alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Sosok di Balik Sukses Budi Daya Bunga Abadi di Wonokitri

Tanaman edelweiss sendiri termasuk tanaman yang dilindungi. Sesuai peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) nomor P.92/Menlhleetjen/Kum/1/8/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Selama belajar budi daya edelweiss bersama TNBTS, dia beberapa kali gagal. ”Sekitar tujuh kali kami mencoba dan gagal. Sampai akhirnya kami menemukan cara budi daya edelweiss dan diterapkan di lahan lain,” katanya.

Setelah berhasil, dikatakan Teguh, sekitar tahun 2018 dirinya membentuk poktan Hulun Hyang bersama 7 orang lainnya. Mereka dapat dukungan dari Pemerintah Desa Wonokitri untuk memanfaatkan lahan desa seluas 1.196 meter persegi menjadi lahan budi daya tanaman edelweiss.

Kebetulan, edelweiss selain dilindungi juga menjadi bunga sakral bagi warga suku Tengger. Bunga itu digunakan dalam sejumlah kegiatan ritual masyarakat suku Tengger di sekitar kawasan Bromo Tengger Semeru. Bahkan, dijuluki bunga abadi.

Keinginan membudidayakan tanaman edelweiss di luar kawasan konservasi mendapat dukungan dari TNBTS. Bahkan, budi daya dan pembuatan taman edelweiss menapatkan izin dari Kementerian LHK.

”Edelweiss ini memang bunga yang dilindungi. Kami sudah dapat izin dari Kementerian LHK untuk membudi daya edelweiss di luar kawasan konservasi. Poktan dan wisata ini, satu-satunya yang memiliki izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk budi daya bunga edelweiss,” ungkapnya.

Tanaman edelweiss sendiri termasuk tanaman yang dilindungi. Sesuai peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) nomor P.92/Menlhleetjen/Kum/1/8/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Selama belajar budi daya edelweiss bersama TNBTS, dia beberapa kali gagal. ”Sekitar tujuh kali kami mencoba dan gagal. Sampai akhirnya kami menemukan cara budi daya edelweiss dan diterapkan di lahan lain,” katanya.

Setelah berhasil, dikatakan Teguh, sekitar tahun 2018 dirinya membentuk poktan Hulun Hyang bersama 7 orang lainnya. Mereka dapat dukungan dari Pemerintah Desa Wonokitri untuk memanfaatkan lahan desa seluas 1.196 meter persegi menjadi lahan budi daya tanaman edelweiss.

Kebetulan, edelweiss selain dilindungi juga menjadi bunga sakral bagi warga suku Tengger. Bunga itu digunakan dalam sejumlah kegiatan ritual masyarakat suku Tengger di sekitar kawasan Bromo Tengger Semeru. Bahkan, dijuluki bunga abadi.

Keinginan membudidayakan tanaman edelweiss di luar kawasan konservasi mendapat dukungan dari TNBTS. Bahkan, budi daya dan pembuatan taman edelweiss menapatkan izin dari Kementerian LHK.

”Edelweiss ini memang bunga yang dilindungi. Kami sudah dapat izin dari Kementerian LHK untuk membudi daya edelweiss di luar kawasan konservasi. Poktan dan wisata ini, satu-satunya yang memiliki izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk budi daya bunga edelweiss,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/