alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Cerita Warga Pasuruan Sediakan Ambulans Gratis

Yusuf dan dua kakaknya hanya ingin beramal saat menyediakan ambulans gratis. Niatnya sebagai jariyah untuk orang tua dan mertua mereka. Karena itu, siapapun boleh menggunakan ambulans itu. Tanpa dipungut biaya. Walaupun, sejumlah orang enggan memakai gratis.

 

MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan, Radar Bromo

Ia baru saja memesan kopi ketika ponselnya berdering pelan. Yusuf, 46, segera menerima panggilan itu. Di seberang telepon, seseorang meminta bantuan karena ada keluarganya yang perlu memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit di Pandaan. Mereka lantas mengatur waktu. Yusuf rencananya menjemput pasien tersebut sore hari.

”Tapi, sebentar lagi saya harus melihat kondisinya dulu,” kata Yusuf usai menutup telepon.

Tak lama kemudian, ponselnya kembali berdering. Kali ini bukan dari orang yang hendak meminta bantuan ambulans gratis milik keluarga Yusuf. Tetapi, dari seorang rekan bisnisnya.

Ia memang tak bisa jauh-jauh dari ponselnya. Selain untuk kepentingan berdagang, ia juga harus stand by apabila ada orang yang memerlukan bantuan ambulans sewaktu-waktu.

”Apalagi kalau situasinya darurat, makanya harus selalu stand by,” kata Yus –sapaannya, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Bahkan, ia juga harus melayani penelepon dari nomor yang tidak dikenal. Setiap ada panggilan masuk, Yus harus cepat-cepat mengangkatnya. Maklum, nomor ponselnya sudah dipampang jelas di mobil ambulans An-Nur yang ia kelola. Ia dan dua kakaknya sengaja menyediakan layanan ambulans gratis.

”Siapapun boleh pakai,” jelas bapak lima anak itu.

Yusuf dan dua kakaknya hanya ingin beramal saat menyediakan ambulans gratis. Niatnya sebagai jariyah untuk orang tua dan mertua mereka. Karena itu, siapapun boleh menggunakan ambulans itu. Tanpa dipungut biaya. Walaupun, sejumlah orang enggan memakai gratis.

 

MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan, Radar Bromo

Ia baru saja memesan kopi ketika ponselnya berdering pelan. Yusuf, 46, segera menerima panggilan itu. Di seberang telepon, seseorang meminta bantuan karena ada keluarganya yang perlu memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit di Pandaan. Mereka lantas mengatur waktu. Yusuf rencananya menjemput pasien tersebut sore hari.

”Tapi, sebentar lagi saya harus melihat kondisinya dulu,” kata Yusuf usai menutup telepon.

Tak lama kemudian, ponselnya kembali berdering. Kali ini bukan dari orang yang hendak meminta bantuan ambulans gratis milik keluarga Yusuf. Tetapi, dari seorang rekan bisnisnya.

Ia memang tak bisa jauh-jauh dari ponselnya. Selain untuk kepentingan berdagang, ia juga harus stand by apabila ada orang yang memerlukan bantuan ambulans sewaktu-waktu.

”Apalagi kalau situasinya darurat, makanya harus selalu stand by,” kata Yus –sapaannya, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Bahkan, ia juga harus melayani penelepon dari nomor yang tidak dikenal. Setiap ada panggilan masuk, Yus harus cepat-cepat mengangkatnya. Maklum, nomor ponselnya sudah dipampang jelas di mobil ambulans An-Nur yang ia kelola. Ia dan dua kakaknya sengaja menyediakan layanan ambulans gratis.

”Siapapun boleh pakai,” jelas bapak lima anak itu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/