alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Dulu Sering Diomeli, Pelajar SMKN 1 Bangil Peraih Juara E-Sport Competition

Anggapan miring kerap disematkan bagi para gamers. Mereka dinilai tidak produktif, hanya menghabiskan waktu dan uang sia-sia. Namun, Muhammad Biqqi Syaifullah, 18, membuktikan hal itu tidak benar. Bersama rekan-rekannya di SMKN 1 Bangil, dia meraih banyak prestasi lewat e-sport. Pundi-pundi rupiah pun bisa didapati.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

SEDERET piala berjejer di lemari kaca, lobi SMKN 1 Bangil. Stiker berwarna emas dan silver menempel di masing-masing piala. Goresan tinta hitam menunjukkan prestasi yang tertera. Ada beragam lomba.

Salah satunya, Statistika E-Sport Competition. Ada pula, yang bertuliskan juara nasional Sport and Art Competition Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya. Serta, beberapa penghargaan berbentuk piala lainnya.

SEMAKIN BANYAK: Siswa SMKN 1 Bangil yang menekuni e-Sport. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

“Ini beberapa piala yang berhasil diraih anak-anak dalam ajang e-sport. Baik tingkat provinsi hingga nasional,” kata Aldi Wahyu Firmansyah, Guru Teknik Elektronika Industri yang juga pendamping e-sport SMKN 1 Bangil.

Aldi menyampaikan, games seperti Mobile Legend memang banyak dipandang sebelah mata bagi mayoritas orang. Khususnya, orang tua. Karena, dianggap hanya sekadar permainan.

Padahal, games tersebut sejatinya bisa mendatangkan prestasi, bahkan “cuan” dalam berkompetisi. Seperti sejumlah torehan anak didiknya dalam beberapa kompetisi.

Anggapan miring kerap disematkan bagi para gamers. Mereka dinilai tidak produktif, hanya menghabiskan waktu dan uang sia-sia. Namun, Muhammad Biqqi Syaifullah, 18, membuktikan hal itu tidak benar. Bersama rekan-rekannya di SMKN 1 Bangil, dia meraih banyak prestasi lewat e-sport. Pundi-pundi rupiah pun bisa didapati.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

SEDERET piala berjejer di lemari kaca, lobi SMKN 1 Bangil. Stiker berwarna emas dan silver menempel di masing-masing piala. Goresan tinta hitam menunjukkan prestasi yang tertera. Ada beragam lomba.

Salah satunya, Statistika E-Sport Competition. Ada pula, yang bertuliskan juara nasional Sport and Art Competition Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya. Serta, beberapa penghargaan berbentuk piala lainnya.

SEMAKIN BANYAK: Siswa SMKN 1 Bangil yang menekuni e-Sport. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

“Ini beberapa piala yang berhasil diraih anak-anak dalam ajang e-sport. Baik tingkat provinsi hingga nasional,” kata Aldi Wahyu Firmansyah, Guru Teknik Elektronika Industri yang juga pendamping e-sport SMKN 1 Bangil.

Aldi menyampaikan, games seperti Mobile Legend memang banyak dipandang sebelah mata bagi mayoritas orang. Khususnya, orang tua. Karena, dianggap hanya sekadar permainan.

Padahal, games tersebut sejatinya bisa mendatangkan prestasi, bahkan “cuan” dalam berkompetisi. Seperti sejumlah torehan anak didiknya dalam beberapa kompetisi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/