Gus Halim dan Gus Amak, Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pasuruan yang Baru dan Rencana Mereka

PC NU Kota Pasuruan telah menggelar konferensi cabang (konfercab) ke 9 di Ponpes Bayt Al Hikmah pada 1 – 2 Februari. Konfercab memilih aklamasi KH Abdul Halim Mas’ud sebagai Rais Syuriah PC NU dan H. Muhammad Nailur Rohman sebagai Ketua Tanfidziyah PC NU periode 2020 sampai 2025. Berikut perbincangan dengan mereka

—————–

Senyum berulang kali tersungging dari bibir KH Abdul Halim Mas’ud maupun H. Muhammad Nailur Rohman. Minggu (2/2) petang itu, keduanya memang mendapat ucapan selamat dari para anggota PC NU Kota Pasuruan.

Tidak sekadar mendapat ucapan selamat. Para anggota PC NU pun meminta foto bersama dengan keduanya. Dan mereka, meladeni permintaan itu dengan sabar, sambil terus tersenyum ramah.

Ya, Konfercab ke-9 PCNU Kota Pasuruan di Ponpes Bayt Al Hikmah hari itu memang memberikan amanah khusus pada keduanya. Mereka dipercaya oleh Tim Ahlul Wal Aqdi (Ahwa) yang diketuai KH Said Kholil untuk menjadi Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PC NU Kota Pasuruan periode 2020-2025.

Gus Amak -sapaan akrab H. Muhammad Nailur Rohman- mengaku, tidak menyangka dirinya dipilih menjadi Ketua Tanfidziyah PC NU Kota Pasuruan untuk lima tahun ke depan. Sebab, ia sendiri baru tergabung dalam kepengurusan PC NU pada 2015. Sebelumnya, ia hanya mengurus Ponpes Bayt Al Hikmah secara penuh.

“Memang sebelumnya ada yang ngomong begitu (menjadi Ketua Tanfidziyah PC NU, Red) di antara anggota PC NU. Tapi, saya hanya menganggap itu keinginan anggota saja. Jujur saya tidak pernah ada pikiran menjadi ketua PC NU Kota Pasuruan,” ungkapnya.

Gus Amak menjelaskan, dirinya terlibat dalam pengurusan PC NU karena diminta oleh KH Abdul Halim Mas’ud pada 2015. Saat itu Gus Halim –sapaannya- meminta izin langsung pada abahnya, KH Idris Hamid agar dirinya menjadi pengurus PC NU. Atas persetujuan abahnya, ia pun menjadi wakil ketua PC NU Kota Pasuruan periode 2015 – 2020.

Sebagai wakil ketua, ia memiliki peran menjadi koordinator di tiga lembaga NU. Yakni, Lajnah Falaqiyah, Lembaga Taklif wan Nasr, dan Laspekdam. Di awal menjalankan peranannya ini, ia sempat khawatir tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.

Namun, Gus Halim selalu memberikan ruang baginya untuk belajar. Dengan melibatkan Gus Amak pada kegiatan penting NU, seperti ikut Muktamar NU maupun Muskerwil PW NU Jatim. Dan akhirnya ia pun bisa nyaman dan mengerjakan seluruh tanggung jawab yang diembannya kala itu dengan baik.

“Tentu awalnya saya khawatir tidak bisa memenuhi tanggung jawab yang diemban. Sebab saya masih muda, baru berusia 27 tahun waktu itu. Sementara anggota saya sudah senior,” jelas Gus Amak.

Ia menjelaskan, dirinya sempat tertekan dengan jabatan barunya sebagai Ketua Tanfidziyah PC NU Kota Pasuruan. Sebab, ia tidak pernah sekalipun mencalonkan diri. Apalagi NU merupakan organisasi yang sangat besar. Mayoritas masyarakat Kota Pasuruan adalah NU.

PERDANA: Gus Halim (kanan) dan Gus Amak saat memberi sambutan perdana usai terpilih. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Sebagai Ketua Tanfidziyah PC NU, dirinya memiliki keinginan agar organisasi ini semakin baik. Tidak hanya anggota, namun seluruh masyarakat dari kalangan Nahdliyin bisa ikut aktif kegiatan yang diselenggarakan oleh NU. Baik saat hari santri maupun kegiatan lainnya.

“Tentunya ada perbedaan dengan saat masih menjadi wakil ketua. Saya akan terus menjalin komunikasi yang baik dengan anggota. Sebab, dukungan aklamasi ini kan artinya mau berjalan bersama,”sebutnya.

Gus Amak sendiri tidak menampik ada partai politik (parpol) yang menjalin komunikasi dengannya. Bahkan, ada pula yang sudah komunikasi dengan KH Idris Hamid. Namun, sejauh ini pihaknya belum berpikir ke arah sana. Ia lebih memprioritaskan yang bisa dilakukan saat ini. Yakni, perbaikan pada organisasi PC NU Kota Pasuruan.

“Kalau Abah KH Idris mengembalikan jawabannya ke saya. Itu hak mereka mengusulkan saya. Saya tidak bisa melarang. Cuma saya kembali ke prinsip tidak minta jabatan apapun,” terangnya.

Sementara itu, Gus Halim menceritakan, dirinya baru aktif dalam kepengurusan PC NU Kota Pasuruan pada 2000. Sebelumnya, ia terlibat dalam PC NU Bangil. Waktu itu, ia diminta menjadi Wakil Katib Syuriah hingga 2005. Lalu dipercaya menjadi Katib Syuriah pada 2005 hingga 2010. Katib ini memiliki fungsi sebagi sekretaris dari Rais Syuriah.

Lalu pada 2010, ia dipercaya menjadi wakil ketua PC NU Kota Pasuruan. Namun, jabatan ini hanya diembannya hingga 2012. Sebab, Ketua PCNU Kota Pasuruan waktu itu yakni Gus Faruq wafat. Ia lantas dipercaya menjadi pelaksana tugas (Plt) ketua PC NU menggantikan Gus Faruq hingga 2015.

“Saya melanjutkan visi-misi yang sudah dibangun oleh Gus Faruq. Awalnya memang butuh penyesuaian selama setahun. Sebab, meski hanya Plt, fungsinya penuh seperti ketua definitif,” tuturnya.

Gus Halim lantas dipercaya sebagai ketua PC NU Kota Pasuruan kembali pada periode 2015-2020. Pemilihannya saat itu secara langsung karena belum ada tim AHWA. Hingga akhirnya ia dipercaya menjadi Rais Syuriah oleh tim AHWA yang diketuai oleh KH Said Kholil.

Menurutnya, sebagai Rais Syuriah ia memiliki keinginan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berorganisasi. Meski bukan anggota PC NU, namun masyarakat bisa ikut menyukseskan dengan memberikan dukungan pada program NU di Kota Pasuruan.

“Misalnya ada kajian oleh kiai atau ustad dari kalangan NU, mereka datang. Ada kegiatan hari santri, kalau bisa ikut andil sebagai peserta. Sehingga, organisasi NU semakin baik dan kuat di masyarakat,” pungkas Gus Halim. (riz/fun)