alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Strategi Dewa Otedora Antar Ganif Raih Penghargaan Kemendikbud Ristek

Setiap tugas atau pekerjaan pasti memiliki tanggung jawab. Dibutuhkan inovasi agar menjalankan tugas menjadi lebih mudah. Ganif Rojikin, 58, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo menciptakan strategi Dewa Otedora agar tugasnya lebih mudah. Dia pun mendapat penghargaan dari Kemendikbud Ristek.

—————————-

Di depan laptop hitam temannya bekerja, Ganif Rojikin, 58, sedang sibuk. Program pengawasan sekolah disusunnya secara detail. Satu persatu tugas yang menjadi tanggung jawabnya diselesaikan. Beberapa berkas yang sebelumnya menumpuk, mulai berkurang. Begitulah aktivitasnya saat tidak melakukan pekerjaan di luar kantor.

Ganif mengawali karirnya di dunia pendidikan sejak tahun 1984. Mengabdi menjadi seorang guru Matematika. Guru yang identik dengan wajah dan perangai disiplin dan keras. Namun, hal itu tidak tercermin dalam dirinya. Pembawaannya kalem dan begitu bersahaja.

Foto: Istimewa

“Saya mengawali karir sebagai seorang guru. Saya jalani dengan tulus hati setiap apa yang menjadi tugas. Saya upayakan selesai tepat waktu dan sebaik mungkin,” ujarnya saat ditemui.

Suka duka menjadi guru mata pelajaran dialaminya. Misalnya, beberapa kali dimutasi. Mulai di sekolah yang berada di jalur pantura, hingga sekolah yang berada di pelosok desa.

Kenyang dengan pengalaman, kemudian pada tahun 2000 hingga 2008 dirinya dipercaya menjadi kepala sekolah. Dalam kurun waktu itu, empat sekolah jenjang SMP dipimpinnya. Selanjutnya pada tahun 2008 dirinya dipercaya menjadi pengawas sekolah. Posisi itu dilakukannya sampai saat ini.

Setiap tugas atau pekerjaan pasti memiliki tanggung jawab. Dibutuhkan inovasi agar menjalankan tugas menjadi lebih mudah. Ganif Rojikin, 58, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo menciptakan strategi Dewa Otedora agar tugasnya lebih mudah. Dia pun mendapat penghargaan dari Kemendikbud Ristek.

—————————-

Di depan laptop hitam temannya bekerja, Ganif Rojikin, 58, sedang sibuk. Program pengawasan sekolah disusunnya secara detail. Satu persatu tugas yang menjadi tanggung jawabnya diselesaikan. Beberapa berkas yang sebelumnya menumpuk, mulai berkurang. Begitulah aktivitasnya saat tidak melakukan pekerjaan di luar kantor.

Ganif mengawali karirnya di dunia pendidikan sejak tahun 1984. Mengabdi menjadi seorang guru Matematika. Guru yang identik dengan wajah dan perangai disiplin dan keras. Namun, hal itu tidak tercermin dalam dirinya. Pembawaannya kalem dan begitu bersahaja.

Foto: Istimewa

“Saya mengawali karir sebagai seorang guru. Saya jalani dengan tulus hati setiap apa yang menjadi tugas. Saya upayakan selesai tepat waktu dan sebaik mungkin,” ujarnya saat ditemui.

Suka duka menjadi guru mata pelajaran dialaminya. Misalnya, beberapa kali dimutasi. Mulai di sekolah yang berada di jalur pantura, hingga sekolah yang berada di pelosok desa.

Kenyang dengan pengalaman, kemudian pada tahun 2000 hingga 2008 dirinya dipercaya menjadi kepala sekolah. Dalam kurun waktu itu, empat sekolah jenjang SMP dipimpinnya. Selanjutnya pada tahun 2008 dirinya dipercaya menjadi pengawas sekolah. Posisi itu dilakukannya sampai saat ini.

MOST READ

BERITA TERBARU