alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Temukan Radio-Barang Terlarang Saat Inspeksi di Rutan Bangil

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

Sejumlah warga binaan Rutan Bangil dibuat deg-degan. Menyusul kegiatan razia yang dilakukan tim gabungan dari petugas Rutan Bangil, kepolisian serta BNNK Pasuruan. Hasilnya, sejumlah barang yang dilarang pun, diamankan.

——————–

SUASANA tenang sore hari di Rutan Bangil Selasa (6/5), mendadak berubah. Warga binaan yang sedang leyeh-leyeh di ruang tahanannya masing-masing, dibuat kaget. Ketika petugas Rutan bersama polisi dan anggota BNNK Pasuruan datang melakukan pemeriksaan.

Para penghuni Rutan kelas IIB itu, kompak berdiri dari duduknya. Mereka kemudian mendekati pintu tahanan. Begitu pintu dibuka, satu persatu dari mereka keluar setelah ada instruksi dari petugas.

Satu persatu tahanan itupula diperiksa. Dari atas badan hingga bagian bawahnya. Dari kantong celana hingga lipatan sarung ataupun saku. Sebagian, memang tak kedapatan membawa apa-apa. Tapi, ada pula yang kedapatan membawa obat, hingga korek api di sakunya.

Akhirnya, barang itupun disita petugas. Tidak hanya berhenti di situ. Petugas gabungan, juga memeriksa setiap ruangan yang ada. Baju, bantal hingga alas tidur di dalam ruangan, diobok-obok.

Ratusan barang terlarang masuk Rutan ditemukan. Bukan hanya korek api. Tapi ada pula, sendok, obat-obatan, hingga radio.

Temuan itu, berdasarkan hasil penggeledahan di 31 kamar tahanan. Tidak hanya tahanan laki-laki. Tetapi juga ada tahanan perempuan.

Sontak, penggeledahan yang mendadak itu, sempat membuat warga binaan deg-degan. Meski sebenarnya, aktivitas itu bukan hanya sekali dilakukan.

GABUNGAN: Sidak tersebut diikuti personel gabungan polisi dan BNNK, selain petugas Rutan Bangil. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Seperti yang dirasakan Haryanto, 30, warga binaan kasus narkoba tersebut. Ia mengaku kaget, ketika petugas datang. Meski sebenarnya, ia merasa tak ada hal yang perlu dirisaukan.

“Ya, namanya ada penggeledahan kaget juga mas. Walau sebenarnya, saya tidak menyimpan barang yang perlu dirisaukan,” aku dia.

Haryanto boleh kaget. Tapi, ada pula yang menganggap hal tersebut biasa. Riski, 35, yang juga tersangkut kasus narkoba misalnya.

Ia mengaku, kalau kegiatan tersebut sudah sering dilakukan di Rutan Bangil. Sehingga, bukanlah menjadi hal yang mengagetkan baginya. “Ini sudah sering. Jadi, tidak kaget juga,” bebernya.

Kepala Rutan Bangil, Tristiantoro Adi Wibowo menguraikan, pemeriksaan ruang tahanan tersebut, merupakan agenda rutin. Biasanya, dilakukan dua kali dalam sepekan untuk internal.

Namun, untuk yang kondisional seperti yang dilakukan kemarin, bisa sebulan sekali. “Kami melibatkan kepolisian dan juga BNNK,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut, untuk memastikan warga binaan tidak menyimpan barang-barang yang dilarang masuk rutan. Terutama, yang dianggap membahayakan diri sendiri ataupun warga binaan yang lain serta petugas.

Seperti obat-obatan. Baik obat sakit kepala atau yang lain. Harus menggunakan dosis tepat. Supaya, tidak disalahgunakan. “Kami menyediakan obat, bagi warga binaan. Jadi, mereka tidak diperkenankan menyimpan obat-obatan di ruangan, karena dikhawatirkan disalahgunakan,” urainya.

Begitupula dengan sendok, uang logam atau barang yang lain. Sendok dilarang, karena dikhawatirkan akan dimodifikasi. Sehingga bisa berubah fungsinya dan bisa membahayakan.

Bowo-sapaannya menjelaskan, setidaknya ada 566 warga binaan yang dioperasi kemarin. Pihaknya mengerahkan kurang lebih 30 personel gabungan. Mereka kemudian menggeledah, ruangan dan warga binaan.

Hasilnya, ratusan barang terlarang masuk rutan, diamankan. “Sasaran kami, utamanya narkoba. Karena 70 persen warga binaan di sini, adalah pelaku penyalahgunaan narkoba. Makanya, kami selain mengundang kepolisian juga BNNK,” jelasnya.

AKBP Erlang, kepala BNNK Pasuruan menguraikan, jika pihaknya membackup pihak Rutan Bangil dalam melakukan pemeriksaan. Hal ini untuk memastikan, tidak ada warga binaan yang kedapatan menyimpan narkoba.

“Setelah kami periksa, hasilnya nihil,” tutup dia. (one/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

Sejumlah warga binaan Rutan Bangil dibuat deg-degan. Menyusul kegiatan razia yang dilakukan tim gabungan dari petugas Rutan Bangil, kepolisian serta BNNK Pasuruan. Hasilnya, sejumlah barang yang dilarang pun, diamankan.

——————–

SUASANA tenang sore hari di Rutan Bangil Selasa (6/5), mendadak berubah. Warga binaan yang sedang leyeh-leyeh di ruang tahanannya masing-masing, dibuat kaget. Ketika petugas Rutan bersama polisi dan anggota BNNK Pasuruan datang melakukan pemeriksaan.

Mobile_AP_Half Page

Para penghuni Rutan kelas IIB itu, kompak berdiri dari duduknya. Mereka kemudian mendekati pintu tahanan. Begitu pintu dibuka, satu persatu dari mereka keluar setelah ada instruksi dari petugas.

Satu persatu tahanan itupula diperiksa. Dari atas badan hingga bagian bawahnya. Dari kantong celana hingga lipatan sarung ataupun saku. Sebagian, memang tak kedapatan membawa apa-apa. Tapi, ada pula yang kedapatan membawa obat, hingga korek api di sakunya.

Akhirnya, barang itupun disita petugas. Tidak hanya berhenti di situ. Petugas gabungan, juga memeriksa setiap ruangan yang ada. Baju, bantal hingga alas tidur di dalam ruangan, diobok-obok.

Ratusan barang terlarang masuk Rutan ditemukan. Bukan hanya korek api. Tapi ada pula, sendok, obat-obatan, hingga radio.

Temuan itu, berdasarkan hasil penggeledahan di 31 kamar tahanan. Tidak hanya tahanan laki-laki. Tetapi juga ada tahanan perempuan.

Sontak, penggeledahan yang mendadak itu, sempat membuat warga binaan deg-degan. Meski sebenarnya, aktivitas itu bukan hanya sekali dilakukan.

GABUNGAN: Sidak tersebut diikuti personel gabungan polisi dan BNNK, selain petugas Rutan Bangil. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Seperti yang dirasakan Haryanto, 30, warga binaan kasus narkoba tersebut. Ia mengaku kaget, ketika petugas datang. Meski sebenarnya, ia merasa tak ada hal yang perlu dirisaukan.

“Ya, namanya ada penggeledahan kaget juga mas. Walau sebenarnya, saya tidak menyimpan barang yang perlu dirisaukan,” aku dia.

Haryanto boleh kaget. Tapi, ada pula yang menganggap hal tersebut biasa. Riski, 35, yang juga tersangkut kasus narkoba misalnya.

Ia mengaku, kalau kegiatan tersebut sudah sering dilakukan di Rutan Bangil. Sehingga, bukanlah menjadi hal yang mengagetkan baginya. “Ini sudah sering. Jadi, tidak kaget juga,” bebernya.

Kepala Rutan Bangil, Tristiantoro Adi Wibowo menguraikan, pemeriksaan ruang tahanan tersebut, merupakan agenda rutin. Biasanya, dilakukan dua kali dalam sepekan untuk internal.

Namun, untuk yang kondisional seperti yang dilakukan kemarin, bisa sebulan sekali. “Kami melibatkan kepolisian dan juga BNNK,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut, untuk memastikan warga binaan tidak menyimpan barang-barang yang dilarang masuk rutan. Terutama, yang dianggap membahayakan diri sendiri ataupun warga binaan yang lain serta petugas.

Seperti obat-obatan. Baik obat sakit kepala atau yang lain. Harus menggunakan dosis tepat. Supaya, tidak disalahgunakan. “Kami menyediakan obat, bagi warga binaan. Jadi, mereka tidak diperkenankan menyimpan obat-obatan di ruangan, karena dikhawatirkan disalahgunakan,” urainya.

Begitupula dengan sendok, uang logam atau barang yang lain. Sendok dilarang, karena dikhawatirkan akan dimodifikasi. Sehingga bisa berubah fungsinya dan bisa membahayakan.

Bowo-sapaannya menjelaskan, setidaknya ada 566 warga binaan yang dioperasi kemarin. Pihaknya mengerahkan kurang lebih 30 personel gabungan. Mereka kemudian menggeledah, ruangan dan warga binaan.

Hasilnya, ratusan barang terlarang masuk rutan, diamankan. “Sasaran kami, utamanya narkoba. Karena 70 persen warga binaan di sini, adalah pelaku penyalahgunaan narkoba. Makanya, kami selain mengundang kepolisian juga BNNK,” jelasnya.

AKBP Erlang, kepala BNNK Pasuruan menguraikan, jika pihaknya membackup pihak Rutan Bangil dalam melakukan pemeriksaan. Hal ini untuk memastikan, tidak ada warga binaan yang kedapatan menyimpan narkoba.

“Setelah kami periksa, hasilnya nihil,” tutup dia. (one/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2