Melihat Potensi Ekonomi Desa Kebonrejo, Kecamatan Grati

RENYAH: Perangkat Desa Kebonrejo melihat keripik singkong yang diproduksi Saikhu. Keripik ini banyak dikirim ke Malang, Surabaya, Bali, hingga Jawa Tengah. (Pemerintah Desa Kebonrejo for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Tak hanya mengandalkan bidang pertanian, warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, banyak yang berwirausaha. Terbukti, berbagai hasil usaha bisa meningkatkan perekonomian dan banyak menyerap tenaga kerja.

ERRI KARTIKA, Grati

Desa Kebonrejo, Kecamatan Grati, berbatasan dengan Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Desa ini banyak dilalui wisatawan yang hendak berkunjung ke Pemandian Alam Banyu Biru.

Bidang pertanian menjadi sektor unggulan di Desa Kebonrejo. Namun, di desa ini juga banyak tumbuh usaha mandiri. Sehingga, mampu memompa perekonomian warga.

Penjabat Kepala Desa Kebonrejo Budi Purnomo mengatakan, dari sektor ekonomi, warganya telah berkembang. Selain bidang pertanian, hampir di tiap dusun memiliki potensi ekonomi lain yang bisa dikembangkan.

“Di Dusun Klotokan ada kerajinan anyaman, di Dusun Pandan ada pembuat kerupuk, di Dusun Menanggas Kulon pencari welut, di Dusun Kebun Jeruk ada budi daya ikan lele, perajin anyaman, serta pembuat keripik singkong,” ujarnya.

Budi mengaku, pihaknya terus mendorong agar warganya bisa mengembangkan keahlian yang bisa meningkatkan ekonomi. Termasuk dari sektor pertanian juga diberikan penyuluhan dan pemahaman terkait teknologi pertanian untuk mengembangkan hasil panen.

“Salah satunya dengan kerja sama dengan perguruan tinggi. Karena ada pendampingan dan pembinaan keahlian, kesadaran hukum, penyuluhan pertanian, sampai pemberdayaan pemuda, arahnya untuk kemajuan desa,” ujarnya.

Untuk keripik singkong ini sudah ada sejak tahun 1990-an. Salah satunya ditekuni oleh Saikhu. Sejauh ini, usahanya mempu menyerap 9 orang tenaga kerja yang bertugas di bagian produksi dan 35 orang sebagai tenaga pemasaran. “Keripik singkong ini bahan bakunya mudah didapat. Rasanya yang gurih juga banyak diminati konsumen. Sehingga, peminatnya cukup banyak,” ujarnya.

Soal rasa juga beraneka ragam. Seperti rasa asin, manis, balado, dan sebagainya. Hasil keripik singkong sendiri pasarnya sudah sampai ke luar kota. Seperti Malang, Batu, Surabaya, Bali, bahkan sampai ke Jawa Tengah. Saat ini untuk produksi memang masih tradisional. Namun, Saikhu mengaku akan terus mengembangkannya. (rud)