Cerita Petugas Damkar Kota Probolinggo saat Evakuasi Sarang Lebah-Ular

Tidak hanya berurusan dengan api. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo juga banyak berurusan dengan penyelamatan. Yang paling sering yaitu mengamankan sarang lebah dan menangkap ular. Meski dengan sarana seadanya, mereka tetap melakukan tugas dengan maksimal.

RIZKY PUTRA DINASTI, Mayangan, Radar Bromo

Pagi itu sekitar pukul 08.00, satu regu petugas Damkar Kota Probolinggo meluncur ke Jl Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, kota setempat. Mereka naik mobil bak terbuka milik Satpol PP Kota Probolinggo.

Damkar Kota Probolinggo memang masuk di OPD Dinas Satpol PP. Tepatnya di bawah Bidang Pelayanan, Unit Damkar. Karena itu, petugas Damkar juga sering menggunakan mobil Satpol PP saat melakukan penyelamatan.

Nah, pagi itu mobil Satpol PP lantas belok kanan ke Perumahan Pilang Permai. Rupanya petugas damkar diminta mengamankan sarang lebah yang kerap meresahkan warga di RT 1/RW 4 perumahan itu. karena itu, petugas Damkar langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan sarang lebah tersebut.

Sarang lebah berjenis vespa itu, nangkring di pohon mangga milik Alim Sabardik. Perempuan 58 tahun itu mengaku tidak tahu dengan pasti mulai kapan sarang lebah itu berada di pohon mangga yang berada di depan rumahnya.

Bu Alim baru megetahui ada sarang lebah setengah bulan lalu. Tepatnya saat ada pengepul yang hendak memetik mangga tersebut.

Satu setengah bulan lalu menurutnya, buah mangga miliknya dijual ke pengepul seharga Rp 350 ribu. Kemudian, ada beberapa orang yang menaiki pohon mangga itu untuk dipanen.

EVAKUASI: Petugas damkar saat berupaya menurunkan sarang lebah di sebuah pohon milik warga. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Tapi, ternyata buah mangganya tidak diambil semua. Saya tanya kenapa, katanya ada sarang lebah. Bahkan, ada salah satu yang terbaring lemas karena disengat lebah itu,” terang Bu Alim.

Saat ini Alim berniat menebang pohon mangga tersebut. Namun, lantaran ada sarang lebah, ia meminta petugas Damkar untuk mengamankannya.

Begitu sampai di rumah Alim, sejumlah petugas Damkar langsung melakukan persiapan. Namun, karena keterbatasan alat, maka alat yang digunakan masih menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) pemadam kebakaran.

Petugas lantas menaiki pohon mangga memakai tangga. Tujuannya, mengevakuasi sarang lebah itu. Namun, sarang yang berada di ketinggian lebih dari 10 meter itu membuat petugas kewalahan.

Karena itu, beberapa petugas kembali ke Mako Satpol PP untuk mengambil satu unit tangga. Sebab, tangga yang dibawa pada saat itu tidak cukup tinggi.

Tak lama kemudian, petugas kembali dengan membawa tangga dari Mako. Mereka lantas menyambungkan kedua tangga tersebut agar bisa menjangkau lokasi sarang lebah.

Nanang, salah satu petugas Damkar menerangkan, tugas pokok petugas Damkar ada dua. Yakni, sebagai firefighter dan rescue. “Untuk firefighter yakni pemadaman api saat kebakaran. Sedangkan rescue berhubungan dengan keselamatan. Jadi, kalau ada ancaman yang menyangkut keselamatan, kami juga turun tangan. Seperti kami sering dipanggil saat ada ular dan sarang lebah,” bebernya.

Nanang berterus terang, sebagai petugas rescue, sarana seperti APD sangat minim. Sehingga, selama ini masih menggunakan APD firefighter. Seperti baju pemadaman api.

“Kami hanya punya masker fullface dan masker self-contained breathing apparatus (SCBA). Masker SCBA adalah alat bantu pernapasan yang digunakan oleh pemadam kebakaran saat menjinakkan kobaran api. Untuk SCBA kami ada sekitar empat unit,” terang Nanang.

Untuk evakuasi sarang lebah, menurut Arif -rekan Nanang-, yang terpenting seluruh bagian tubuh tertutup. APD firefighter menurutnya, kondisinya terbatas. Saat dipakai, tidak semua bagian tubuh tertutup.

Nah, di bagian tubuh yang terbuka itu, petugas menambahkan lakban. Sehingga, lebah tidak masuk ke baju. Misalnya, melakban sela antara sarung tangan dengan baju damkar. Lalu, melakban bagian leher, antaran penutup muka helm dan kerah baju.

Untuk mengantisipasi tindakan pemusnahan dengan cara pembakaran di tempat, petugas damkar menggunakan tabung LPG 3 kg. Juga selang untuk membakar sarang lebah.

“Jika kondisinya mudah digapai, sarang cukup kami masukan dalam karung dan kami bawa. Selanjutnya kami musnakan dengan cara dibakar di kantor. Namun, jika kondisinya tidak memungkinkan, seperti yang terjadi hari ini, maka langsung dibakar di atas pohon,” beber Arif.

Karena lebah berada di tempat yang tinggi, maka risiko yang dihadapi semakin besar. Petugas harus membawa tabung LPG 3 Kg ke atas pohon. Lalu, sebagian menahan tangga yang telah disambung menjadi satu. Di sisi lain, harus mengawasi lebah karena dikhawatirkan menyerang.

Sebab, yang menggunakan pakaian lengkap hanya dua petugas yang naik. Sementara petugas yang menahan tangga tidak.

Arif dan Nanang pun berharap ada tambahan APD untuk rescue. Sehingga, tugas mereka bisa lebih maksimal dalam bidang pelayanan. (hn)