alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Duka RS Graha Sehat yang Ditinggal Direkturnya karena Kecelakaan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

Kecelakaan yang terjadi di KM 63.200 tol Pandaan Malang, Senin (7/6) pagi, membuat dokter Kertodinoto Yudo, pergi untuk selamanya. Banyak yang berduka atas insiden itu, terlebih jajaran Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan.

—————–

PERISTIWA yang menimpa dokter muda tersebut seperti petir yang menyambar di siang bolong. Tidak hanya keluarga dekat yang kaget. Seluruh karyawan di Rumah Sakit Graha Sehat (RSGS) bekerja juga mengalami hal serupa. Betapa tidak, dr Dino (sapaan akrab dokter Kertodinoto Yudo) bukan hanya seorang direktur.

Dokter muda yang saat ini tengah menyelesaikan studi program spesialis penyakit dalam di sebuah iniversitas negeri itu, dikenal sebagai sosok pemimpin memiliki visi tinggi memajukan RSGS. Dino juga sosok yang ramah di mata rekan kerjanya. Hanya kenangan yang kini bisa diingat dari Dino.

Kenangan itu salah satunya diceriatakan dokter Susanti Sugianto. Saudara Dino. Susanti mengatakan, jika sebenarnya korban berdomisili di Wiyung, Surabaya. Sejak tiga tahun lalu melanjutkan program pendidikan dokter spesialis penyakit dalam di sebuah universitas negeri di Kota Malang.

Dino merupakan sosok yang tekun dan ulet. Pasalnya harus mampu membagi waktu antara menjadi seorang direktur, dan kepala keluarga. Serta harus menyelesaikan sekolahnya yang hanya tinggal setahun.

“Dia (dr Dino, Red) tinggal bersama istri dan dua anaknya. Anak pertama usia sekitar 5 tahun dan anak kedua 3 tahun,” kata Susanti.

Padatnya aktivitas program pendidikan dokter spesialis di Malang, membuat Dino jarang pulang ke rumah. Karena itulah dokter Dino diperkirakan akan mendapat gelar dokter spesialis, setahun lagi. Demi cita-citanya itu, dia rela membagi waktunya.

RUSAK: Mobil BMW yang dikendarai korban usai kecelakaan di tol. Insert, Kertodinoto Yudo. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Untuk mengobati rasa kangen, kata Susanti, saat aktivitas sedang longgar, dokter Dino menyempatkan pulang ke rumah. Itu pun tidak pasti. Paling cepat satu bulan sekali dan paling lambat dua bulan.

Begitupun dengan kegiatan di RSGS Kraksaan. Jika ada keperluan yang mendadak dan penting, korban menyiasatinya dengan mengadakan pertemuan secara virtual.

“Kegiatannya cukup banyak jadi harus pintar bagi waktu. Makanya baru pulang saat kondisi memang benar-benar senggang,” bebernya.

Susanti menceritakan jika sebelum kejadian masih sempat bertemu dengan korban. Dalam pertemuan terakhir, Dino terlihat lebih pendiam. Tidak seperti biasanya. Namun hal itu tidak diindahkan, Susanti mengangap saudaranya itu sedang mengalami kelelahan.

“Terakhir bertemu hari Minggu (6/6) lalu. Dirinya lebih pendiam. Kami anggap mungkin kecapekan. Tidak ada yang aneh, sampai berita mengejutkan itu (kecelakaan, Red) terjadi,” ucapnya.

Selama lima tahun, dokter Dino telah menjabat sebagai Direktur RSGS. Banyak terobosan yang telah dilakukan olehnya untuk mengembangkan rumah sakit.

Perkembangan yang dilakukan tidak hanya pada sarana dan prasarana. Tetapi juga pada sumber daya manusia yang bekerja di rumah sakit.

“Sosok pemimpin yang memiliki visi tinggi. Mutu layanan rumah sakit terus ditingkatkan, baik fisik maupun layanan. Hasilnya kini RSGS sudah lebih maju dan berkembang,” ujar Kepala Satuan Pemeriksaan Internal RS Graha Sehat, Andreas.

Andreas mengungkapkan jika atasannya itu merupakan idaman bagi karyawan. Selalu profesional dalam menjalankan tugasnya. Semua urusan manajerial di handle nya dengan baik. Evaluasi secara berkala dilakukan untuk perkembangan rumah sakit agar lebih baik dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Seruduk Truk di Tol Pandaan-Malang, BMW Ringsek Parah, Dokter Tewas

Dalam melakukan tugasnya, dokter Dino tidak pernah melakukan pekerjaan setengah-setengah. Pekerjaan tersebut diselesaikankanya hingga tuntas. Tak jarang jika dirinya mengorbankan waktu dengan keluarga hanya untuk menyelesaikan pekerjaan.

“Sosok yang gila bekerja. Saat mengerjakan sesuatu dia tidak pernah berhenti di tengah jalan. Pasti akan diselesaikannya hingga tuntas. Jadi tidak ada tumpukan pekerjaan,” ungkapnya.

Tidak hanya bidang kedokteran saja yang dikuasianya. Bidang manajemen juga dikuasinya. Namun demikian sikap tegas tetap dimiliki, utamanya saat karyawan tidak mampu bekerja secara maksimal.

Setidaknya ada sekitar 200 karyawan menjadi tanggungjawabnya. Sosok itu kini menjadi kenangan yang akan selalu dirindukan.

“Banyak kesan yang ditorehkan, yang jelas di bawah kepemimpinannya rumah sakit menjadi lebih berkembang. Apa yang telah dihasilkan akan kami jaga, serta keinginan dan rencana yang diinginkan akan kami lanjutkan,” ujar Tutur Andreas. (fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

Kecelakaan yang terjadi di KM 63.200 tol Pandaan Malang, Senin (7/6) pagi, membuat dokter Kertodinoto Yudo, pergi untuk selamanya. Banyak yang berduka atas insiden itu, terlebih jajaran Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan.

—————–

PERISTIWA yang menimpa dokter muda tersebut seperti petir yang menyambar di siang bolong. Tidak hanya keluarga dekat yang kaget. Seluruh karyawan di Rumah Sakit Graha Sehat (RSGS) bekerja juga mengalami hal serupa. Betapa tidak, dr Dino (sapaan akrab dokter Kertodinoto Yudo) bukan hanya seorang direktur.

Mobile_AP_Half Page

Dokter muda yang saat ini tengah menyelesaikan studi program spesialis penyakit dalam di sebuah iniversitas negeri itu, dikenal sebagai sosok pemimpin memiliki visi tinggi memajukan RSGS. Dino juga sosok yang ramah di mata rekan kerjanya. Hanya kenangan yang kini bisa diingat dari Dino.

Kenangan itu salah satunya diceriatakan dokter Susanti Sugianto. Saudara Dino. Susanti mengatakan, jika sebenarnya korban berdomisili di Wiyung, Surabaya. Sejak tiga tahun lalu melanjutkan program pendidikan dokter spesialis penyakit dalam di sebuah universitas negeri di Kota Malang.

Dino merupakan sosok yang tekun dan ulet. Pasalnya harus mampu membagi waktu antara menjadi seorang direktur, dan kepala keluarga. Serta harus menyelesaikan sekolahnya yang hanya tinggal setahun.

“Dia (dr Dino, Red) tinggal bersama istri dan dua anaknya. Anak pertama usia sekitar 5 tahun dan anak kedua 3 tahun,” kata Susanti.

Padatnya aktivitas program pendidikan dokter spesialis di Malang, membuat Dino jarang pulang ke rumah. Karena itulah dokter Dino diperkirakan akan mendapat gelar dokter spesialis, setahun lagi. Demi cita-citanya itu, dia rela membagi waktunya.

RUSAK: Mobil BMW yang dikendarai korban usai kecelakaan di tol. Insert, Kertodinoto Yudo. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Untuk mengobati rasa kangen, kata Susanti, saat aktivitas sedang longgar, dokter Dino menyempatkan pulang ke rumah. Itu pun tidak pasti. Paling cepat satu bulan sekali dan paling lambat dua bulan.

Begitupun dengan kegiatan di RSGS Kraksaan. Jika ada keperluan yang mendadak dan penting, korban menyiasatinya dengan mengadakan pertemuan secara virtual.

“Kegiatannya cukup banyak jadi harus pintar bagi waktu. Makanya baru pulang saat kondisi memang benar-benar senggang,” bebernya.

Susanti menceritakan jika sebelum kejadian masih sempat bertemu dengan korban. Dalam pertemuan terakhir, Dino terlihat lebih pendiam. Tidak seperti biasanya. Namun hal itu tidak diindahkan, Susanti mengangap saudaranya itu sedang mengalami kelelahan.

“Terakhir bertemu hari Minggu (6/6) lalu. Dirinya lebih pendiam. Kami anggap mungkin kecapekan. Tidak ada yang aneh, sampai berita mengejutkan itu (kecelakaan, Red) terjadi,” ucapnya.

Selama lima tahun, dokter Dino telah menjabat sebagai Direktur RSGS. Banyak terobosan yang telah dilakukan olehnya untuk mengembangkan rumah sakit.

Perkembangan yang dilakukan tidak hanya pada sarana dan prasarana. Tetapi juga pada sumber daya manusia yang bekerja di rumah sakit.

“Sosok pemimpin yang memiliki visi tinggi. Mutu layanan rumah sakit terus ditingkatkan, baik fisik maupun layanan. Hasilnya kini RSGS sudah lebih maju dan berkembang,” ujar Kepala Satuan Pemeriksaan Internal RS Graha Sehat, Andreas.

Andreas mengungkapkan jika atasannya itu merupakan idaman bagi karyawan. Selalu profesional dalam menjalankan tugasnya. Semua urusan manajerial di handle nya dengan baik. Evaluasi secara berkala dilakukan untuk perkembangan rumah sakit agar lebih baik dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Seruduk Truk di Tol Pandaan-Malang, BMW Ringsek Parah, Dokter Tewas

Dalam melakukan tugasnya, dokter Dino tidak pernah melakukan pekerjaan setengah-setengah. Pekerjaan tersebut diselesaikankanya hingga tuntas. Tak jarang jika dirinya mengorbankan waktu dengan keluarga hanya untuk menyelesaikan pekerjaan.

“Sosok yang gila bekerja. Saat mengerjakan sesuatu dia tidak pernah berhenti di tengah jalan. Pasti akan diselesaikannya hingga tuntas. Jadi tidak ada tumpukan pekerjaan,” ungkapnya.

Tidak hanya bidang kedokteran saja yang dikuasianya. Bidang manajemen juga dikuasinya. Namun demikian sikap tegas tetap dimiliki, utamanya saat karyawan tidak mampu bekerja secara maksimal.

Setidaknya ada sekitar 200 karyawan menjadi tanggungjawabnya. Sosok itu kini menjadi kenangan yang akan selalu dirindukan.

“Banyak kesan yang ditorehkan, yang jelas di bawah kepemimpinannya rumah sakit menjadi lebih berkembang. Apa yang telah dihasilkan akan kami jaga, serta keinginan dan rencana yang diinginkan akan kami lanjutkan,” ujar Tutur Andreas. (fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2