alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Cara Mereka Mencintai Kucing Tak Bertuan yang Telantar di Jalan

Kondisi itulah yang memantik Eka Yanita untuk memberi makan. Kebetulan dia juga pecinta kucing. “Di rumah ada kucing peliharaan. Kucing jelas butuh makan setiap hari. Sama seperti manusia. Jika tidak makan, bisa sakit,” kata wanita berkacamata tersebut.

Alasan itupula yang membuat Eka rela mengeluarkan rupiah untuk membelikan makanan kucing. Jikapun tidak ada, sisa makanan terutama lauk, bisa diberikan. Dan air di jeriken adalah air bersih layak konsumsi. Karena Eka yakin, kucing tidak akan bisa minum di sungai, meski lokasi TPS berada di tepi Sungai Gembong.

Apa yang dilakukan Eka adalah street feeding. Belakangan aktivitas ini banyak dilakukan bukan hanya dari komunitas pecinta kucing semata. Tapi juga orang-orang iba dengan hewan yang konon dicintai Nabi Muhammad SAW.

Selain Eka, ada Astriana. Wanita 47 tahun asal Kebonagung. Bukan hanya di TPS Purutrejo. Astriana juga sering mendatangi sejumlah pasar tradisional di Kota Pasuruan.

Bersama anaknya, Astriana biasanya mengendarai motor dan menyisiri sudut pasar. Jika menemukan kucing, dia membuka plastik berisi makanan kucing. “Buka satu, nanti kawan-kawannya akan muncul. Mereka makan bareng. Kalau kucing kurus, yang terlihat tulangnya atau masih kecil, saya sendirikan. Porsinya diberi lebih banyak,” kata Astriana.

Kebiasaan ini Astriana lakukan, sudah lebih dari lima tahun ini. Persisnya ketika dia pernah kehilangan kucing peliharaannya. “Saat itu yang hilang kucing anak saya. Karena sayang, kami berdua mencarinya. Ternyata saat menyisiri jalan, anak saya iba melihat dua kucing kampung yang telantar. Kami bawa pulang dan pelihara,” beber Astriana.

Sang anak, ternyata masih kepikiran. Semenjak itu, anaknya selalu mengajaknya untuk menyisiri jalan dan memberi makan. Karena tidak mungkin, kucing telantar yang mereka temukan, dibawa pulang untuk dipelihara. “Memelihara kucing itu kan juga perlu cost. Anak saya lalu menyadari dan hanya street feeding ini yang bisa kami lakukan,” beber Astriana.

Kondisi itulah yang memantik Eka Yanita untuk memberi makan. Kebetulan dia juga pecinta kucing. “Di rumah ada kucing peliharaan. Kucing jelas butuh makan setiap hari. Sama seperti manusia. Jika tidak makan, bisa sakit,” kata wanita berkacamata tersebut.

Alasan itupula yang membuat Eka rela mengeluarkan rupiah untuk membelikan makanan kucing. Jikapun tidak ada, sisa makanan terutama lauk, bisa diberikan. Dan air di jeriken adalah air bersih layak konsumsi. Karena Eka yakin, kucing tidak akan bisa minum di sungai, meski lokasi TPS berada di tepi Sungai Gembong.

Apa yang dilakukan Eka adalah street feeding. Belakangan aktivitas ini banyak dilakukan bukan hanya dari komunitas pecinta kucing semata. Tapi juga orang-orang iba dengan hewan yang konon dicintai Nabi Muhammad SAW.

Selain Eka, ada Astriana. Wanita 47 tahun asal Kebonagung. Bukan hanya di TPS Purutrejo. Astriana juga sering mendatangi sejumlah pasar tradisional di Kota Pasuruan.

Bersama anaknya, Astriana biasanya mengendarai motor dan menyisiri sudut pasar. Jika menemukan kucing, dia membuka plastik berisi makanan kucing. “Buka satu, nanti kawan-kawannya akan muncul. Mereka makan bareng. Kalau kucing kurus, yang terlihat tulangnya atau masih kecil, saya sendirikan. Porsinya diberi lebih banyak,” kata Astriana.

Kebiasaan ini Astriana lakukan, sudah lebih dari lima tahun ini. Persisnya ketika dia pernah kehilangan kucing peliharaannya. “Saat itu yang hilang kucing anak saya. Karena sayang, kami berdua mencarinya. Ternyata saat menyisiri jalan, anak saya iba melihat dua kucing kampung yang telantar. Kami bawa pulang dan pelihara,” beber Astriana.

Sang anak, ternyata masih kepikiran. Semenjak itu, anaknya selalu mengajaknya untuk menyisiri jalan dan memberi makan. Karena tidak mungkin, kucing telantar yang mereka temukan, dibawa pulang untuk dipelihara. “Memelihara kucing itu kan juga perlu cost. Anak saya lalu menyadari dan hanya street feeding ini yang bisa kami lakukan,” beber Astriana.

MOST READ

BERITA TERBARU

/