24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Diusap Es Batu Penjual Minuman untuk Usap Mata yang Pedih

Tragedi Kanjuruhan di derby Jatim menyisakan cerita pilu bagi tiga Aremania asal Maron. Mereka tak akan melupakan insiden yang disorot dunia ini. Apalagi bagi mereka yang kehilangan anggota keluarganya.

ACHMAD ARIANTO, Maron, Radar Bromo

TATAPAN kosong terpancar dari sorot mata Afandi Syaifulhaq, 25. Pemuda Dusun Krajan, Desa Maron Wetan, Kecamatan Maron masih tak percaya, jika dukungan pada tim favoritnya Arema FC kala pertandingan menjadi sebuah bencana. Adik kandungnya Rizky Dwi Yulianto, 19, turut menjadi korban meninggal dunia saat menyelamatkan diri dari tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan Malang.

Dengan mata sembab dan berkaca-kaca Afandi menceritakan, sebelum insiden nahas itu, dia tidak memiliki firasat apapun. Dia hanya mengingat, Sabtu (1/10) siang, Afandi masih berkomunikasi dengan Rizky. Adik kesayangannya itu baru pulang dari Jember kota tempat Adiknya berkuliah.

KEHILANGAN: Bintang Kurniawan Antoro yang sampai saat ini masih trauma. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Sampai di rumah, keduanya pun berbincang-bincang tentang pertandingan derby Jatim tersebut. Rupanya Afandi dan Rizky, sudah tiga hari sebelum pertandingan telah merencanakan nonton langsung di stadion Kanjuruhan Malang.

Namun dua bersaudara ini berbeda rombongan, Afandi bersama teman-temannya naik mobil. Sementara Rizky naik motor bersama tiga temannya. Dua di antaranya adalah Bintang Kurniawan Antoro, 18, dan Muhammad Jailani, 19. Keduanya juga merupakan warga Desa Maron Wetan.

Tragedi Kanjuruhan di derby Jatim menyisakan cerita pilu bagi tiga Aremania asal Maron. Mereka tak akan melupakan insiden yang disorot dunia ini. Apalagi bagi mereka yang kehilangan anggota keluarganya.

ACHMAD ARIANTO, Maron, Radar Bromo

TATAPAN kosong terpancar dari sorot mata Afandi Syaifulhaq, 25. Pemuda Dusun Krajan, Desa Maron Wetan, Kecamatan Maron masih tak percaya, jika dukungan pada tim favoritnya Arema FC kala pertandingan menjadi sebuah bencana. Adik kandungnya Rizky Dwi Yulianto, 19, turut menjadi korban meninggal dunia saat menyelamatkan diri dari tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan Malang.

Dengan mata sembab dan berkaca-kaca Afandi menceritakan, sebelum insiden nahas itu, dia tidak memiliki firasat apapun. Dia hanya mengingat, Sabtu (1/10) siang, Afandi masih berkomunikasi dengan Rizky. Adik kesayangannya itu baru pulang dari Jember kota tempat Adiknya berkuliah.

KEHILANGAN: Bintang Kurniawan Antoro yang sampai saat ini masih trauma. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Sampai di rumah, keduanya pun berbincang-bincang tentang pertandingan derby Jatim tersebut. Rupanya Afandi dan Rizky, sudah tiga hari sebelum pertandingan telah merencanakan nonton langsung di stadion Kanjuruhan Malang.

Namun dua bersaudara ini berbeda rombongan, Afandi bersama teman-temannya naik mobil. Sementara Rizky naik motor bersama tiga temannya. Dua di antaranya adalah Bintang Kurniawan Antoro, 18, dan Muhammad Jailani, 19. Keduanya juga merupakan warga Desa Maron Wetan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/