Sapi Perah-Durian Jadi Andalan jadi Potensi Ekonomi Desa Bulukandang di Lumbang

Mayoritas wraga Desa Bulukandang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Peternakan sapi perah menjadi andalan di desa ini, termasuk hasil perkebunan durian.

ERRI KARTIKA, Lumbang

Terletak di daratan tinggi, Desa Bulukandang, Kecamatan Lumbang, memiliki berbagai potensi pertanian dan perkebunan. Mulai dari durian, mangga, ketela pohon, jagung, kentang, sampai bawang prei. Buah durian menjadi komoditas produk unggulan yang menjanjikan.

Kepala Desa Bulukandang Raharjo Apri Isjayanto mengatakan, banyak warganya yang menanam durian. Baik di kebun sampai di pekarangan kosong sekitar rumahnya. “Saat panen raya, hasil durian di sini cukup melimpah,” ujarnya.

Panen raya durian biasanya dimulai Desember sampai Februari. Di desa ini banyak jenis durian yang dihasilkan. Mulai dari jenis bebek, tumbu, ndlongsor, sigeton, dan sebagainya. Yang paling enak, menurutnya, durian bebek, rasanya manis pahit dan gurih.

Jika panen raya, hasil durian banyak dikirim hingga keluar kota. Seperti, ke Mojokerto, Surabaya, dan Malang. “Harganya bervariasi tergantung ukuran. Rata-rata mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 100 ribu,” ujarnya.

Tak hanya durian, potensi hasil peternakan sapi perah juga diunggulkan. Raharjo mengatakan, ada sekitar 700 kepala keluarga yang memiliki kandang sapi perah di desanya. Mereka tersebar di 3 dusun.

Adanya peternakan sapi perah ini sudah berkembang sejak 1990-an. Saat ini sudah modern, baik dari segi kebersihan ternak sampai proses pengiriman susu. Sehingga hasil produksi susu dikirim ke industri pengolahan susu. “Pengiriman susu dilakukan 2 kali, pagi dan sore. Kalau pagi mulai pukul 05.00 dan sorenya pukul 15.15,” terangnya.

Sejauh ini, adanya ternakan sapi perah ini memang masih bersifat rumahan. Biasanya per KK, rata-rata hanya memiliki 1-5 sapi perah. Pihaknya berharap, adanya peternakan ini terus sehingga lebih meningkatkan perekonomian warga. (fun)