alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Bersama Kolektor Pakaian Hip-Hop asal Pasuruan

HIP-HOP bukan hanya menjadi suatu genre musik. Tapi, berkembang menjadi sub culture tersendiri. Meski terlahir dari gaya jalanan, genre ini semakin banyak penggemarnya. Tidak cuma musiknya, fashion-nya pun menjadi daya tarik.

Berawal dari yang ciri khas menggunakan topi dan atasan kasual, pakaian hip-hop berkembang menjadi suatu lifestyle tersendiri. Pada sekitar 70-an, genre hip-hop dibawa dari sudut jalanan. Memiliki gaya klimis ala gangstar, ditambah aksesoris yang serba bling-bling menjadi ciri khasnya.

KOLEKSI TOPI: Deretan topi stylish hip hop, baik jenis snapback dan flexfit koleksi Moh Sueb. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

Awalnya, hip-hop digunakan sebagai bentuk protes orang kulit hitam akibat kesenjangan sosial. Dari awal, aksesoris topi dan jaket bomber sudah menjadi fashion item yang tidak boleh terlewatkan.

Seakan berkembang bersama zaman, outfit hip-hop mulai sedikit kehilangan ciri khasnya. Gayanya makin bercampur dengan style fashion lain. Tetapi, beda untuk aksesoris, khususnya sepatu. Cukup banyak brand yang mem-branding musisi hip-hop.

Outfit untuk cewek juga tidak hanya bermain dengan warna. Melainkan, juga bermain dengan statement pada pakaiannya.

Meski berasal dari negara barat, outfit hip-hop juga bayak disukai kalangan muda-mudi Indonesia. Termasuk warga Kabupaten Pasuruan. Salah satunya adalah Moh. Sueb, 35, warga Dusun Keceling, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan.

Ketika masih duduk di bangku SMA, Ebee –sapaan akrab Moh. Sueb,- merupakan salah seorang penyanyi hip-hop. Ia aktif sejak 2006-2012. “Dulu penyanyi hip-hop aktif, karena memang suka. Sekarang sudah tidak, fokus kerja. Tapi, kalau sekadar latihan masih dan tetap dong dengan stylish hip-hop,” ujarnya.

Sebagai seorang stylish hip-hop, ia mempunyai banyak pakain ala hip-hop. Mulai kaus, topi, sepatu, dan beragam aksesoris. Seperti, cincin berlian dan permata, kalung, dan jam tangan.

HIP-HOP bukan hanya menjadi suatu genre musik. Tapi, berkembang menjadi sub culture tersendiri. Meski terlahir dari gaya jalanan, genre ini semakin banyak penggemarnya. Tidak cuma musiknya, fashion-nya pun menjadi daya tarik.

Berawal dari yang ciri khas menggunakan topi dan atasan kasual, pakaian hip-hop berkembang menjadi suatu lifestyle tersendiri. Pada sekitar 70-an, genre hip-hop dibawa dari sudut jalanan. Memiliki gaya klimis ala gangstar, ditambah aksesoris yang serba bling-bling menjadi ciri khasnya.

KOLEKSI TOPI: Deretan topi stylish hip hop, baik jenis snapback dan flexfit koleksi Moh Sueb. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

Awalnya, hip-hop digunakan sebagai bentuk protes orang kulit hitam akibat kesenjangan sosial. Dari awal, aksesoris topi dan jaket bomber sudah menjadi fashion item yang tidak boleh terlewatkan.

Seakan berkembang bersama zaman, outfit hip-hop mulai sedikit kehilangan ciri khasnya. Gayanya makin bercampur dengan style fashion lain. Tetapi, beda untuk aksesoris, khususnya sepatu. Cukup banyak brand yang mem-branding musisi hip-hop.

Outfit untuk cewek juga tidak hanya bermain dengan warna. Melainkan, juga bermain dengan statement pada pakaiannya.

Meski berasal dari negara barat, outfit hip-hop juga bayak disukai kalangan muda-mudi Indonesia. Termasuk warga Kabupaten Pasuruan. Salah satunya adalah Moh. Sueb, 35, warga Dusun Keceling, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan.

Ketika masih duduk di bangku SMA, Ebee –sapaan akrab Moh. Sueb,- merupakan salah seorang penyanyi hip-hop. Ia aktif sejak 2006-2012. “Dulu penyanyi hip-hop aktif, karena memang suka. Sekarang sudah tidak, fokus kerja. Tapi, kalau sekadar latihan masih dan tetap dong dengan stylish hip-hop,” ujarnya.

Sebagai seorang stylish hip-hop, ia mempunyai banyak pakain ala hip-hop. Mulai kaus, topi, sepatu, dan beragam aksesoris. Seperti, cincin berlian dan permata, kalung, dan jam tangan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/