alexametrics
31 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Kisah Petugas Jaga Rudenim Surabaya saat Deteni Palestina Kabur

Kaburnya seorang deteni asal Palestina, menjadi cerita tersendiri bagi Rohri Sapdo dan rekannya, Andi Ramanda, petugas jaga deteni di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya di Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Merekalah yang berjaga saat Moin D. Habib kabur dari Rudenim Surabaya. Keduanya pun sempat waswas dipecat, karena kaburnya Moin.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

WAKTU menunjukkan pukul 12.30. Siang itu, sudah waktunya bagi deteni masuk ke kamarnya. Rohri Sapdo, 23, yang sedang piket jaga lantas masuk ke area blok. Satu per satu deteni dimintanya masuk kamar. Tak terkecuali Moin D. Habib, deteni asal Palestina.

Namun, saat itu Moin enggan masuk kamarnya. Dia meminta tambahan waktu. Dengan alasan akan mengambil pakaian yang dijemurnya di lapangan.

SEMPAT WASWAS: Saat Moin deteni asal Palestina kabur, Rohri dan Andi sempat khawatir. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Rohri pun mempersilakan, tanpa ada perasaan curiga. Tapi, mendadak ia panik. Gara-garanya, dia melihat Moin mengendap-endap mendekati pintu keluar area blok.

Tunggang langgan Rori lari mendekati pintu keluar. Namun, Moin terlanjur keluar. Rori baru berhasil mencapai Moin, saat lelaki berperawakan tinggi besar itu sudah di luar pintu.

Dia bermaksud mencegah Moin kabur. Namun, begitu berhadapan, Moin langsung mendekapnya. Lalu membanting lelaki itu. Dua kali.

Kaburnya seorang deteni asal Palestina, menjadi cerita tersendiri bagi Rohri Sapdo dan rekannya, Andi Ramanda, petugas jaga deteni di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya di Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Merekalah yang berjaga saat Moin D. Habib kabur dari Rudenim Surabaya. Keduanya pun sempat waswas dipecat, karena kaburnya Moin.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

WAKTU menunjukkan pukul 12.30. Siang itu, sudah waktunya bagi deteni masuk ke kamarnya. Rohri Sapdo, 23, yang sedang piket jaga lantas masuk ke area blok. Satu per satu deteni dimintanya masuk kamar. Tak terkecuali Moin D. Habib, deteni asal Palestina.

Namun, saat itu Moin enggan masuk kamarnya. Dia meminta tambahan waktu. Dengan alasan akan mengambil pakaian yang dijemurnya di lapangan.

SEMPAT WASWAS: Saat Moin deteni asal Palestina kabur, Rohri dan Andi sempat khawatir. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Rohri pun mempersilakan, tanpa ada perasaan curiga. Tapi, mendadak ia panik. Gara-garanya, dia melihat Moin mengendap-endap mendekati pintu keluar area blok.

Tunggang langgan Rori lari mendekati pintu keluar. Namun, Moin terlanjur keluar. Rori baru berhasil mencapai Moin, saat lelaki berperawakan tinggi besar itu sudah di luar pintu.

Dia bermaksud mencegah Moin kabur. Namun, begitu berhadapan, Moin langsung mendekapnya. Lalu membanting lelaki itu. Dua kali.

MOST READ

BERITA TERBARU

/