alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Inilah PUD, Wadah Pecinta Musik Metal Pasuruan yang Sudah Buat Album

Sebagai kota yang dikenal dengan kota santri, boleh dikata peminat musik metal tidak terlalu menonjol di Kota Pasuruan. Namun, kegigihan Pasuruan Under Division (PUD) membuat satu aliran musik ini mulai banyak dikenal warga.

——————————

Pasuruan Under Division (PUD) dibentuk pada tahun 2010. Saat itu, PUD hanya memayungi para pecinta musik metal. Namun, seiring berjalannya waktu, PUD pun berkembang.

Tidak hanya mewadahi para pecinta musik metal. PUD juga menjadi tempat berkumpulnya para penyuka jenis musik lain yang kurang diminati masyarakat luas. Seperti aliran musik hardcore maupun punk.

Ketua PUD Doni mengungkapkan, saat ini sedikitnya ada 15 band yang bernaung dalam PUD. Di antaranya Berantai, Vomiting Intestine, Intracerebal Hemorrhage, Bleedingof, Cancurm Corporis, dan Hysterectomy.

Hingga saat ini, band-band tersebut masih aktif berkumpul. Mereka juga aktif berlatih hingga tampil di sejumlah event musik di Kota Pasuruan, maupun di luar kota.

Doni sendiri memilih genre Metal dalam bermusik. Alasannya, dirinya ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Dengan musik ini, ia bebas menyampaikan kritik sosial yang berkembang di masyarakat.

PUNYA ANGGOTA: PUD saat tampil sebelum pandemi. Ada belasan band yang tergabung di PUD. (Foto: Istimewa)

Di sisi lain, musik mainstream dinilainya kurang bisa menjembatani hal ini. Dengan musik metal, ia merasa menjadi diri sendiri.

“Saya lihat musik mainstream itu hanya mengikuti arus. Hal ini tidak sejalan dengan keinginan saya. Melalui musik metal, saya menjadi karakter yang saya inginkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tidak ada batasan maupun persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota PUD. Bahkan, untuk menjadi anggota PUD tidak harus memiliki band. Bahkan, tidak harus bisa bermusik atau bernyanyi.

Karena syarat yang longgar itulah, anggota PUD terus bertambah. Saat ini mayoritas anggotanya bervariasi. Mulai mahasiswa hingga karyawan.

Untuk sementara, PUD kerap berkumpul di Taman Kota Pasuruan. Namun, bisa juga berkumpul di lokasi lain, bergantung kesepakatan anggota. Apalagi, pertemuan pun kerap tidak menentu waktunya. Sebab, kesibukan dari tiap anggotanya berbeda-beda.

Meski demikian, minimal sebulan sekali anggota yang tergabung dalam PUD bertemu. Dalam pertemuan biasanya anggota PUD membahas event atau kegiatan yang bisa dilakukan.

“Bagi yang tidak bisa menyanyi atau memainkan alat musik, tetap kami terima. Anggota tidak terbatas. Yang penting memang ingin berkarya bersama-sama,” jelasnya.

Anggota PUD lainnya, Rizal menyebut, selama ini band yang tergabung dalam PUD kerap manggung hingga keluar Jatim. Seperti Jogjakarta, Jakarta, hingga Solo. Untuk biaya akomodasi ditanggung oleh panitia yang mengundang.

Berbeda saat tur dalam kota. Anggota PUD kerap patungan dengan kocek pribadi untuk tetap berkarya.

Menurutnya, selama bergabung dan tur bersama PUD, ia telah mendapat banyak pengalaman. Mulai cara menyukseskan event, hingga promosi ke masyarakat.

Meski memang tidak mudah. Sebab, aliran musik yang dibawahi PUD adalah musik yang kurang dikenal. Namun, justru hal ini membuatnya bisa belajar lebih banyak dan keras.

Untuk karya, PUD sudah menghasilkan dua album kompilasi. Yaitu, Noisemore volume I dan volume II. Dalam satu volume ada 16 lagu yang dibawakan oleh 15 band berbeda.

Namun, album ini tidak dikomersialkan. Bagi penyumbang lagu dalam album tersebut, mereka akan diberi fisik dalam bentuk CD.

“Kami juga mempromosikan aliran musik yang kami bawakan melalui website. Seperti https://metallagi.com/. Di sini tidak hanya artikel yang ada. Ada pula video klipnya,” sebutnya. (riz/fun)

Sebagai kota yang dikenal dengan kota santri, boleh dikata peminat musik metal tidak terlalu menonjol di Kota Pasuruan. Namun, kegigihan Pasuruan Under Division (PUD) membuat satu aliran musik ini mulai banyak dikenal warga.

——————————

Pasuruan Under Division (PUD) dibentuk pada tahun 2010. Saat itu, PUD hanya memayungi para pecinta musik metal. Namun, seiring berjalannya waktu, PUD pun berkembang.

Tidak hanya mewadahi para pecinta musik metal. PUD juga menjadi tempat berkumpulnya para penyuka jenis musik lain yang kurang diminati masyarakat luas. Seperti aliran musik hardcore maupun punk.

Ketua PUD Doni mengungkapkan, saat ini sedikitnya ada 15 band yang bernaung dalam PUD. Di antaranya Berantai, Vomiting Intestine, Intracerebal Hemorrhage, Bleedingof, Cancurm Corporis, dan Hysterectomy.

Hingga saat ini, band-band tersebut masih aktif berkumpul. Mereka juga aktif berlatih hingga tampil di sejumlah event musik di Kota Pasuruan, maupun di luar kota.

Doni sendiri memilih genre Metal dalam bermusik. Alasannya, dirinya ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Dengan musik ini, ia bebas menyampaikan kritik sosial yang berkembang di masyarakat.

PUNYA ANGGOTA: PUD saat tampil sebelum pandemi. Ada belasan band yang tergabung di PUD. (Foto: Istimewa)

Di sisi lain, musik mainstream dinilainya kurang bisa menjembatani hal ini. Dengan musik metal, ia merasa menjadi diri sendiri.

“Saya lihat musik mainstream itu hanya mengikuti arus. Hal ini tidak sejalan dengan keinginan saya. Melalui musik metal, saya menjadi karakter yang saya inginkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tidak ada batasan maupun persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota PUD. Bahkan, untuk menjadi anggota PUD tidak harus memiliki band. Bahkan, tidak harus bisa bermusik atau bernyanyi.

Karena syarat yang longgar itulah, anggota PUD terus bertambah. Saat ini mayoritas anggotanya bervariasi. Mulai mahasiswa hingga karyawan.

Untuk sementara, PUD kerap berkumpul di Taman Kota Pasuruan. Namun, bisa juga berkumpul di lokasi lain, bergantung kesepakatan anggota. Apalagi, pertemuan pun kerap tidak menentu waktunya. Sebab, kesibukan dari tiap anggotanya berbeda-beda.

Meski demikian, minimal sebulan sekali anggota yang tergabung dalam PUD bertemu. Dalam pertemuan biasanya anggota PUD membahas event atau kegiatan yang bisa dilakukan.

“Bagi yang tidak bisa menyanyi atau memainkan alat musik, tetap kami terima. Anggota tidak terbatas. Yang penting memang ingin berkarya bersama-sama,” jelasnya.

Anggota PUD lainnya, Rizal menyebut, selama ini band yang tergabung dalam PUD kerap manggung hingga keluar Jatim. Seperti Jogjakarta, Jakarta, hingga Solo. Untuk biaya akomodasi ditanggung oleh panitia yang mengundang.

Berbeda saat tur dalam kota. Anggota PUD kerap patungan dengan kocek pribadi untuk tetap berkarya.

Menurutnya, selama bergabung dan tur bersama PUD, ia telah mendapat banyak pengalaman. Mulai cara menyukseskan event, hingga promosi ke masyarakat.

Meski memang tidak mudah. Sebab, aliran musik yang dibawahi PUD adalah musik yang kurang dikenal. Namun, justru hal ini membuatnya bisa belajar lebih banyak dan keras.

Untuk karya, PUD sudah menghasilkan dua album kompilasi. Yaitu, Noisemore volume I dan volume II. Dalam satu volume ada 16 lagu yang dibawakan oleh 15 band berbeda.

Namun, album ini tidak dikomersialkan. Bagi penyumbang lagu dalam album tersebut, mereka akan diberi fisik dalam bentuk CD.

“Kami juga mempromosikan aliran musik yang kami bawakan melalui website. Seperti https://metallagi.com/. Di sini tidak hanya artikel yang ada. Ada pula video klipnya,” sebutnya. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/