alexametrics
31.6 C
Probolinggo
Tuesday, 9 August 2022

Lewat Pengajian Online, Pemkab Pasuruan Ikhtiar Melawan Covid-19

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat kesulitan menggelar beragam kegiatan. Mulai kegiatan ekonomi, sosial, budaya, hingga keagamaan. Namun, Pemkab Pasuruan tidak mau terkungkung dengan semua keterbatasan itu. Karenanya, Khotmil Quran tetap digelar. Tentu saja dengan cara berbeda.

 

DI ruangan 10 meter kali 5 meter yang beralaskan karpet itu, sekitar 20 orang sibuk membaca Alquran. Ada yang membaca dari mushaf, ada pula yang membaca dari aplikasi Alquran di hape.

Semua orang yang ada di ruangan itu, duduk agak berjauhan.  Namun, bukan duduk melingkar seperti biasanya. Semua jamaah menghadap ke layar di depan mereka. Yaitu sebuah layar proyektor yang tersambung ke laptop.

Layar itu  menayangkan video pengajian dari lokasi atau tempat lain. Yang menarik, ada 50 lokasi menggelar kegiatan serupa. Maka, ada 50 thumbnails atau gambar di layar proyektor yang mewakili tiap lokasi. Gambar itu bergantian muncul.

Ada ruangan Command Center yang dihadiri Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron dan Pj Sekda Misbah Zunib. Lalu, ada Kecamatan Prigen, Kecamatan Gondangwetan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, BPBD, sampai RSUD Bangil. Termasuk Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang juga terlihat online.

Itulah Khotmil Quran yang digelar Pemkab Pasuruan, Kamis (8/7).  Wakil Bupati Mujib Imron atau dikenal Gus Mujib memimpin kegiatan itu. Bergantian, dia menunjuk perwakilan OPD dan kecamatan untuk mengaji.

Kecamatan Gondangwetan misalnya, ditunjuk membaca Surat Al-Ashr. Semua jamaah yang berkumpul pun bersama-sama membacakan surat tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan OPD lainnya.

Di Kecamatan Gondangwetan, sekitar 20 staf ikut Khotmil Quran sejak pukul 07.00. Selain memperhatikan Alquran di depannya, mereka juga memperhatikan bacaan jamaah lain dari layar proyektor di depan mereka.

Camat Gondangwetan Rahmad Syarifudin mengatakan, pengajian menjadi agenda rutin setiap Jumat Legi dan sudah berlangsung tahunan. “Namun, sejak wabah Covid-19, kegiatan pengajian sempat vakum karena tidak boleh ada kerumunan. Baru tiga minggu terakhir, pengajian digelar lagi. Tapi, dilakukan secara online,” terangnya.

Pertimbangannya, karena dengan digelar secara online, pengajian bisa menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, bisa dilaksanakan bersama di berbagai tempat.

Kebetulan saat itu ada 26 OPD dan badan di Pemkab Pasuruan yang ikut. Kegiatan itu juga diikuti 24 kecamatan dan rumah sakit. Sehingga, total lebih dari 50 lokasi yang ikut Khotmil Quran lewat aplikasi zoom.

Gelaran Khotmil Quran serentak di 50 lokasi itu, tidak butuh persiapan lama. Persiapan dimulai H-1 atau sejak Rabu. Dan Kamis pagi, semua alat, koneksi, dan sarpras siap dipakai.

SEMUA OPD: Pengajian online ini adalah upaya untuk melawan wabah. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

“Ini salah satu ikhtiar kami dalam rangka kebal Covid-19 melalui spiritual. Selain bergiliran membaca Juz Amma, juga ada yang membaca Alquran per juz. Sehingga, langsung khatam pagi ini juga,” terangnya.

Khotmil Alquran sendiri berlangsung pukul 07.00 sampai 08.00. Setelah itu semua ASN kembali bekerja seperti biasa.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf pun menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh ASN yang sudah tiga kali mengikuti Khotmil Quran online. Apalagi, pelaksanaan Khotmil Quran itu semakin baik dan sempurna.

“Namun, memang masih ada kendala teknis. Seperti suara masih ada yang belum muncul, layar terbalik, ada nama yang menggunakan nama pribadi juga. Ke depan, saya ingin semua nama yang keluar di aplikasi adalah nama instansinya agar tidak bingung,” terangnya.

Bupati pun menegaskan, Khotmil Quran merupakan kegiatan yang digelar sebagai upaya kebal Covid-19 secara spiritual. Walaupun, entah virus korona ini sampai kapan terjadi.

Kamis (9/7) adalah kali ketiga digelar Khotmil Alquran online. Rencananya, kegiatan itu akan rutin dilakukan setiap Kamis pagi. Selain karena wabah korona, kegiatan online dengan menggunakan IT ini menjadi salah satu persiapan Pemkab Pasuruan di tahun 2021 dalam konektivitas infrastruktur.

“Jadi, semua ASN wajib bisa teknologi karena merupakan bagian dari pekerjaan. Ini, juga latihan untuk tahun 2021 yang fokus dalam konektivitas infrastruktur,” jelasnya.

Bupati pun kembali mengingatkan ASN agar terus mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan melakukan pola hidup sehat. ASN menurutnya, wajib disiplin protokol kesehatan. Karena bagaimanapun, ASN harus bisa menjadi tauladan masyarakat. Terutama di tengah pandemi Covid-19. (eka/fun)

 

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat kesulitan menggelar beragam kegiatan. Mulai kegiatan ekonomi, sosial, budaya, hingga keagamaan. Namun, Pemkab Pasuruan tidak mau terkungkung dengan semua keterbatasan itu. Karenanya, Khotmil Quran tetap digelar. Tentu saja dengan cara berbeda.

 

DI ruangan 10 meter kali 5 meter yang beralaskan karpet itu, sekitar 20 orang sibuk membaca Alquran. Ada yang membaca dari mushaf, ada pula yang membaca dari aplikasi Alquran di hape.

Semua orang yang ada di ruangan itu, duduk agak berjauhan.  Namun, bukan duduk melingkar seperti biasanya. Semua jamaah menghadap ke layar di depan mereka. Yaitu sebuah layar proyektor yang tersambung ke laptop.

Layar itu  menayangkan video pengajian dari lokasi atau tempat lain. Yang menarik, ada 50 lokasi menggelar kegiatan serupa. Maka, ada 50 thumbnails atau gambar di layar proyektor yang mewakili tiap lokasi. Gambar itu bergantian muncul.

Ada ruangan Command Center yang dihadiri Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron dan Pj Sekda Misbah Zunib. Lalu, ada Kecamatan Prigen, Kecamatan Gondangwetan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, BPBD, sampai RSUD Bangil. Termasuk Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang juga terlihat online.

Itulah Khotmil Quran yang digelar Pemkab Pasuruan, Kamis (8/7).  Wakil Bupati Mujib Imron atau dikenal Gus Mujib memimpin kegiatan itu. Bergantian, dia menunjuk perwakilan OPD dan kecamatan untuk mengaji.

Kecamatan Gondangwetan misalnya, ditunjuk membaca Surat Al-Ashr. Semua jamaah yang berkumpul pun bersama-sama membacakan surat tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan OPD lainnya.

Di Kecamatan Gondangwetan, sekitar 20 staf ikut Khotmil Quran sejak pukul 07.00. Selain memperhatikan Alquran di depannya, mereka juga memperhatikan bacaan jamaah lain dari layar proyektor di depan mereka.

Camat Gondangwetan Rahmad Syarifudin mengatakan, pengajian menjadi agenda rutin setiap Jumat Legi dan sudah berlangsung tahunan. “Namun, sejak wabah Covid-19, kegiatan pengajian sempat vakum karena tidak boleh ada kerumunan. Baru tiga minggu terakhir, pengajian digelar lagi. Tapi, dilakukan secara online,” terangnya.

Pertimbangannya, karena dengan digelar secara online, pengajian bisa menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, bisa dilaksanakan bersama di berbagai tempat.

Kebetulan saat itu ada 26 OPD dan badan di Pemkab Pasuruan yang ikut. Kegiatan itu juga diikuti 24 kecamatan dan rumah sakit. Sehingga, total lebih dari 50 lokasi yang ikut Khotmil Quran lewat aplikasi zoom.

Gelaran Khotmil Quran serentak di 50 lokasi itu, tidak butuh persiapan lama. Persiapan dimulai H-1 atau sejak Rabu. Dan Kamis pagi, semua alat, koneksi, dan sarpras siap dipakai.

SEMUA OPD: Pengajian online ini adalah upaya untuk melawan wabah. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

“Ini salah satu ikhtiar kami dalam rangka kebal Covid-19 melalui spiritual. Selain bergiliran membaca Juz Amma, juga ada yang membaca Alquran per juz. Sehingga, langsung khatam pagi ini juga,” terangnya.

Khotmil Alquran sendiri berlangsung pukul 07.00 sampai 08.00. Setelah itu semua ASN kembali bekerja seperti biasa.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf pun menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh ASN yang sudah tiga kali mengikuti Khotmil Quran online. Apalagi, pelaksanaan Khotmil Quran itu semakin baik dan sempurna.

“Namun, memang masih ada kendala teknis. Seperti suara masih ada yang belum muncul, layar terbalik, ada nama yang menggunakan nama pribadi juga. Ke depan, saya ingin semua nama yang keluar di aplikasi adalah nama instansinya agar tidak bingung,” terangnya.

Bupati pun menegaskan, Khotmil Quran merupakan kegiatan yang digelar sebagai upaya kebal Covid-19 secara spiritual. Walaupun, entah virus korona ini sampai kapan terjadi.

Kamis (9/7) adalah kali ketiga digelar Khotmil Alquran online. Rencananya, kegiatan itu akan rutin dilakukan setiap Kamis pagi. Selain karena wabah korona, kegiatan online dengan menggunakan IT ini menjadi salah satu persiapan Pemkab Pasuruan di tahun 2021 dalam konektivitas infrastruktur.

“Jadi, semua ASN wajib bisa teknologi karena merupakan bagian dari pekerjaan. Ini, juga latihan untuk tahun 2021 yang fokus dalam konektivitas infrastruktur,” jelasnya.

Bupati pun kembali mengingatkan ASN agar terus mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan melakukan pola hidup sehat. ASN menurutnya, wajib disiplin protokol kesehatan. Karena bagaimanapun, ASN harus bisa menjadi tauladan masyarakat. Terutama di tengah pandemi Covid-19. (eka/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/