian kembali bocor.

“Pekerja ini tidur di mana saja wes. Kadang di rumput juga tidur,” ujarnya.

Tidak bisa dipungkiri tidur dan istirahat di alam terbuka memiliki risiko yang besar. Bahaya hewan, seperti ular menjadi ancaman bagi pekerja yang bertugas. Mengingat tempat tersebut sangat dekat dengan sungai dan semak-semak yang rimbun.

“Pernah dibawakan makanan sama staf kantor PDAM Kota Probolinggo. Namun, makanan itu akhirnya nggak termakan. Sebab, para pekerja di sini gak sempat mikir makan,” ujarnya.

Yang dipikirkan yaitu, pekerjaan bisa cepat selesai dan tidak bocor lagi. “Kami mengerti di luar sana banyak yang komplain tidak teraliri air bersih. Tapi, di sini kami berupaya untuk memperbaiki,” lanjutnya.

Keluarga pun rupanya sudah memahami tugas yang dilakukan pekerja perbaikan di Ronggojalu. Mereka tetap mendukung meskipun kepala keluarga berhari-hari harus jauh dari rumah.

“Keluarga mengerti soal itu. Beginilah kalau risiko bekerja di bidang pelayanan publik,” ujarnya. (hn)