alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Tanam Sayur di Pinggir Sungai Buat RT 10 Kelurahan Pohjentrek Juara

KEGAGALAN RT 10/RW 02 Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, dalam Anugerah Kampung Hebat 2020 tidak membuat patah arang. Mereka mengevaluasi kegagalan itu dengan melakukan beberapa inovasi. Dan tahun ini, mereka menjadi juara Anugerah Kampung Hebat 2021 Kategori Permukiman Berkembang.

RT 10/RW 02 Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, pertama kali mengikuti Anugerah Kampung Hebat pada 2020. Saat itu, RT 10 tidak tahu lomba ini seperti apa. Pihak RT hanya mendapat proposal untuk mengikuti lomba tersebut.

Ketua RT 10 Imron Wahyudi lantas mengajak warga untuk berpartisipasi. Kebetulan lingkungan RT 10 sudah bersih dan hijau. Sehingga mereka cukup membenahi kekurangannya saja. Dengan inovasi pengelolaan kompos dan pemilahan sampah organik serta anorganik untuk dimanfaatkan bank sampah, RT 10 berhasil menjadi juara dua.

PERNAH GAGAL: Keikutsertaan RT 10/RW 02 Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, di Anugerah Kampung Hebat bukanlah yang pertama kali. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Dari sini, RT 10 mengevaluasi kekurangan waktu itu. Pihak RT melihat tidak adanya KRPL di RT 10 membuat pengelolaan lingkungan menjadi kurang. Padahal, di setiap rumah warga sebenarnya sudah ada karangkitri seperti toga. Warga pun diajak berembuk menemukan solusi.

“Pada 2020, ada pengumuman bahwa kami bisa ikut lagi di tahun berikutnya. Makanya kami evaluasi dan memang kekurangan kami karena tidak ada KRPL. Ini yang kami coba benahi,” ungkap Imron

Usai berembuk bersama, diputuskan RT 10 membuat galeri yang diberi nama Pohjentrek untuk menampilkan produk dari warga RT 10. Mulai dari handycraft, olahan makanan dan minuman (mamin), hingga produk herbal. Kebetulan setiap warga memiliki karangkitri.

Inovasi lainnya adalah memanfaatkan kali atau sungai yang melintas di RT 10 untuk dijadikan KRPL. Ide ini bermula saat pihak RT bersama warga rutin membersihkan sampah dari kali selebar lima meter ini.

KEGAGALAN RT 10/RW 02 Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, dalam Anugerah Kampung Hebat 2020 tidak membuat patah arang. Mereka mengevaluasi kegagalan itu dengan melakukan beberapa inovasi. Dan tahun ini, mereka menjadi juara Anugerah Kampung Hebat 2021 Kategori Permukiman Berkembang.

RT 10/RW 02 Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, pertama kali mengikuti Anugerah Kampung Hebat pada 2020. Saat itu, RT 10 tidak tahu lomba ini seperti apa. Pihak RT hanya mendapat proposal untuk mengikuti lomba tersebut.

Ketua RT 10 Imron Wahyudi lantas mengajak warga untuk berpartisipasi. Kebetulan lingkungan RT 10 sudah bersih dan hijau. Sehingga mereka cukup membenahi kekurangannya saja. Dengan inovasi pengelolaan kompos dan pemilahan sampah organik serta anorganik untuk dimanfaatkan bank sampah, RT 10 berhasil menjadi juara dua.

PERNAH GAGAL: Keikutsertaan RT 10/RW 02 Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, di Anugerah Kampung Hebat bukanlah yang pertama kali. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Dari sini, RT 10 mengevaluasi kekurangan waktu itu. Pihak RT melihat tidak adanya KRPL di RT 10 membuat pengelolaan lingkungan menjadi kurang. Padahal, di setiap rumah warga sebenarnya sudah ada karangkitri seperti toga. Warga pun diajak berembuk menemukan solusi.

“Pada 2020, ada pengumuman bahwa kami bisa ikut lagi di tahun berikutnya. Makanya kami evaluasi dan memang kekurangan kami karena tidak ada KRPL. Ini yang kami coba benahi,” ungkap Imron

Usai berembuk bersama, diputuskan RT 10 membuat galeri yang diberi nama Pohjentrek untuk menampilkan produk dari warga RT 10. Mulai dari handycraft, olahan makanan dan minuman (mamin), hingga produk herbal. Kebetulan setiap warga memiliki karangkitri.

Inovasi lainnya adalah memanfaatkan kali atau sungai yang melintas di RT 10 untuk dijadikan KRPL. Ide ini bermula saat pihak RT bersama warga rutin membersihkan sampah dari kali selebar lima meter ini.

MOST READ

BERITA TERBARU

/