Kesibukan Tim Bina Marga Bentukan Dinas PUPR yang Pekerjaannya Lebih Berat Selama Musim Hujan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan punya tim Bina Marga. Tugasnya adalah membenahi ataupun membersihkan saluran di seluruh kota. Jasa mereka begitu terasa di saat musim hujan seperti sekarang.

———–

Lalu lintas di Jalan Panglima Sudirman mulai ramai. Lalu lalang kendaraan tiada henti seolah berkejaran dengan matahari yang kian tinggi. Beberapa meter dari persimpangan Kebonagung, terlihat sejumlah pria memulai aktivitas.

Keberadaan mereka terlihat jelas, meski dari jarak yang cukup jauh. Rompi berwarna hijau muda yang mereka pakai membuatnya mencolok. Ghofur sedikit menyincing lengan bajunya yang panjang.

Ia berdiri di atas bibir saluran drainase yang pelatnya dibuka. Sementara Irfan perlahan menceburkan dirinya, masuk dalam got. Air berbaur dengan endapan lumpur langsung menutupi kakinya yang tertutup sepatu boots. Tingginya hingga sebetis.

Tak ada rasa risi bagi pemuda 25 tahun itu. Ia bahkan tak acuh dengan bajunya yang mudah kotor. Apalagi baunya. Tentu saja tak karuan. “Sudah biasa,” kata Irfan sambil lalu.

Ia terus mengeruk isi saluran dengan sekrop. Tidak hanya endapan lumpur, sampah-sampah plastik yang sudah berubah warna menjadi pekat ikut terangkat.

SUDAH BIASA: Tim bentukan Bina Marga saat membersihkan drainase. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Hasil kerukannya itu diimbal ke Ghofur yang sedari tadi berdiri saja di bibir saluran. Ghofur bertugas memasukkannya ke dalam sebuah pikap yang sudah ada di tepi jalan.

Begitu seterusnya. Hingga kedalaman saluran kembali normal. Agar berfungsi optimal, saluran itu harus sedalam 1 meter. Karena banyaknya endapan, bisa dangkal hingga separonya.

Irfan juga harus menyusuri gelapnya gorong-gorong itu untuk membersihkan saluran air. Itu dilakukan karena banyak saluran air yang tertutup teras rumah ataupun parkiran rumah toko.

Untuk melakukannya, tak bisa memakai sekrop biasa. “Biasanya pakai sekrop yang panjangnya 3 meter. Ditarik agar endapannya nyangkut,” ujarnya.

Pagi itu, Irfan memang tak hanya berdua dengan Ghofur. Ada sekitar 20 orang teman sejawatnya. Mereka tergabung dalam Tim Bina Marga yang dibentuk Dinas PUPR Kota Pasuruan.

Tugas mereka menormalisasi saluran drainase di sepanjang Jalan Panglima Sudirman hampir selesai, sebab sudah dikerjakan sejak beberapa hari terakhir.

Selama musim hujan seperti saat ini, pekerjaan mereka memang terasa lebih berat. Saluran air lebih mudah mengendap dan dangkal. Dampaknya, air tak bisa mengalir lancar. Bisa-bisa malah meluber ke jalan. Akibatnya, jalanan menjadi banjir atau sekadar tergenang air.

Jangankan sebulan, saluran yang baru dinormalisasi ketika musim hujan, bisa kembali dipenuhi lumpur dalam waktu satu dua pekan. Karena itu, tim yang beranggotakan 40 pekerja itu harus turun tangan.

Tak mengherankan bila saban hari mereka berkecamuk dengan beberapa infrastruktur. Selain saluran drainase, tim itu juga menangani kerusakan jalan dan trotoar. Mereka menyebar sejak pukul 7.30. Pekerjaan ditanggalkan ketika hari sudah menunjukkan pukul 16.00.

“Setiap pagi dan sore ada briefing, infrastruktur mana yang akan ditangani serta evaluasi dari pekerjaan yang sudah dilakukan,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Pasuruan Akung Novajanto.

Sebanyak 40 pekerja tidak hanya dikerahkan untuk menangani di lokasi yang sama. Supaya lebih efisien, kata Akung, puluhan pekerja itu dibagi dalam beberapa tim. Masing-masing beranggotakan delapan pekerja.

Mereka juga membagi tugas. Satu tim bertanggung jawab menangani sedikitnya infrastruktur di 10 ruas jalan. “Tapi juga fleksibel. Kalau ada persoalan yang butuh pekerja lebih banyak akan dikerahkan,” jelas Akung. (tom/fun)