Cerita Warga Pilang Manfaatkan Botol Plastik untuk Persiapan Agustusan

MENDAUR PLASTIK: Pembuatan kincir angin dari botol plastik bekas di RT 2/RW 1, Pilang, Kecamatan Kademangan. Kincir angin dibuat untuk persiapan Agustusan. (Ridhowati Saputri/Radar Bromo)

Related Post

Banyak cara bisa dilakukan untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Salah satunya daur sampah yang tidak bisa diurai, seperti plastik. Inilah yang dilakukan warga RT 2/RW 1, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Mereka menggunakan botol plastik dan paralon untuk mempercantik kampungnya dengan kincir angin.

RIDHOWATI SAPUTRI, Kademangan, Radar Bromo

Sebuah halaman cukup luas di Jalan Soekarno Hatta, dipenuhi kincir angin dari plastik berwarna warni. Ada yang sebagian selesai dikerjakan, ada yang masih dibuat.

Beberapa hiasan kincir angin yang telah selesai dibuat diletakkan di bagian depan halaman. Kincir angin itu ditempatkan pada botol-botol yang telah diberi pasir sebagai pemberat, sehingga tidak jatuh ketika angin bertiup kencang.

Angin Probolinggo yang kencang membuat kincir angin berwarna warni berputar semakin cepat. Sebagian besar kincir terbuat dari botol air mineral yang dicat berwarna-warni.

Ada juga kincir angin yang bagian kipasnya lebih besar daripada kincir lain. Kipas kincir terbuat dari bahan paralon.

“Ini juga terbuat dari paralon bekas yang dicat warna-warni. Tapi, warna-warnanya ini tidak berafiliasi politik ya. Warna ini dipilih karena cat yang kami punya ya itu,” ujar Bawon Hariyanto, warga Pilang, salah satu penggagas pembuatan hiasan kincir angin tersebut.

Bermula dari pembicaraan di warung kopi untuk persiapan perayaan Agustusan, tiga warga Kelurahan Pilang mencari ide untuk menghias kampung mereka. Ada Elok Kuswantoro, Sugeng Riyadi, dan Bawon Hariyanto.

Berbagai pemikiran bermunculan sampai akhirnya muncul gagasan untuk menggunakan botol plastik sebagai bahan hiasan. Setelah dilakukan diskusi panjang, akhirnya tercetus ide untuk membuat kincir angin dari bahan botol plastik.

Botol plastik tersebut hasil dari pengumpulan warga sekitar Jalan Ijen, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan botol plastik.

“Sulit mendapatkan botol plastik karena kami memang mengandalkan dari sumbangan warga untuk botol plastiknya. Makanya kami persiapkan jauh hari sebelum perayaan Agustusan karena kendala bahan botolnya,” ujar Elok Kuswantoro.

Selain botol plastik bekas dan paralon bekas, ketiga warga ini menggunakan ruji sepeda bekas sebagai pasak atau paku untuk menancapkan kincir angin pada batang bambu. “Ruji sepeda ini tidak mudah berkarat juga,” ujar elok.

Meskipun menggunakan bahan limbah, tetap menggunakan material pendukung lain. Seperti bambu, cat, serta komponen lain. Elok bersama teman-temannya mengajak warga Jalan Ijen untuk swadaya mengumpulkan donasi.

“Akhirnya terkumpul Rp 1,5 juta. Dana ini yang digunakan untuk membeli bahan-bahan lain.”

Rencananya kincir angin yang akan dibuat sebanyak 150 kincir angin. Kincir ini akan dipasang di sepanjang Jalan Ijen dengan berselang-seling.

“Setiap 3 meter dipasang kincir angin. Ada yang di sisi kanan jalan, ada yang di kiri jalan. Dibuat berselang-seling,” ujarnya.

Elok mengaku memang perayaan 17 Agustus masih lama. Namun, persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari untuk bahan baku. Seperti botol bekas yang kadang tidak setiap hari ada yang menyumbangkan.

“Bagus juga kalau kincir angin ini dipasang di Pantai Permata. Mungkin setelah ini nanti bisa dipasang di sana juga,” ujarnya.

Elok berharap lebih banyak warga yang menyumbangkan botol plastik bekas. Selain membantu rencana pembuatan kampung kincir, juga membantu mengurangi limbah sampah plastik dari botol.

“Tujuan kami juga untuk membantu mengurangi limbah plastik. Sampah plastik kan tidak bisa diurai sehingga akhirnya mencemari lingkungan. Makanya dimanfaatkan untuk hiasan,” ungkapnya. (hn)