alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Cerita Razia Satpol PP saat Temukan Pengamen Sultan Bawa Duit Jutaan

Razia gelandangan dan pengemis Satpol PP pada Senin (10/1) lalu sempat bikin heboh. Ada pengamen Suidah, 39, yang ikut terjaring. Saat didata, dia kedapatan membawa duit jutaan rupiah. Dia sempat dijuluki pengamen sultan.

AGUS FAIZ MUSLEH, Kraksaan, Radar Bromo

LUSUH dan kumuh. Itulah penampilan Suidah saat mengamen dan terjaring razia, Senin (10/1) lalu. Wanita asal Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu terlihat di kawasan traffic light (TL) Pasar Sore Kraksaan. Dia bersama dua pengamen lainnya.

Saat itu, pengendara terlihat acuh tak acuh saat salah seorang gepeng menghampiri sembari menyodorkan tangan dengan plastik pembungkus permen. Ada juga yang menyanyi dengan gitar kecilnya. Botol kecil yang diisi batu juga menjadi alat untuk mereka mengamen.

Tak berselang lama, terlihat mobil bak terbuka milik Satpol PP dan motor trail hitam. Seketika itu tiga pengamen kabur. Satu orang berlari ke sebuah motor Scoopy warna cokelat keluaran tahun 2021. Dia mengenakan tas selempang kecil dan topi hitam dengan lambang superman. Wanita itu sibuk mendorong motornya sembari memegang gitar kecil.

Ibu asal Wonoasih Ngamen di Kraksaan, Bawa Uang Rp 7,1 Juta

Itulah modus Suidah ketika ada petugas ada yang merazia. Dia berpura-pura menjadi pembeli. Tapi akhirnya, ketiganya dibawa menggunakan ke dalam mobil menuju markas Satpol PP. Begiotu tiba, mereka langsung didata.

Ketiga pengamen itu diketahui bernama Cicik Suhartini 51, warga Desa Tamansari, Kecamatan Dringu; Nia Anggraini 20, asal Lawuderesan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, dan Suidah 39, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Razia gelandangan dan pengemis Satpol PP pada Senin (10/1) lalu sempat bikin heboh. Ada pengamen Suidah, 39, yang ikut terjaring. Saat didata, dia kedapatan membawa duit jutaan rupiah. Dia sempat dijuluki pengamen sultan.

AGUS FAIZ MUSLEH, Kraksaan, Radar Bromo

LUSUH dan kumuh. Itulah penampilan Suidah saat mengamen dan terjaring razia, Senin (10/1) lalu. Wanita asal Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu terlihat di kawasan traffic light (TL) Pasar Sore Kraksaan. Dia bersama dua pengamen lainnya.

Saat itu, pengendara terlihat acuh tak acuh saat salah seorang gepeng menghampiri sembari menyodorkan tangan dengan plastik pembungkus permen. Ada juga yang menyanyi dengan gitar kecilnya. Botol kecil yang diisi batu juga menjadi alat untuk mereka mengamen.

Tak berselang lama, terlihat mobil bak terbuka milik Satpol PP dan motor trail hitam. Seketika itu tiga pengamen kabur. Satu orang berlari ke sebuah motor Scoopy warna cokelat keluaran tahun 2021. Dia mengenakan tas selempang kecil dan topi hitam dengan lambang superman. Wanita itu sibuk mendorong motornya sembari memegang gitar kecil.

Ibu asal Wonoasih Ngamen di Kraksaan, Bawa Uang Rp 7,1 Juta

Itulah modus Suidah ketika ada petugas ada yang merazia. Dia berpura-pura menjadi pembeli. Tapi akhirnya, ketiganya dibawa menggunakan ke dalam mobil menuju markas Satpol PP. Begiotu tiba, mereka langsung didata.

Ketiga pengamen itu diketahui bernama Cicik Suhartini 51, warga Desa Tamansari, Kecamatan Dringu; Nia Anggraini 20, asal Lawuderesan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, dan Suidah 39, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

MOST READ

BERITA TERBARU