Pria Ini Modifikasi Ambulans dengan Lampu Disko hingga Tak Lagi Terkesan Menakutkan

Image ambulans sebagai kendaraan yang menakutkan bakal berubah saat melihat ambulans yang dimodifikasi oleh Dudung Dwi Anto, driver ambulans RSUD Grati. Saking sayangnya sama ambulansnya, kendaraan ini pun dimodifikasi dengan aneka lampu hias sampai lampu disko.

 

KONDISI Pintu Exit Tol Grati tampak sepi. Tak banyak lalu lalang kendaraan. Mungkin karena hari telah malam. Termasuk di sebelah selatan yang tepat berada RSUD Grati.

Petang Kamis (1/7), tak banyak aktivitas yang berseliweran di parkir kendaraan dan area depan RSUD Grati. Namun, ada satu yang mencuri perhatian.

Sebuah mobil ambulans yang terparkir di depan instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Grati itu menarik perhatian. Ada lampu strobo warna-warni yang menyala di depan ambulans pelat merah tersebut. Saat dilihat dari dekat, makin banyak yang menarik perhatian dari ambulans ini.

Di tangga pintu masuk samping, ada lampu kecil. Ambulans juga lebih meriah dengan lampu disko warna merah, biru, ungu, dan kuning di ruang tengah.

“Memang kalau dinyalakan lampu hiasnya biasanya jadi perhatian. Tak sedikit masyarakat yang melihat lebih dekat mobil ambulans ini,” cerita Dudung Dwi Anto, 41, warga Sumurwaru, Kecamataan Nguling, Kabupaten Pasuruan, ini.

Dudung mengatakan, ambulans yang rutin dikendarainya itu sudah seperti anaknya sendiri. Dirinya merawat ambulans itu hampir 4 tahun. Tepatnya sejak diterima menjadi driver ambulans RSUD Grati pada 2016.

Sebelumnya, dirinya adalah sopir pengantar elpiji. Saat melihat ada lowongan driver ambulans di Puskesmas Grati saat itu, dirinya tertarik dan mendaftar.

Lelaki dua anak ini mengatakan, sempat trauma sebenarnya dengan ambulans. Pikirannya kembali ke tahun 2004, saat mengantarkan anak pertamanya yang berusia 3 tahun dirujuk ke RSSA Malang karena sakit DBD. Sayangnya, anaknya meninggal.

“Dan saat itu dalam hati berkata tidak mau lagi naik ambulans, semoga ini menjadi ambulans terakhir. Tapi, takdir berkata lain. Saya ditakdirkan menjadi driver ambulans,” terangnya.

Perasaan itulah yang membuat Dudung justru mencintai pekerjaannya. Bahkan, berbeda dengan mengantarkan elpiji. Untuk menyopiri ambulans ada tantangan sendiri. Selain harus cepat, tapi juga harus hati-hati agar pasien bisa selamat sampai tujuan.

Karena itu, Dudung berusaha sebisa mungkin membuat dirinya nyaman menjalankan profesinya itu. Maka, sejak tahun 2017, Dudung mulai memberikan aksesori pada ambulans yang rutin disopirinya. Apalagi, pihak RSUD Grati tidak memasalahkan.

“Yang penting saat mengantarkan pasien, tetap SOP dijalankan. Lampu modifikasi tidak boleh nyala, hanya lampu rotator (lampu atas) saja,” terangnya.

Saat pulang mengantarkan pasien, baru lampu modifikasi bisa dinyalakan. Terutama saat parkir.

Kan ada image kalau ambulans ini mobil yang menakutkan. Apalagi di Grati ini jalannya sepi. Jadi, saat tahu ada ambulans dengan lampu warna-warni, banyak yang gak takut. Bahkan, berani mendekat karena ingin lihat,” terangnya.

Bertahap dengan kocek pribadi, Dudung terus menambah jumlah lampu modifikasi di ambulansnya. Total lebih dari 20 lampu hias yang sudah dipasang. Mulai dari variasi lampu kota, strobo, lampu sein, lampu tangga, lampu sorot kecil, sampai lampu disko di ruang tengah. Total biayanya mencapai sekitar Rp 2 jutaan.

“Perkiraan habis sekitar Rp 2 jutaan. Itu, juga beli dari teman yang hobi aksesori mobil juga,” terangnya.

Dengan model ambulans yang menarik perhatian, rekan-rekan di RSUD Grati menyebutnya “Ambulans Mbois”. Dan dalam sekejap, ambulans itu pun populer.

Saking populernya, sudah ada beberapa driver ambulans yang ingin meniru kreasi Dudung tersebut. “Karena saya rutin kirim pasien ke luar kota, ada yang tertarik modifikasi serupa. Salah satunya di Sidoarjo. Banyak yang share ambulans ini juga. Bahkan, sampai di Jakarta ada yang tertarik mau modif juga,” terangnya.

Dudung sendiri akhirnya begitu nyaman dan kerasan dengan ambulans itu. Bahkan, saat piket malam, dia lebih senang makan dan tidur di ambulansnya.

LAMPU HIAS: Ambulans yang dimodfikasi Dudung kini tak lagi terkesan menakutkan. (Foto: dok Pribadi)

“Karena nyaman di ambulans, jadi makan sampai tidur saat piket malam juga lebih senang di ambulans saja,” ujarnya.

Dudung pun senang karena modifikasi ambulans yang dilakukannya mendapatkan apresiasi. Harapannya, ambulans tidak lagi menakutkan. Namun, menjadi mobil yang dikenal nyaman dan bersih. Sehingga, pasien dan keluarga yang ikut serta di ambulans merasa nyaman.

Direktur RSUD Grati Drg Diah Retno Lestari mengatakan, sangat mengapreasiasi kreasi Dudung. Ambulans yang dirawat Dudung ini menjadi sangat bersih dan harum.

Harapannya semangat menjaga dan merawat yang tinggi ini bisa ditularkan kepada rekan yang lain. Rasa memiliki dan kebersihan untuk menjaga ambulans juga bisa ditiru rekan lainnya.

“Kreasinya ini patut diapreasiasi, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini. Dengan kreasi seperti ini, harapannya medis dan paramedis tidak stres dan ada hiburan di tengah pekerjaannya” ujarnya.

Namun, tentu saja saat bekerja SOP pengantaran pasien tetap diterapkan. Sehingga, dilarang menyalakan lampu hias saat bekerja.

“Baru kalau kosong atau saat parkir diperbolehkan. Bahkan, karena ada lampu hias, banyak masyarakat yang tidak takut lagi dengan mobil ambulans,” ujarnya. (eka/hn/fun)