Mengenal AKBP Ferdy Irawan, Kapolres Probolinggo yang Pernah Jadi Penyidik KPK

Tongkat kepemimpinan Polres Probolinggo beralih ke AKBP Ferdy Irawan. Kiprahnya di kepolisian terutama penyidik, sudah banyak. Diapun pernah menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menangani beberapa kasus.

=============================

RABU (4/3) lalu, Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke ruang kerja mantan Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) itu. Saat itu di dalam ruangan tersebut, ada dua tamu yang tengah bercerengkrama dengan pria kelahiran Medan tersebut. Tidak lama, lantas mempersilahkan wartawan koran ini untuk masuk dan bergabung.

“Saya mulai kecil memang ingin menjadi ABRI (Polisi dan TNI sebelum dipisah). Cita cita saya sejak kecil itu. Alhamdulillah tercapai, ” katanya memulai pembicaraan.

Bukan tanpa alasan ingin menjadi seorang petugas kepolisian. Di matanya, menjadi petugas polisi terlihat gagah dan berwibawa. Karena itulah, kemudian ia masuk Akpol dan berhasil lulus.

Selepas lulus itu, ia mengikti latihan kerja (Latja) di Kota Blitar, Jawa Timur. “Setelah lulus Akpol saya ikut pelatihan kerja sekitar tahun 2001,” katanya sembari menengguk air putih yang ada di depannya.

Disanalah, kemudian ia bertemu dengan istrinya Defitiara. Dari situlah, kemudian ia menjalin kasih dan menikah. Dari buah pernikahannya itu, Ferdy dikaruniai tiga orang putra.

Dalam karirnya menjadi seorang polisi, Ferdy mengungkapkan, dia pernah menjadi seorang penyidik KPK. Di lembaga antirasuah itu, Ferdy tidak lama. Ia hanya menjalankan tugas selama satu tahun. Yaitu mulai 2011 sampai 2012. Melalui surat telegram tertanggal 2 Oktober 2012, dia ditarik dan ditempatkan di posisi baru.

Dengan berbekal back ground penyidik KPK itulah, lantas kemudian kasus kasus korupsi besar ia ungkap. Salah satunya seperti kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Game 2018. Sat itu dalam perkara tersebut, ada lima orang tersangka yang ditetapkan.

Selain itu, dia juga pernah menangani kasus suap dan pungli di Kementerian Perhubungan 2016. “Dalam massa tugas saya, saya itu paling suka ungkap kasus pungli dan suap. Seperti yang pernah saya lakukan di Kementerian Perhubungan 2016 lalu, ” jelasnya.

Kesan ungkap kasus pada 2016 itu, menurutnya berbeda dengan yang lain. Karena pada waktu itu, Presiden langsung ke tempat kejadian perkara. Disana, presiden berstatemen bahwa Indonesia bebas pungli.

“Sehingga menurut saya paling berkesan ya ungkap kasus suap dan pungli di Kementerian Perhubungan,” katanya.

Setelah kembali ke Polri, karir anak pertama dari lima bersaudara ini moncer. Saat itu, ia diberikan amanah menjadi Kanit Tipikor Polda Metro. Di posisi barunya itu ia hanya bertahan 6 bulan mulai Oktober 2012 hingga Maret 2013.

Dari posisi itu, ia kembali di promosikan dengan jabatan baru Kanit Sumdaling Dirreskrim Sus Polda Metro. Dalam jabatan itu, dia bertugas selama 1,5 pada yakni di tahun 2013-2014. Ferdy juga pernah ditugaskan di luar Jawa. Seperti menjadi Kasubdit Indag Polda Kalbar selama 7 bulan di 2015.

PENGHIJAUAN: Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan (kiri) mengikuti penanaman pohon langka di Paiton beberapa waktu lalu. (Foto: Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Posisi yang banyak mengungkap kasus besar adalah sebagai Kasubdit Tipikor Polda Metro. Di posisi ini, dia jalani selama 2,5 tahun, tepatnya pada 2015 hingga 2018. Dari situlah, kemudian ia di promosikan menjadi Kapolres Tangerang Selatan (tangsel).

“Kalau menurut saya, sebenarnya tugas dimanapun itu sama saja. Tidak ada yang lebih mengesankan atau yang menarik. Karena setiap daerah itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing,” jelasnya.

Di Probolinggo sendiri ia tidak muluk-muluk. Menurutnya, dalam posisi barunya sebagai Kapolres di kawasan Pendalungan, dia akan bekerja meneruskan program kapolres yang lama. Dia akan segera beradaptasi dengan situasi dan kondisi di salah satu wilayah di tapal kuda ini. Terutama adaptasi dengan jajaran Polres Probolinggo selama masa awal menjabat akan ia lakukan.

“Tapi yang pasti, kami akan melanjutkan dan menyempurnakan program dari Bapak Kapolres sebelum saya,” tutur Ferdy. (sid/fun)