alexametrics
28C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Makin Banyak Penolakan, Begini Upaya Tim Negosiator Pasien Covid-19

Selain tim negosiator untuk menjemput pasien positif, ada juga tim yang bertugas bernegosiasi dengan keluarga pasien positif yang meninggal. Negosiasi harus dilakukan saat keluarga menolak jenazah dimakamkan dengan protokol Covid-19.

———————————–

TIM medis RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan, menjadi salah satu yang sangat sibuk sejak wabah Covid-19 menyerang. Tidak hanya disibukkan dengan penanganan pasien positif Covid-19 di RSUD. Namun, tim medis juga harus siaga menangani jenazah pasien yang meninggal. Baik itu pasien dengan status positif, maupun pasien suspect atau memiliki gejala Covid-19.

Secara nasional, RSUD memiliki SOP yang harus diterapkan untuk menangani pasien meninggal. Proses pemulasaraan hingga pemakaman jenazah harus dilakukan sesuai protokol Covid-19. Baik pasien positif, suspect, atau memiliki gejala Covid-19.

Masalahnya, tidak semua keluarga pasien bersedia penerapan protokol Covid-19 pada jenazah. Ada keluarga yang menolak, bahkan sejak penerapan new normal, gejolak keluarga yang menolak pemulasaraan dan pemakaman sesuai protokoler Covid-19 lebih tinggi.

Kepala Ruang Jenazah RSUD Bangil Saiful Arifin menjelaskan, kondisi itu tidak lepas dari kurang pahamnya masyarakat tentang penerapan new normal. Masyarakat menilai, new normal diterapkan karena pandemi Covid-19 sudah berlalu.

“Jadi, tidak sedikit keluarga yang menolak pemulasaraan dengan protokol Covid-19. Karena sudah new normal, mereka menilai sudah tidak ada Covid. Hal ini yang membuat kerja tim medis di rumah sakit makin sulit,” terangnya.

Bahkan, adu mulut sampai cercaan pada petugas rumah sakit sudah biasa terjadi. Meskipun sedikit sakit hati, namun petugas memiliki ikhlas dan tetap bersabar demi kebaikan bersama.

Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, tim Pengaduan Masyarakat Terpadu (Dumasdu) RSUD Bangil yang bertugas melakukan pendekatan pada keluarga. Tim Dumasdu tidak hanya melakukan pendekatan pada keluarga pasien yang dirawat jalan dan rawat inap. Juga pada keluarga pasien meninggal. Bahkan, pendekatan pada keluarga pasien meninggal jauh lebih sulit. Terutama saat keluarga menolak jenazah dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Kabid Penunjang di RSUD Bangil dr Aslichah, M.kes. AFP menjelaskan, setelah PSBB dicabut dan new normal diterapkan, tidak sedikit masyarakat yang tidak lagi mempercayai bahwa korona masih ada. Bahkan, berita-berita yang menyudutkan rumah sakit mencari keuntungan dengan adanya Covid-19 terus terjadi. Hal itu membuat tim medis merasa sakit hati.

“Padahal, SOP ini sudah diberlakukan secara nasional dan wajib dilakukan. Kalau ada pasien suspect dan ada gejala Covid-19, maka wajib diberlakukan protokol kesehatan saat pasien meninggal,” terangnya.

Pemulasaraan dan pemakaman dengan protokol Covid-19 juga dilakukan demi keamanan bersama. Namun, memang tidak sedikit keluarga yang tidak terima.

“Karena itu, kami terus lakukan pendekatan. Inginnya mereka seperti apa dan kami harus telaten mengedukasi tentang wabah ini. Kami harus jelaskan bahwa kalau dimandikan secara biasa, virusnya bisa menular ke yang lain,” terangnya.

Bahkan, butuh waktu berjam-jam untuk pendekatan ke keluarga. Yang sulit, saat keluarga sudah menerima, tak sedikit tetangga yang justru tidak terima.

“Akhirnya, meskipun jenazah sudah dimakamkan, besoknya keluarga ke rumah sakit. Bahkan, setelah dimakamkan seminggu masih ada yang ribut sampai bawa LSM. Hal ini justru membuang energi,” terangnya.

Humas RSUD Bangil M. Hayat menegaskan, tim Dumasdu RSUD Bangil berjumlah kurang lebih 15 orang. Mulai dari humas RSUD, instalasi jenazah, rawat jalan, sampai rawat inap.

“Jadi, tim Dumasdu ini sudah lama ada, namun dengan adanya Covid-19 makin intens kerjanya. Termasuk mengedukasi tentang Covid-19 ke pasien yang datang. Dan semua pasien yang datang ke RSUD Bangil wajib rapid test,” terangnya.

Harapannya, edukasi tentang Covid-19 terus dilakukan. Baik dari gugus tugas sampai ke tingkat desa dan RT/RW. Sehingga, masyarakat tetap peduli dan paham bahwa wabah Covid-19 masih ada. Karena itu, masyarakat wajib waspada untuk terus mematuhi protokol kesehatan demi kebaikan bersama. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU