alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Arif Wicaksono, PNS Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan yang Juga Binaragawan

Berstatus sebagai PNS di lingkungan Pemkot Pasuruan, tidak membuat Arif Wicaksono meninggalkan passion-nya di dunia olahraga binaraga. Ia bahkan baru saja memenangi Body Contest di Jambi.

————–

Arif Wicaksono meraih juara kedua saat mengikuti Body Contest di Jambi pada 1 Maret. Dari empat kategori yang dilombakan, Arif bersaing di kategori tertinggi. Yakni, Pro Muscle.

Sesuai namanya, Pro Muscle menjadi ajang persaingan berkelas bagi binaragawan. Sebab, binaragawan yang bersaing memiliki otot dengan tingkatan tinggi dan kandungan lemak yang rendah. Untuk bisa masuk kategori itu, lemak dalam tubuh harus sekitar 10 – 15 persen.

BEROTOT: Demi menjaga tubuhnya, Arif Wicaksono harus rela latihan setiap hari dan berdiet. (Foto: Istimewa)

Pria berusia 38 tahun itu tak pernah menyangka dirinya bisa menjadi atlet binaraga seperti sekarang. Bahkan, hal itu sama sekali di luar rencana.

Semuanya bermula sekitar 10 tahun silam. Ketika itu Arif masih menjadi pegawai honorer. Dirinya diangkat menjadi PNS setelah 11 tahun mengabdi.

“Saat itu tubuh saya kurus banget. Saya ingin sedikit gemuk, berisi,” tuturnya.

Agar bisa sedikit gemuk, Arif pun berolahraga. Pilihannya, yaitu fitness. Tujuannya, tidak lain supaya kondisi tubuhnya menjadi ideal. Tapi, hal itu perlu proses panjang. “Waktu awal-awal ya masih jarang latihan,” ujarnya.

Lima tahun berselang, ia menyeriusi olahraga tersebut. Setiap hari ia melatih fisiknya di tempat fitness.

“Pada tahun 2015 saya mulai kontinyu latihan. Kalau mau ada event, latihannya ditingkatkan menjadi dua kali sehari,” katanya.

Di samping itu, Arif juga harus benar-benar menjaga kondisi tubuh serta asupan makanan. Misalnya saja, menghindari makanan yang mengandung gula, minyak, dan garam.

“Intinya ya dietlah. Namanya saja diet, yang dimakan ya serbatawar,” sambungnya.

Kebiasaan menjaga pola makan itu ternyata tak hanya dilakukan Arif menjelang body contest. Lama-lama ia justru menikmati pola hidup seperti itu. Namun, pernah juga ia tergoda menyantap makanan yang menjadi pantangan. “Kalau kepingin ndak apa-apa makan gorengan, tapi sedikit,” katanya.

Tak jarang hal itu menjadi perhatian teman-teman kantor Arif. “Sampean itu, hidup sekali kok ribet,” kata Arif menirukan ucapan teman-temannya.

Kendati demikian, Arif tetap santai. Ia justru semakin termotivasi. “Karena dengan begini saya jadi sehat dan bugar,” ucap pria yang menjabat bendahara gaji di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan itu.

Dia juga tak merasa kesulitan membagi waktu. Antara pekerjaan dengan hobi yang ditekuni. Yang terpenting bagi Arif, semua bisa dilakukan tanpa mengganggu satu sama lain.

“Latihannya ya di luar jam kerja. Biasanya pagi sebelum ngantor. Jam lima pagi itu sudah latihan. Dilanjut lagi malamnya,” tambahnya. (tom/hn/fun)

Berstatus sebagai PNS di lingkungan Pemkot Pasuruan, tidak membuat Arif Wicaksono meninggalkan passion-nya di dunia olahraga binaraga. Ia bahkan baru saja memenangi Body Contest di Jambi.

————–

Arif Wicaksono meraih juara kedua saat mengikuti Body Contest di Jambi pada 1 Maret. Dari empat kategori yang dilombakan, Arif bersaing di kategori tertinggi. Yakni, Pro Muscle.

Sesuai namanya, Pro Muscle menjadi ajang persaingan berkelas bagi binaragawan. Sebab, binaragawan yang bersaing memiliki otot dengan tingkatan tinggi dan kandungan lemak yang rendah. Untuk bisa masuk kategori itu, lemak dalam tubuh harus sekitar 10 – 15 persen.

BEROTOT: Demi menjaga tubuhnya, Arif Wicaksono harus rela latihan setiap hari dan berdiet. (Foto: Istimewa)

Pria berusia 38 tahun itu tak pernah menyangka dirinya bisa menjadi atlet binaraga seperti sekarang. Bahkan, hal itu sama sekali di luar rencana.

Semuanya bermula sekitar 10 tahun silam. Ketika itu Arif masih menjadi pegawai honorer. Dirinya diangkat menjadi PNS setelah 11 tahun mengabdi.

“Saat itu tubuh saya kurus banget. Saya ingin sedikit gemuk, berisi,” tuturnya.

Agar bisa sedikit gemuk, Arif pun berolahraga. Pilihannya, yaitu fitness. Tujuannya, tidak lain supaya kondisi tubuhnya menjadi ideal. Tapi, hal itu perlu proses panjang. “Waktu awal-awal ya masih jarang latihan,” ujarnya.

Lima tahun berselang, ia menyeriusi olahraga tersebut. Setiap hari ia melatih fisiknya di tempat fitness.

“Pada tahun 2015 saya mulai kontinyu latihan. Kalau mau ada event, latihannya ditingkatkan menjadi dua kali sehari,” katanya.

Di samping itu, Arif juga harus benar-benar menjaga kondisi tubuh serta asupan makanan. Misalnya saja, menghindari makanan yang mengandung gula, minyak, dan garam.

“Intinya ya dietlah. Namanya saja diet, yang dimakan ya serbatawar,” sambungnya.

Kebiasaan menjaga pola makan itu ternyata tak hanya dilakukan Arif menjelang body contest. Lama-lama ia justru menikmati pola hidup seperti itu. Namun, pernah juga ia tergoda menyantap makanan yang menjadi pantangan. “Kalau kepingin ndak apa-apa makan gorengan, tapi sedikit,” katanya.

Tak jarang hal itu menjadi perhatian teman-teman kantor Arif. “Sampean itu, hidup sekali kok ribet,” kata Arif menirukan ucapan teman-temannya.

Kendati demikian, Arif tetap santai. Ia justru semakin termotivasi. “Karena dengan begini saya jadi sehat dan bugar,” ucap pria yang menjabat bendahara gaji di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan itu.

Dia juga tak merasa kesulitan membagi waktu. Antara pekerjaan dengan hobi yang ditekuni. Yang terpenting bagi Arif, semua bisa dilakukan tanpa mengganggu satu sama lain.

“Latihannya ya di luar jam kerja. Biasanya pagi sebelum ngantor. Jam lima pagi itu sudah latihan. Dilanjut lagi malamnya,” tambahnya. (tom/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/