alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Motivasi Santri, Ning Diah Manfaatkan Media Sosial Syiarkan Pesantren

Peran Ning Nahdiah Nur Azizah, tak bisa disepelekan di Pesantren Roudlotut Tholibin, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Selain mengajar, putri pengasuh pesantren ini juga berupaya memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mensyiarkan pesantren.

  

NING Nahdiah Nur Azizah merupakan salah seorang generasi Penerus Pesantren Roudlotut Tholibin. Ia lahir dan besar di lingkungan pesantren yang didirikan kakeknya, K.H. Abdul Mujib Abdullah (almarhum). Ning Diah merupakan putri pengasuh Pesantren Roudlotut Tholibin K.H. Abdurrohman dan Hj. Siti Aminah.

Meski masih muda, bungsu dari empat saudara ini dipercaya untuk ikut mengembangkan pesantren. Berbekal pendidikan agama yang diampunya sejak kecil, ia berusaha membantu kedua orang tuanya. “Alhamdulillah, bisa bantu-bantu mengajar di Pondok Putri Roudlotut Tholibin,” ujarnya.

Ning Diah menghabiskan masa kecilnya di Pesatren Roudlotut Tholibin. Selulus Madrasah Tsanawiyah, ia melanjutkan pendidikannya di MAN Al Yasini, Pasuruan. Sekaligus nyantri di Ponpes Miftahul Ulum Al Yasini.

Sekitar empat tahun di Pasuruan, perempuan yang berulang tahun setiap 21 Maret, ini juga mampu menyelesaikan program tahfiznya. Menjadi hafizah. Selulus MAN, Ning Diah terus menggembleng diri dengan ilmu agama. Sekitar dua tahun, memperkaya pengetahuannya di Ploso, Kediri.

Berbekal beragam pengetahuan yang diampunya, Ning Diah bertekad mengamalkannya. Terutama untuk membantu sesepuhnya. Mengajar di pesantren yang kini dipangku kedua orang tuanya.

Kini, Ning Diah dipercaya membantu program Tahfidzul Quran Pondok Putri Roudlotut Tholibin. Dari sekitar 500 santri, ada sekitar 100 santri yang mengikuti program Tahfiz. “Kegiatan di pondok pagi, sore, dan malam. Saya terus ikut mengajar dan menjaganya langsung,” ujar ibu dua anak ini.

Peran Ning Nahdiah Nur Azizah, tak bisa disepelekan di Pesantren Roudlotut Tholibin, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Selain mengajar, putri pengasuh pesantren ini juga berupaya memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mensyiarkan pesantren.

  

NING Nahdiah Nur Azizah merupakan salah seorang generasi Penerus Pesantren Roudlotut Tholibin. Ia lahir dan besar di lingkungan pesantren yang didirikan kakeknya, K.H. Abdul Mujib Abdullah (almarhum). Ning Diah merupakan putri pengasuh Pesantren Roudlotut Tholibin K.H. Abdurrohman dan Hj. Siti Aminah.

Meski masih muda, bungsu dari empat saudara ini dipercaya untuk ikut mengembangkan pesantren. Berbekal pendidikan agama yang diampunya sejak kecil, ia berusaha membantu kedua orang tuanya. “Alhamdulillah, bisa bantu-bantu mengajar di Pondok Putri Roudlotut Tholibin,” ujarnya.

Ning Diah menghabiskan masa kecilnya di Pesatren Roudlotut Tholibin. Selulus Madrasah Tsanawiyah, ia melanjutkan pendidikannya di MAN Al Yasini, Pasuruan. Sekaligus nyantri di Ponpes Miftahul Ulum Al Yasini.

Sekitar empat tahun di Pasuruan, perempuan yang berulang tahun setiap 21 Maret, ini juga mampu menyelesaikan program tahfiznya. Menjadi hafizah. Selulus MAN, Ning Diah terus menggembleng diri dengan ilmu agama. Sekitar dua tahun, memperkaya pengetahuannya di Ploso, Kediri.

Berbekal beragam pengetahuan yang diampunya, Ning Diah bertekad mengamalkannya. Terutama untuk membantu sesepuhnya. Mengajar di pesantren yang kini dipangku kedua orang tuanya.

Kini, Ning Diah dipercaya membantu program Tahfidzul Quran Pondok Putri Roudlotut Tholibin. Dari sekitar 500 santri, ada sekitar 100 santri yang mengikuti program Tahfiz. “Kegiatan di pondok pagi, sore, dan malam. Saya terus ikut mengajar dan menjaganya langsung,” ujar ibu dua anak ini.

MOST READ

BERITA TERBARU

/