alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Katib Syuriah PW NU Jatim sang Pendekar Bahtsul Masail Wafat

KEDOPOK, Radar Bromo – PW NU Jawa Timur kehilangan salah satu sosok karismastis, KH Syafruddin Syarif. Warga Kedopok, Kota Probolinggo, itu tutup usia Minggu (8/5). Dia meninggal setelah sempat dirawat di RS dr Soetomo, Surabaya, karena diabetes yang dideritanya.

Katib Syuriah PW NU Jawa Timur itu meninggal pukul 12.15. Jenazahnya tiba di rumah duka Jalan Mastrip 5, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, sekitar pukul 18.00.  Setelah disalatkan, almarhum dikuburkan sekitar pukul 21.00 di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatuddin Al Islami.

Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Bromo,  sebelum meninggal, almarhum berulang kali masuk rumah sakit karena komplikasi diabetes yang dideritanya. Minggu (8/5) siang, kesehatan almarhum semakin memburuk sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sejumlah tetangga, kerabat, dan ulama Kota Probolinggo pun takziah ke rumah duka. Mulai sore sampai malam, tahlil digelar terus menerus secara bergantian.

Menjelang pukul 21.00, jenazahnya lantas disalatkan dengan diimami Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. Almarhum lantas dimakamkan di lingkungan pondok pesantren yang diasuhnya, yaitu Ponpes Hidayatuddin Al Islami.

Nun Hassan Ahsan Malik dari Ponpes Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, mewakili pihak keluarga meminta agar masyarakat memaafkan segala kesalahan yang pernah dilakukan almarhum selama hidup. Tentunya kematian almarhum meninggalkan duka mendalam pada pihak yang ditinggalkan.

“Saya mewakili pihak keluarga berharap agar segala kesalahan almarhum dimaafkan. Saya saksi beliau ini orang baik,” ungkapnya.

KEDOPOK, Radar Bromo – PW NU Jawa Timur kehilangan salah satu sosok karismastis, KH Syafruddin Syarif. Warga Kedopok, Kota Probolinggo, itu tutup usia Minggu (8/5). Dia meninggal setelah sempat dirawat di RS dr Soetomo, Surabaya, karena diabetes yang dideritanya.

Katib Syuriah PW NU Jawa Timur itu meninggal pukul 12.15. Jenazahnya tiba di rumah duka Jalan Mastrip 5, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, sekitar pukul 18.00.  Setelah disalatkan, almarhum dikuburkan sekitar pukul 21.00 di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatuddin Al Islami.

Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Bromo,  sebelum meninggal, almarhum berulang kali masuk rumah sakit karena komplikasi diabetes yang dideritanya. Minggu (8/5) siang, kesehatan almarhum semakin memburuk sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sejumlah tetangga, kerabat, dan ulama Kota Probolinggo pun takziah ke rumah duka. Mulai sore sampai malam, tahlil digelar terus menerus secara bergantian.

Menjelang pukul 21.00, jenazahnya lantas disalatkan dengan diimami Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. Almarhum lantas dimakamkan di lingkungan pondok pesantren yang diasuhnya, yaitu Ponpes Hidayatuddin Al Islami.

Nun Hassan Ahsan Malik dari Ponpes Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, mewakili pihak keluarga meminta agar masyarakat memaafkan segala kesalahan yang pernah dilakukan almarhum selama hidup. Tentunya kematian almarhum meninggalkan duka mendalam pada pihak yang ditinggalkan.

“Saya mewakili pihak keluarga berharap agar segala kesalahan almarhum dimaafkan. Saya saksi beliau ini orang baik,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/