alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Cerita Guru SMAN 1 Bangil Tergerak Menulis di Usia 55 Tahun

Buku tidak sekadar gudang ilmu. Bagi Raden Roro (Rr) Ani Herinia Warsiandari, buku juga menjadi sarana untuk beramal. Melalui media buku juga, Ani dan rekan-rekannya mampu mengumpulkan donasi hingga Rp 200 juta untuk biaya operasi bocah korban kecelakaan.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

BELASAN buku itu terpampang di sebuah meja perpustakaan SMAN 1 Bangil. Itulah buku-buku karya Rr Ani Herinia Warsiandari, 58. Seorang guru ekonomi di SMAN 1 Bangil.

Salah satu dari buku itu, Aliran Rasa dalam Aksara untuk Shaqila, memiliki kesan mendalam bagi Ani. Buku tersebut merupakan kumpulan puisi dari 21 penyair, termasuk dirinya.

Yang membuatnya berkesan, penjualan buku tersebut bisa tembus Rp 200 juta. Dan dananya, bukan untuk pribadi. Namun, diserahkan pada salah satu anak dari penyair yang mengalami musibah kecelakaan dan harus menjalani operasi.

Ani menceritakan, buku tersebut ditulis tahun 2019. Ketika itu, Shaqila menjadi korban tabrak lari. Ia harus dioperasi lantaran mengalami gegar otak.

Kondisi Shaqila membuat para penulis tergerak dan memicu gerakan menulis puisi untuk donasi. Tak kurang dari 21 penulis terlibat. Termasuk dirinya. Hingga akhirnya buku berisikan kumpulan puisi itu dicetak. Dan dijual ke pasaran seharga Rp 30 ribu tiap eksemplarnya. Siapa sangka, penjualannya tembus Rp 200 juta.

“Uang hasil penjualannya disumbangkan kepada Shaqila untuk biaya operasinya. Ini yang membuat saya terkesan. Dari buku, tidak hanya beramal ilmu. Tapi juga beramal uang,” ungkap dia.

Ani sendiri baru getol menulis buku sejak 2018. Saat berusia 55 tahun. Meski sebenarnya, sejak sekolah dia sudah hobi menulis. Namun, belum terpikir olehnya untuk membuat karya buku.

Ketika ia lulus kuliah di IKIP Malang (kini UM), hobi menulisnya justru terpinggirkan. Digantikan dengan kesibukan mengajar di SMA Nasional Bangil pada 1985.

Buku tidak sekadar gudang ilmu. Bagi Raden Roro (Rr) Ani Herinia Warsiandari, buku juga menjadi sarana untuk beramal. Melalui media buku juga, Ani dan rekan-rekannya mampu mengumpulkan donasi hingga Rp 200 juta untuk biaya operasi bocah korban kecelakaan.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

BELASAN buku itu terpampang di sebuah meja perpustakaan SMAN 1 Bangil. Itulah buku-buku karya Rr Ani Herinia Warsiandari, 58. Seorang guru ekonomi di SMAN 1 Bangil.

Salah satu dari buku itu, Aliran Rasa dalam Aksara untuk Shaqila, memiliki kesan mendalam bagi Ani. Buku tersebut merupakan kumpulan puisi dari 21 penyair, termasuk dirinya.

Yang membuatnya berkesan, penjualan buku tersebut bisa tembus Rp 200 juta. Dan dananya, bukan untuk pribadi. Namun, diserahkan pada salah satu anak dari penyair yang mengalami musibah kecelakaan dan harus menjalani operasi.

Ani menceritakan, buku tersebut ditulis tahun 2019. Ketika itu, Shaqila menjadi korban tabrak lari. Ia harus dioperasi lantaran mengalami gegar otak.

Kondisi Shaqila membuat para penulis tergerak dan memicu gerakan menulis puisi untuk donasi. Tak kurang dari 21 penulis terlibat. Termasuk dirinya. Hingga akhirnya buku berisikan kumpulan puisi itu dicetak. Dan dijual ke pasaran seharga Rp 30 ribu tiap eksemplarnya. Siapa sangka, penjualannya tembus Rp 200 juta.

“Uang hasil penjualannya disumbangkan kepada Shaqila untuk biaya operasinya. Ini yang membuat saya terkesan. Dari buku, tidak hanya beramal ilmu. Tapi juga beramal uang,” ungkap dia.

Ani sendiri baru getol menulis buku sejak 2018. Saat berusia 55 tahun. Meski sebenarnya, sejak sekolah dia sudah hobi menulis. Namun, belum terpikir olehnya untuk membuat karya buku.

Ketika ia lulus kuliah di IKIP Malang (kini UM), hobi menulisnya justru terpinggirkan. Digantikan dengan kesibukan mengajar di SMA Nasional Bangil pada 1985.

MOST READ

BERITA TERBARU