25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Cerita Nur Lina, Satu-satunya Penguji Kir Perempuan di Kota Probolinggo

Ada delapan orang yang berprofesi sebagai penguji kendaraan bermotor atau kir di Kota Probolinggo. Nur Lina Fitria adalah satu-satunya perempuan.

========================================================

FAHRIZAL FIRMANI, Wonoasih, Radar Bromo

========================================================

SUARA mesin kendaraan terdengar dari ruang pengujian kir yang terletak di sisi timur UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Kota Probolinggo. Sejumlah petugas memberi aba-aba agar kendaraan berhenti. Mereka lantas mengecek satu per satu bagian kendaraan itu.

Ban, lampu, hingga dimensi kendaraan tidak luput dari pengecekan. Hasil pengecekan lantas ditulis dalam catatan yang dibawa di tangan. Usai dipastikan sesuai, kendaraan itu dipersilakan keluar.

Nur Lina Fitria, 39, adalah salah satu petugas dalam ruang pengujian kir itu. Warga Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, itu setiap hari memang harus melakukan uji teknis dan uji layak kendaraan.

Sejak 2013, Lina –panggilannya- ditugaskan menjadi penguji kir. Pendidikannya memang berlatar belakang D-3 Teknik Mesin. Sehingga saat ada rekrutmen PNS di Pemkot Probolinggo, ia langsung mendaftar sebagai penguji kendaraan.

“Tapi, awalnya saya bekerja di bagian program di kantor Dinas Perhubungan (Dishub). Barulah setelah tiga tahun bekerja di bagian itu, saya ditarik ke bagian PKB,” ungkapnya.

Ada delapan orang yang berprofesi sebagai penguji kendaraan bermotor atau kir di Kota Probolinggo. Nur Lina Fitria adalah satu-satunya perempuan.

========================================================

FAHRIZAL FIRMANI, Wonoasih, Radar Bromo

========================================================

SUARA mesin kendaraan terdengar dari ruang pengujian kir yang terletak di sisi timur UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Kota Probolinggo. Sejumlah petugas memberi aba-aba agar kendaraan berhenti. Mereka lantas mengecek satu per satu bagian kendaraan itu.

Ban, lampu, hingga dimensi kendaraan tidak luput dari pengecekan. Hasil pengecekan lantas ditulis dalam catatan yang dibawa di tangan. Usai dipastikan sesuai, kendaraan itu dipersilakan keluar.

Nur Lina Fitria, 39, adalah salah satu petugas dalam ruang pengujian kir itu. Warga Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, itu setiap hari memang harus melakukan uji teknis dan uji layak kendaraan.

Sejak 2013, Lina –panggilannya- ditugaskan menjadi penguji kir. Pendidikannya memang berlatar belakang D-3 Teknik Mesin. Sehingga saat ada rekrutmen PNS di Pemkot Probolinggo, ia langsung mendaftar sebagai penguji kendaraan.

“Tapi, awalnya saya bekerja di bagian program di kantor Dinas Perhubungan (Dishub). Barulah setelah tiga tahun bekerja di bagian itu, saya ditarik ke bagian PKB,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/