alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Cara Mereka Mencintai Kucing Tak Bertuan yang Telantar di Jalan

BELAKANGAN kian banyak orang yang melakukan street feeding. Biasanya di tempat-tempat umum yang biasa menjadi lokasi pembuangan kucing. Bagi pecinta kucing, hanya cara ini yang bisa mereka lakukan terhadap kucing tak bertuan.

Suara toa masjid sudah saling bersahut-sahutan. Petanda sebentar lagi akan datang waktu maghrib. Suara lantunan puji-pujian juga terdengar di dekat jembatan Margo Utomo hingga di sekitar tempat pembuangan sementara (TPS) di Purutrejo, Kecamatan Purworejo.

Di TPS yang nampak sepi itu, terlihat Eka Yanita bersama ibunya membawa satu jeriken air ukuran 5 liter. Wanita asal Bugul Kidul tersebut juga membawa tas kresek berisikan dua bungkus makanan kucing dan beberapa bungkus nasi. Tanpa dikomando, puluhan kucing liar yang ada di TPS lalu mendatangi wanita berhijab tersebut.

Rupanya, kucing-kucing itu sudah akrab dengan Eka Yanita. Mereka tidak takut, bahkan nampak santai saat memakan pemberian Eka dan ibunya. “Saya memang menyempatkan waktu untuk datang dan memberi makan kucing-kucing ini. Kasihan mereka karena belum tentu dapat makan di TPS ini,” beber Eka.

Di TPS yang dekat dengan jembatan Margo Utomo ini memang sering menjadi lokasi pembuangan kucing. Saking banyaknya, pengelola TPS bahkan memberi papan imbauan larangan untuk membuang kucing.

Imbauan itu tidak hanya diberi tulisan. Tapi juga dipasang gambar wajah seram artis Suzanna saat memerankan hantu “Beranak Dalam Kubur” Ada juga tulisan: “Yang Buang Kucing Disini Hari Tuanya Dibuang Balik Sama Anak-anaknya. Amin…”

Tulisan-tulisan itu menjadi penanda bahwa jangan sampai di TPS selalu menjadi tempat pembuangan kucing. Tapi imbauan itu rupanya tak efektif. Sebab, kucing yang ditemukan di tempat ini semakin banyak. Apalagi jika masuk kemarau.

BELAKANGAN kian banyak orang yang melakukan street feeding. Biasanya di tempat-tempat umum yang biasa menjadi lokasi pembuangan kucing. Bagi pecinta kucing, hanya cara ini yang bisa mereka lakukan terhadap kucing tak bertuan.

Suara toa masjid sudah saling bersahut-sahutan. Petanda sebentar lagi akan datang waktu maghrib. Suara lantunan puji-pujian juga terdengar di dekat jembatan Margo Utomo hingga di sekitar tempat pembuangan sementara (TPS) di Purutrejo, Kecamatan Purworejo.

Di TPS yang nampak sepi itu, terlihat Eka Yanita bersama ibunya membawa satu jeriken air ukuran 5 liter. Wanita asal Bugul Kidul tersebut juga membawa tas kresek berisikan dua bungkus makanan kucing dan beberapa bungkus nasi. Tanpa dikomando, puluhan kucing liar yang ada di TPS lalu mendatangi wanita berhijab tersebut.

Rupanya, kucing-kucing itu sudah akrab dengan Eka Yanita. Mereka tidak takut, bahkan nampak santai saat memakan pemberian Eka dan ibunya. “Saya memang menyempatkan waktu untuk datang dan memberi makan kucing-kucing ini. Kasihan mereka karena belum tentu dapat makan di TPS ini,” beber Eka.

Di TPS yang dekat dengan jembatan Margo Utomo ini memang sering menjadi lokasi pembuangan kucing. Saking banyaknya, pengelola TPS bahkan memberi papan imbauan larangan untuk membuang kucing.

Imbauan itu tidak hanya diberi tulisan. Tapi juga dipasang gambar wajah seram artis Suzanna saat memerankan hantu “Beranak Dalam Kubur” Ada juga tulisan: “Yang Buang Kucing Disini Hari Tuanya Dibuang Balik Sama Anak-anaknya. Amin…”

Tulisan-tulisan itu menjadi penanda bahwa jangan sampai di TPS selalu menjadi tempat pembuangan kucing. Tapi imbauan itu rupanya tak efektif. Sebab, kucing yang ditemukan di tempat ini semakin banyak. Apalagi jika masuk kemarau.

MOST READ

BERITA TERBARU

/