alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Di TPHS, Limbah Jeroan Disemprot Disinfektan dan Ditaburi Kapur

Tidak hanya rumah pemotongan hewan (RPH) yang ekstraketat menyembelih hewan kurban di tengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).  Tempat pemotongan hewan sementara (TPHS) pun harus menyesuaikan penyembelihan hewan kurban sesuai standar PMK.

———————————-

ACHMAD ARIANTO, Leces, Radar Bromo

———————————-

JAMAAH sholat duhur Masjid Ar-Rahmah di Desa/Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo baru saja selesai. Eko Mahmudianto, 62, wakil takmir masjid beranjak dari duduk silanya. Perlahan dia keluar dari dari masjid. Kemudian berjalan sejauh 15 meter menuju halaman masjid di sisi utara.

Sampai di lokasi, dirinya nampak melihat beberapa lubang dan dua karung kapur bubuk tersedia di dekatnya. Tak jauh dari situ, terdapat sebuah tangki berisi cairan disinfektan. Lalu, ada sebuah tiang untuk menggantung ternak yang sudah disembelih.

Sehari sebelum Idul Adha, Eko memang mengecek persiapan lokasi untuk penyembelihan kewan kurban di Masjid Ar-Rahmah. Pria berkacamata ini mengungkapkan, penyembelihan hewan kurban tahun ini begitu berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya.

Di tengah wabah PMK yang melanda, pihaknya harus menyembelih hewan kurban berdasarkan standar PMK. Standar itu harus dipenuhi untuk meminimalisir potensi penyebaran virus PMK.

Ada beberapa fasilitas yang diwajibkan ada oleh Dinas Pertanian saat penyembelihan hewan kurban. Baik itu di RPH, juga di TPHS. Di antaranya, tempat perebusan jeroan, kaki dan kepala. Setelah disembelih, bagian ternak tersebut dapat langsung direbus.

Tidak hanya rumah pemotongan hewan (RPH) yang ekstraketat menyembelih hewan kurban di tengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).  Tempat pemotongan hewan sementara (TPHS) pun harus menyesuaikan penyembelihan hewan kurban sesuai standar PMK.

———————————-

ACHMAD ARIANTO, Leces, Radar Bromo

———————————-

JAMAAH sholat duhur Masjid Ar-Rahmah di Desa/Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo baru saja selesai. Eko Mahmudianto, 62, wakil takmir masjid beranjak dari duduk silanya. Perlahan dia keluar dari dari masjid. Kemudian berjalan sejauh 15 meter menuju halaman masjid di sisi utara.

Sampai di lokasi, dirinya nampak melihat beberapa lubang dan dua karung kapur bubuk tersedia di dekatnya. Tak jauh dari situ, terdapat sebuah tangki berisi cairan disinfektan. Lalu, ada sebuah tiang untuk menggantung ternak yang sudah disembelih.

Sehari sebelum Idul Adha, Eko memang mengecek persiapan lokasi untuk penyembelihan kewan kurban di Masjid Ar-Rahmah. Pria berkacamata ini mengungkapkan, penyembelihan hewan kurban tahun ini begitu berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya.

Di tengah wabah PMK yang melanda, pihaknya harus menyembelih hewan kurban berdasarkan standar PMK. Standar itu harus dipenuhi untuk meminimalisir potensi penyebaran virus PMK.

Ada beberapa fasilitas yang diwajibkan ada oleh Dinas Pertanian saat penyembelihan hewan kurban. Baik itu di RPH, juga di TPHS. Di antaranya, tempat perebusan jeroan, kaki dan kepala. Setelah disembelih, bagian ternak tersebut dapat langsung direbus.

MOST READ

BERITA TERBARU

/