alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Saturday, 25 June 2022

Usaha Kelompok Tani Lestari Jaya yang Kembangkan Wisata Petik Melon

Wisata petik buah umumnya ditemukan di daerah dataran tinggi. Namun siapa sangka di Kota Probolinggo pun ada wisata dengan konsep ini. Wisata petik Buah Melon dikembangkan oleh kelompok tani Lestari Jaya, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran sejak tahun 2019.

——————-

LOKASI tempat wisata petik buah ini terbilang “nylempit”. Lokasinya berada di sebelah Barat SDN Kebonsari Kulon 6. Bagi Anda yang ingin datang, harus melewati jalan berpaving selebar kurang dari 2 meter.

Sebagai penanda akses menuju lokasi wisata petik melon, tepat di ujung jalan terdapat sebuah stan semi permanen yang menjual buah melon berwarna kuning dengan beragam ukuran. Beberapa anggota kelompok tani bertugas untuk menjualkan buah-buah tersebut.

Saat Jawa Pos Radar Bromo menuju lokasi tersebut, lahan tanam melon berada di paling ujung jalan. Di dekat lahan tersebut terdapat kandang ternak sapi yang ditutup dengan pagar bambu tinggi, salah satu bagian kegiatan dari Kelompok Tani Lestari Jaya.

Kebetulan saat berkunjung, harian ini ditemani Ketua Kelompok Tani Lestari Jaya, Hasan Prasojo. Pria 38 tahun itu rela menunjukkan lokasi wisata petik melon tersebut.

Lahan yang digunakan kelompok tani ini cukup luas yaitu sekitar 2.000 meter persegi. Namun tidak semua digunakan untuk bertanam melon.

“Untuk yang ditanam melon ukuran 20 x 30 meter dengan jumlah pohon 1.600 batang pohon. Sedangkan lainnya untuk tanam tomat,” terang Hasan.

Hasan menjelaskan bahwa melon yang ditanam kelompoknya ada 6 jenis. Di antaranya Golden Luna, Golden Alisa, Pertiwi Anvi, Action Orange, Top Seribu dan Happy Melon.

“Yang kuning ini adalah Golden Luna. Melon ini banyak dipasarkan melalui jaringan supermarket. Kami juga memasok ke distributor 1,5 ton setiap minggu dari Kota Probolinggo,” terangnya.

Hasan menceritakan, awalnya keterlibatan membudidayakan melon Golden ini berdasarkan inisiatif dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) pada tahun 2016. Saat itu kelompok tani diajak ke Malang untuk melihat pameran produk pertanian.

“Saat itu belajar untuk membudidayakan melon dan masih uji coba. Baru benar-benar mengembangkan jadi wisata petik tahun 2019,” ujarnya.

Menurutnya, cukup banyak rombongan yang telah melihat langsung wisata petik melon tersebut. Baik dari dalam Kota Probolinggo maupun dari luar Kota Probolinggo.

“Kalau dari dalam kota seperti kelompok tani kelurahan lain. Ada juga asosiasi petani melon dari luar Kota Probolinggo juga datang,” terangnmya.

Cara menanam melon yang dilakukan Kelompok Tani Lestari Jaya adalah, meminimalkan penggunaan pestisida. Salah satu upayanya dengan metode penanaman yang dilakukan tidak secara terus-menerus.

“Setahun hanya 2 kali menanam melon. Dengan masa tanam 1 kali 65 hari. Dengan tidak dilakukan terus-menerus, maka meminimalkan hama,” terangnya.

Termasuk memilih tanaman yang jenis hamanya berbeda dengan jenis hama tanaman melon. “Seperti tanaman jagung, tomat, ini jenis hamanya berbeda. Maka lebih aman dari hama,” terangnya.

Hal ini berbeda jika dalam 1 areal pertanian semuanya menanam melon. Setelah berganti musim tanam pun tetap melon. “Maka hama tanaman melon sebelumnya akan berpindah ke tanaman melon yang baru. Makanya hanya dibatasi 2 kali tanam saja,” terangnya.

Untuk pupuk, kelompok tani ini memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan pupuk organik. Sedangkan penyemprotan dilakukan hanya saat hama cukup banyak dan tidak bisa ditangani secara manual.

Untuk kegiatan wisata petik melon, hasan membuka setiap hari dari jam 9 sampai pukul 4 sore. Setiap kali ada kunjungan datang akan ada petani dari kelompok tani yang mendampingi.

“Pendamping ini yang akan memberi tahu jenis buah yang matang dan siap untuk dipanen. Melon Golden ini cita rasanya renyah dan manis, semakin kuning semakin manis rasanya,” ujarnya. Untuk biaya dihitung dari berat buah yang dipetik. Yaitu Rp 15 ribu per kilogram. (put/fun)

Wisata petik buah umumnya ditemukan di daerah dataran tinggi. Namun siapa sangka di Kota Probolinggo pun ada wisata dengan konsep ini. Wisata petik Buah Melon dikembangkan oleh kelompok tani Lestari Jaya, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran sejak tahun 2019.

——————-

LOKASI tempat wisata petik buah ini terbilang “nylempit”. Lokasinya berada di sebelah Barat SDN Kebonsari Kulon 6. Bagi Anda yang ingin datang, harus melewati jalan berpaving selebar kurang dari 2 meter.

Sebagai penanda akses menuju lokasi wisata petik melon, tepat di ujung jalan terdapat sebuah stan semi permanen yang menjual buah melon berwarna kuning dengan beragam ukuran. Beberapa anggota kelompok tani bertugas untuk menjualkan buah-buah tersebut.

Saat Jawa Pos Radar Bromo menuju lokasi tersebut, lahan tanam melon berada di paling ujung jalan. Di dekat lahan tersebut terdapat kandang ternak sapi yang ditutup dengan pagar bambu tinggi, salah satu bagian kegiatan dari Kelompok Tani Lestari Jaya.

Kebetulan saat berkunjung, harian ini ditemani Ketua Kelompok Tani Lestari Jaya, Hasan Prasojo. Pria 38 tahun itu rela menunjukkan lokasi wisata petik melon tersebut.

Lahan yang digunakan kelompok tani ini cukup luas yaitu sekitar 2.000 meter persegi. Namun tidak semua digunakan untuk bertanam melon.

“Untuk yang ditanam melon ukuran 20 x 30 meter dengan jumlah pohon 1.600 batang pohon. Sedangkan lainnya untuk tanam tomat,” terang Hasan.

Hasan menjelaskan bahwa melon yang ditanam kelompoknya ada 6 jenis. Di antaranya Golden Luna, Golden Alisa, Pertiwi Anvi, Action Orange, Top Seribu dan Happy Melon.

“Yang kuning ini adalah Golden Luna. Melon ini banyak dipasarkan melalui jaringan supermarket. Kami juga memasok ke distributor 1,5 ton setiap minggu dari Kota Probolinggo,” terangnya.

Hasan menceritakan, awalnya keterlibatan membudidayakan melon Golden ini berdasarkan inisiatif dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) pada tahun 2016. Saat itu kelompok tani diajak ke Malang untuk melihat pameran produk pertanian.

“Saat itu belajar untuk membudidayakan melon dan masih uji coba. Baru benar-benar mengembangkan jadi wisata petik tahun 2019,” ujarnya.

Menurutnya, cukup banyak rombongan yang telah melihat langsung wisata petik melon tersebut. Baik dari dalam Kota Probolinggo maupun dari luar Kota Probolinggo.

“Kalau dari dalam kota seperti kelompok tani kelurahan lain. Ada juga asosiasi petani melon dari luar Kota Probolinggo juga datang,” terangnmya.

Cara menanam melon yang dilakukan Kelompok Tani Lestari Jaya adalah, meminimalkan penggunaan pestisida. Salah satu upayanya dengan metode penanaman yang dilakukan tidak secara terus-menerus.

“Setahun hanya 2 kali menanam melon. Dengan masa tanam 1 kali 65 hari. Dengan tidak dilakukan terus-menerus, maka meminimalkan hama,” terangnya.

Termasuk memilih tanaman yang jenis hamanya berbeda dengan jenis hama tanaman melon. “Seperti tanaman jagung, tomat, ini jenis hamanya berbeda. Maka lebih aman dari hama,” terangnya.

Hal ini berbeda jika dalam 1 areal pertanian semuanya menanam melon. Setelah berganti musim tanam pun tetap melon. “Maka hama tanaman melon sebelumnya akan berpindah ke tanaman melon yang baru. Makanya hanya dibatasi 2 kali tanam saja,” terangnya.

Untuk pupuk, kelompok tani ini memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan pupuk organik. Sedangkan penyemprotan dilakukan hanya saat hama cukup banyak dan tidak bisa ditangani secara manual.

Untuk kegiatan wisata petik melon, hasan membuka setiap hari dari jam 9 sampai pukul 4 sore. Setiap kali ada kunjungan datang akan ada petani dari kelompok tani yang mendampingi.

“Pendamping ini yang akan memberi tahu jenis buah yang matang dan siap untuk dipanen. Melon Golden ini cita rasanya renyah dan manis, semakin kuning semakin manis rasanya,” ujarnya. Untuk biaya dihitung dari berat buah yang dipetik. Yaitu Rp 15 ribu per kilogram. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/